{"id":6890,"date":"2023-01-10T22:00:34","date_gmt":"2023-01-10T15:00:34","guid":{"rendered":"http:\/\/gbik.info\/?p=6890"},"modified":"2023-01-10T19:58:18","modified_gmt":"2023-01-10T12:58:18","slug":"srhi-11-jan-23-sikap-menghadapi-kemorosotan-iman","status":"publish","type":"post","link":"http:\/\/gbik.info\/index.php\/2023\/01\/10\/srhi-11-jan-23-sikap-menghadapi-kemorosotan-iman\/","title":{"rendered":"SRHI 11 JAN 23 &#8211; SIKAP MENGHADAPI KEMOROSOTAN IMAN"},"content":{"rendered":"<blockquote class=\"wp-block-quote\" style=\"text-align: center;\"><p><em><strong>\u201cSebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari\u2019.&#8221;<br \/>\n<cite>(2 Kor.4:16)<\/cite><\/strong><\/em><\/p><\/blockquote>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nManusia semakin hari semakin tua, semakin berumur. Memasuki tahun 2023 ini umur manusia bertambah satu tahun. Semakin menuanya manusia menyebabkan merosotnya fungsi tubuh seperti pendengaran, penglihatan, organ tubuh dalam dan lain sebagainya. Dengan kemerosotan tersebut manusia harus dapat meminimalisir, menyiasati atau bahkan mengobati agar kemerosotan ini dapat terantisipasi atau setidaknya berkurang. Lalu bagaimana dengan kemerosotan iman orang percaya, apa yang harus dilakukan?\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nKemerosotan iman orang percaya dapat disebabkan oleh banyak hal seperti komunitas gereja yang kurang peduli dan pasif dalam kegiatan, serangan dunia luar terhadap iman kekristenan, masalah kehidupan (ekonomi, status sosial dsb) dan tidak adanya hubungan intim dengan Tuhan. Untuk dapat menghadapi situasi dan kondisi yang membahayakan iman tersebut orang percaya harus dapat memposisikan diri dengan benar sehingga dapat melahirkan sikap yang benar dan tidak mengalami kemerosotan iman. Beberapa hal yang harus diperhatikan antara lain :<\/p>\n<ol>\n<li>Komunitas gereja pasif<br \/>\nJika komunitas gereja kita pasif maka kita sebagai orang percaya tidak boleh ikut pasif. Jika terang komunitas gereja sudah redup maka kita sebagai orang percaya tidak boleh ikut redup. Tidak bisa dipungkiri bahwa orang percaya lain dapat pasif dan redup, oleh karena itu kita harus mengaktifkan kembali dan menerangi kembali agar kemerosotan iman tersebut tidak terjadi terus menerus dan menyebabkan penyangkalan terhadap Tuhan. Ada banyak hal yang dapat dilakukan seperti konsultasi kepada pendeta dan berdiskusi untuk keperluan gereja, kunjungan door to door, peduli terhadap rekan seiman dan lain sebagainya.<\/li>\n<li>Serangan dari dunia luar terhadap iman<br \/>\nPada zaman Kaisar Nero, orang percaya diperhadapkan dengan situasi hidup mati. Kaisar Nero melakukan banyak siksaan kepada orang percaya seperti menjadikan orang Kristen lilin untuk jalan, membunuh, orang Kristen melawan singa sebagai tontonan dan lain sebagainya. Semua itu dilakukan untuk memerosotkan iman Kristen. Sebagai orang percaya zaman sekarang, kita tidak mengalami hal yang demikian. Tetapi kita mengalami serangan dalam bentuk lain yang harus kita hadapi. Seperti tuduhan-tuduhan terhadap iman kekristenan, serangan mental karena kita mengikut Yesus, bully-an atau hal lain. Dan dengan hal itu kita sebagai orang percaya harus dapat membela iman (berapologet) dan bersabar.<\/li>\n<li>Masalah kehidupan<br \/>\nMerupakan penyebab umum kemerosotan iman. Orang percaya yang merosot karena masalah kehidupan adalah orang percaya yang tidak sepenuhnya percaya. Padahal Tuhan sudah mengatakan kesusahan sehari cukuplah untuk sehari (Mat.6:34), Ia akan menyediakan apa yang menjadi keperluan kita (Mat.6:33), Ia tidak akan meninggalkan kita (Ibrani 13:5b) dan Ia menyediakan berkat kepada orang percaya yang tidak merosot imannya (Amsal 10:6). Percayalah dan hadapi masalah kehidupan itu dengan iman sehingga kita tidak mengalami kemerosotan iman.\n<\/li>\n<li>Kurangnya hubungan intim dengan Tuhan<br \/>\nHubungan intim dengan Tuhan merupakan sesuatu yang vital dan sangat mempengaruhi kehidupan manusia. Manusia seharusnya dapat membangun hubungan intim yang baik dengan Tuhan agar tidak mengalami kemerosotan iman. Ada berbagai bentuk hubungan intim dengan Tuhan yang dapat dilakukan seperti membaca Alkitab, memuji memuliakan Tuhan dan berdoa. Dari bentuk-bentuk tersebut akan melahirkan buah-buah roh, kebaikan, norma, hikmat, dapat menjadi garam dan terang bahkan mengabarkan Injil. Keintiman dengan Tuhan akan menghindarkan kita dari kemunduran rohani.<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nMemang banyak tantangan yang harus dihadapi oleh orang percaya dalam perjalanan imannya, tetapi semua tantangan tersebut harus dapat dihadapi dengan baik sehingga orang percaya tidak mengalami kemerosotan rohani. Orang percaya yang dapat menghadapi tantangan kemerosotan iman ini akan menjadi orang percaya yang dewasa dan menyukakan hati Tuhan. Dan orang percaya yang menyukakan hati Tuhan hidupnya dikenan Tuhan, dan orang yang dikenan Tuhan hidupnya pasti diberkati. Oleh karena itu kita harus bersandar penuh kepada Tuhan agar dapat menghadapi tantangan kemerosotan iman ini dengan baik dan menjadi pemenang. Tuhan Yesus memberkati.<br \/>\n<em><font style=\"color: blue;\" size=\"-1\">(YGW110123)<\/font><\/em><br \/>\n<strong>Pokok Doa:<\/strong><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li>Indonesia dalam menangani Hoax yang berkembang kiranya Tuhan memberi hikmat kebijaksanaan kepandaian bagi para petugas aparatur Pemerintah dapat mencegah dan menangkap pelakunya sehingga masyarakat Indonesia tenang, nyaman dan aman dalam menjalankan aktifitasnya;<\/li>\n<li>GBIK dalam melayani Jemaat dapat berjalan dengan baik melalui acara kegiatan yang sudah tersusun dalam setiap persekutuan dan Tuhan sendiri yang memimpin  sehingga Iman dan Pengharapan jemaat di kuatkan;<\/li>\n<li>Jemaat yang sedang merindukan pasangan hidup, merindukan buah hati (anak) dalam perkawinnanya, yang merindukan pekerjaan kiranya Tuhan memberkati dan mengabulkannya.<\/li>\n<\/ol>\n<p><strong>Pokok Doa Cabang Pintu Gerbang Surga, Suku Anak Dalam, Bengkulu<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li>Dukung dalam doa kesehatan sdri Ella (anak dari Bapak Julius Alvi);<\/li>\n<li>Doakan Jemaat yang sudah lanjut usia, untuk selalu diberikan kesehatan dan terus setia dalam melayani Tuhan;<\/li>\n<li>Doakan setiap Jemaat dalam Pekerjaan, Kesehatan, Pendidikan.<\/li>\n<\/ul>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u201cSebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari\u2019.&#8221; (2 Kor.4:16) Manusia semakin hari semakin tua, semakin berumur. Memasuki tahun 2023 ini umur manusia bertambah satu tahun. Semakin menuanya manusia menyebabkan merosotnya fungsi tubuh seperti pendengaran, penglihatan, organ tubuh dalam dan lain&#8230;<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on wp_trim_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on wp_trim_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":19,"featured_media":4430,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-6890","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized"],"_links":{"self":[{"href":"http:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6890","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"http:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"http:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/19"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6890"}],"version-history":[{"count":1,"href":"http:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6890\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6891,"href":"http:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6890\/revisions\/6891"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4430"}],"wp:attachment":[{"href":"http:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6890"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"http:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6890"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"http:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6890"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}