“Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.”
(Matius 5:16)
Matius pasal 5 sampai pasal 7 kita kenal sebagai “Khotbah Tuhan Yesus Di Bukit”. Kita sudah sering mendengar khotbah atau renungan dari pasal-pasal tersebut. Mungkin juga judul renungan SRHI hari ini telah pernah Anda baca atau dengar dan merenungkannya. Hari ini penulis ingin kita merenungkan Matius 5:14-16, khususnya ayat 16 lebih mendalam lagi. Judul Renungan ini: “DEMIKIANLAH HENDAKNYA TERANGMU BERCAHAYA”. Hal ini sangat penting. Bukan rahasia umum lagi betapa gelapnya dunia yang kita diami saat ini. Perang Rusia Ukraina masih terus berlangsung walaupun hampir seluruh dunia menyerukan agar perang itu segera berakhir. Hampir seluruh dunia sangat menderita akibat peperangan itu. Ekonomi dunia terancam memasuki masa resesi.
Dunia kita juga sangat gelap oleh berbagai kejahatan yang terjadi. Hampir tidak ada tempat yang aman bagi kehidupan manusia. Hal itu terbukti dengan kamera CCTV yang dipasang di mana-mana untuk terus memantau kejahatan yang terjadi. Ada banyak hal dalam kehidupan masyarakat kita yang tiga dekade yang lalu tabu untuk dibicarakan, sekarang hal itu tidak lagi menjadi hal yang memalukan. Dunia kita sangat gelap.
Mari perhatikan firman yang diucapkan Tuhan Yesus : “Kamu adalah terang dunia” (ayat 14). Dalam teks Yunani kata “kamu” ̔μείς à”humeis” yang berarti kamu sebagai subyek yaitu pengikut-pengikut Tuhan Yesus. Kita adalah satu-satunya terang bagi dunia ini. Juga bentuk kalimat dalam ayat ini adalah bentuk present tense –bentuk kata kerja yang menyatakan kejadian yang berlangsung di masa sekarang. Jadi Tuhan Yesus berfirman kepada pengikut-pengikut-Nya “Kamu adalah menjadi terang dunia saat ini”.
Saudara pembaca SRHI yang dikasihi Tuhan, mungkin Anda menjadi terang dunia 3 tahun yang lalu atau 10 tahun yang lalu, tetapi apakah saat ini Anda masih tetap dan sedang menjadi terang bagi dunia ini? Ketika Tuhan Yesus menyebut kita dalah “terang” kata ini juga sangat mengejutkan, karena kata “terang” dalam bahasa Yunani adalah “φῶς” àphōs. Kata ini merupakan akar kata photo. Dengan demikian Tuhan Yesus menyatakan bahwa “Kamu pengikut-pengikut-Ku adalah foto-Ku” di tengah dunia yang sangat gelap ini. Kita seharusnya menjadi gambaran yang jelas dari Tuhan Yesus di dalam dunia ini. Sebagai ilustrasi, beberapa waktu yang lalu dunia fotografi kita dimeriahkan dengan alat foto/kamera yang kita kenal dengan kamera Polaroid. Dengan menggunakan kamera Polaroid, kita akan segera mendapatkan hasil foto kita langsung tercetak di kertas foto. Perlu dipertanyakan sekarang, apakah ketika dunia melihat diri Anda dan diri saya, dunia dapat melihat dengan jelaa gambar Yesus melalui hidup Anda dan saya?
Kemudian yang sangat menarik ialah apa yang difirmankan oleh Tuhan Yesus dalam Yohanes 8:12: ”Maka Yesus berkata pula kepada orang banyak, kata-Nya: “Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup.” Tadi telah kita bahas bahwa Yesus menyatakan bahwa “kamu adalah terang dunia” sekarang Yesus berkata: ”Akulah terang dunia”. Tuhan Yesus adalah MATAHARI dan kita seperti bulan. Anda mengerti bahwa bulan tidak punya cahaya sendiri. Bulan hanya memantulkan cahaya yang diterima dari cahaya matahari. Sering kali kita mengalami gerhana bulan yaitu ketika bumi kita terletak antara bulan dan matahari sehingga bulan tidak mendapat cahaya dari matahari karena terhalang oleh bumi kita. Demikian juga Anda tidak dapat memancarkan terang Kristus karena ada keinginan dunia, yaitu dosa yang berada di antara Anda dan Tuhan Yesus, sehingga Anda tidak dapat menerima terang Kristus.
Mungkin Anda bertanya apa saja yang bisa merintangi cahaya Kristus memancar dari dalam hidup Anda? Tuhan Yesus menjelaskan hal itu ketika Dia menceriterakan tentang penabur dalam Injil Matius 13:14 atau Markus 4:4 dan Lukas 8:5 (penulis pilih satu saja dengan penjelasannya.) “ Sebagian lagi jatuh di tengah semak duri, lalu makin besarlah semak itu dan menghimpitnya sampai mati” (Matius 13:7) dan diberi penjelasan oleh Tuhan Yesus: “Yang ditaburkan di tengah semak duri ialah orang yang mendengar firman itu, lalu kekuatiran dunia ini dan tipu daya kekayaan menghimpit firman itu sehingga tidak berbuah (Matius 13:22). Kekuatiran dan tipu daya kekayaan dunia ini dapat mencampakkan kemahakuasaan Tuhan Yesus dari dalam hidup kita. Kita tidak percaya bahwa Dia adalah Allah yang mahakuasa dan sanggup menolong kita, sehingga kita jatuh dalam dosa.
Jadi Saudara yang dikasihi Tuhan, mari menjaga hubungan Anda dengan Kristus sehingga cahaya Kristus memancar dari dalam hidup Anda. Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.”
(JET09122022)
Pokok Doa:
- Pengesahan RKHUP menjadi Undang-Undang dapat membawa kemajuan dalam penegakan hukum di Indonesia;
- Penanganan kasus korupsi yang melibatkan BUMN/BUMD dapat berjalan dengan baik, adil dan transparan;
- Pemberitaan Injil melalui media sosial dapat menjangkau banyak orang;
- Komitmen jemaat GBIK menjadi kesaksian hidup yang baik dalam pergaulan, studi, pekerjaan dan pelayanan.
Pokok Doa Cabang PINTU GERBANG SURGA, Suku Anak Dalam, Semangus Baru, Bengkulu
- Doakan Rencana Kegiatan Natal Umum: 25 Desember, dan setelah ibadah akan berdoa ke rumah-rumah jemaat;
- Bersyukur atas Natal 2 Desember 2022, pembicara Pdt. Supri dari Gereja Baptis Jalur 19 Palembang;
- Rencana KMBI tahun depan akan diadakan seminggu sekali.
