{"id":7291,"date":"2023-04-23T22:00:35","date_gmt":"2023-04-23T15:00:35","guid":{"rendered":"http:\/\/gbik.info\/?p=7291"},"modified":"2023-04-23T21:02:38","modified_gmt":"2023-04-23T14:02:38","slug":"srhi-24-apr-23-tetap-percaya","status":"publish","type":"post","link":"http:\/\/gbik.info\/index.php\/2023\/04\/23\/srhi-24-apr-23-tetap-percaya\/","title":{"rendered":"SRHI 24 APR 23 &#8211; TETAP PERCAYA!"},"content":{"rendered":"<h4 style=\"text-align: center;\"><em>&#8220;28 Sebab katanya: &#8220;Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh.&#8221;<\/em><\/h4>\n<h4 style=\"text-align: center;\">(Mar 5:28 ITB)<\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nHabis manis sepah dibuang, sebuah pepatah lama yang pasti sudah sangat sering kita dengar. Seseorang cenderung akan mencari orang lain atau menyimpan sesuatu hanya ketika mereka membutuhkan saja, setelah itu tidak lagi dipedulikan, atau bahkan dicampakan.\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nHari ini kita belajar dari seorang Wanita, yang sudah mengalami pendarahan selama 12 tahun. Bukan waktu yang sebentar, dan pasti dia mengalami kesakitan yang luar biasa. Dikatakan dalam ayat 26:\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n<em>\u201cIa telah berulang-ulang diobati oleh berbagai tabib, sehingga telah dihabiskannya semua yang ada padanya, namun sama sekali tidak ada faedahnya malah sebaliknya keadaannya makin memburuk.\u201d<\/em> (ITB)\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nSegala usaha sudah dia lakukan untuk mengobati sakitnya itu, namun bukannya sembuh, sakitnya itu justru semakin memburuk. Selama 12 tahun, ia tidak berhenti berharap dan menanti kesembuhan. Sampai suatu ketika ia mendengar kabar tentang Yesus Kristus yang melakukan pelayanan dengan disertai banyak mukjizat.\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nSebuah teladan yang ditunjukkan oleh Wanita ini dan dapat kita ikuti yaitu imannya. Ketika dia menghadapi sebuah permasalahan yang begitu luar biasa dalam hidupnya, dunia sudah tidak lagi bisa memberinya harapan, bahkan apa yang dimiliki sudah habis dan sakit yang dialami justru semakin parah, dia tahu satu pribadi yang sangat bisa diandalkan dan dipercaya. Alkitab tidak mencatat bahwa dia pernah melihat sendiri apa yang Yesus Kristus lakukan dalam pelayanan, namun dia hanya mendengar. Dari apa yang sudah didengar, dia mau mengambil sikap percaya dan tindakan nyata untuk datang kepada-Nya. Wanita ini memiliki iman yang luarbiasa. Dinyatakan dalam ayat 28:\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n<em>karena ia berpikir, &#8220;Asal saja saya menyentuh jubah-Nya, saya akan sembuh!&#8221;<\/em> (BIS)\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nMaka nyatalah kepadanya apa yang menjadi imannya itu. Dalam ayat 29 dikatakan:\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n<em>\u201cIa menyentuh jubah Yesus, dan seketika itu juga pendarahannya berhenti. Ia merasa bahwa ia sudah sembuh.\u201d<\/em> (BIS)\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nYang juga harusnya membuat kita sangat kagum adalah, setelah Wanita itu mengalami mukjizat dan memperoleh kesembuhan, dia tidak seketika itu pergi meninggalkan Yesus Kristus. Walaupun sebenarnya dia bisa saja pergi tanpa diketahui banyak orang yang ada disekitarnya saat itu. Namun, saat Yesus bertanya kepada murid-murid dan orang di sekitar-Nya, siapa yang menyentuh jubah-Nya, Wanita itu mau jujur tentang apa apa yang sudah dia lakukan terhadap Yesus. Bahkan dengan gemetar dan ketakutan, karna mungkin Wanita itu berpikir Yesus akan marah kepada-Nya karena sudah menjamah jubah-Nya tanpa seijin Yesus. Namun ternyata, Yesus justru memberi lebih dari apa yang dia pikirkan. Yesus berkata kepadanya demikian :\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n<strong><em><sup>34 <\/sup><\/em><\/strong><em>\u2026&#8221;Hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau. Pergilah dengan selamat dan sembuhlah dari penyakitmu!&#8221;<\/em> (ITB)\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nKarena imannya, ketegarannya dan kesetiaannya untuk tetap percaya pada Yesus, ia memperoleh kesembuhan dari penyakit yang sudah dialaminya selama 12 tahun. Ia juga memperoleh kesembuhan rohani yang memberinya harapan akan keselamatan dalam Yesus Kristus.\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nMaukah kita saat ini senantiasa menjaga iman kita, terus tegar walau kehidupan semakin sulit dan mau terus setia kepada Tuhan Yesus Kristus? Sampai nanti akhirnya, Tuhan Yesus Kristus datang menjemput kita untuk bersama-sama dengan Dia dalam kemuliaan.\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nAmin,<br \/>\nTuhan Yesus memberkati<\/p>\n<h5 style=\"text-align: justify;\"><em><span style=\"color: blue;\">(NAK24042023)<\/span><\/em><\/h5>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pokok Doa:<\/strong><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li>Mengucap syukur Ibadah Minggu WBI berbakti berjalan jalan dengan baik;<\/li>\n<li>Mengucap syukur kegiatan Gereja selama satu minggu kemarin berjalan dengan baik;<\/li>\n<li>Mendoakan keamanan Indonesia menjelang pesta demokrasi 2024.<\/li>\n<\/ol>\n<p><strong>Pokok Doa Cabang Sebetung<\/strong><\/p>\n<ul>\n<img decoding=\"async\" src=\"http:\/\/gbik.info\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/Pdt-Darto-Eran.jpeg\" alt=\"\" width=\"215\"\/><\/p>\n<li>Doakan Pelayanan dan Kesehatan Pdm. Darto Eran dan Keluarga;<\/li>\n<li>Doakan program martikulasi  Pdm. Darto Eran  sebagai persiapan pentahbisannya Sebagai Pendeta pengantar Injil;<\/li>\n<li>Doakan Kesetiaan Jemaat di Sebetung agar terus bertumbuh di dalam Tuhan.<\/li>\n<\/ul>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>&#8220;28 Sebab katanya: &#8220;Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh.&#8221; (Mar 5:28 ITB) Habis manis sepah dibuang, sebuah pepatah lama yang pasti sudah sangat sering kita dengar. Seseorang cenderung akan mencari orang lain atau menyimpan sesuatu hanya ketika mereka membutuhkan saja, setelah itu tidak lagi dipedulikan, atau bahkan dicampakan. Hari ini kita belajar dari seorang&#8230;<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on wp_trim_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on wp_trim_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":19,"featured_media":2708,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[38],"tags":[],"class_list":["post-7291","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-srhi-santapan-rohani-hari-ini"],"_links":{"self":[{"href":"http:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7291","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"http:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"http:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/19"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7291"}],"version-history":[{"count":3,"href":"http:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7291\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7296,"href":"http:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7291\/revisions\/7296"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2708"}],"wp:attachment":[{"href":"http:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7291"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"http:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7291"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"http:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7291"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}