{"id":6346,"date":"2022-10-10T22:00:31","date_gmt":"2022-10-10T15:00:31","guid":{"rendered":"http:\/\/gbik.info\/?p=6346"},"modified":"2022-10-10T22:06:42","modified_gmt":"2022-10-10T15:06:42","slug":"srhi-11-okt-22-sudahkah-kita-perlu-makanan-keras","status":"publish","type":"post","link":"http:\/\/gbik.info\/index.php\/2022\/10\/10\/srhi-11-okt-22-sudahkah-kita-perlu-makanan-keras\/","title":{"rendered":"SRHI 11 OKT 22 &#8211; SUDAHKAH KITA PERLU MAKANAN KERAS?"},"content":{"rendered":"<blockquote class=\"wp-block-quote\" style=\"text-align: center;\"><p><em><strong>\u201cSebab sekalipun kamu, ditinjau dari sudut waktu, sudah seharusnya menjadi pengajar, kamu masih perlu lagi diajarkan asas-asas pokok dari penyataan Allah, dan kamu masih memerlukan susu, bukan makanan keras. Sebab barang siapa masih memerlukan susu, ia tidak memahami ajaran tentang kebenaran, sebab ia adalah anak kecil.\u201d<br \/>\n<cite>(Ibr. 5: 12-13)<\/cite><\/strong><\/em><\/p><\/blockquote>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nSuatu gerakan sosial keagamaan yang cukup dikenal di Indonesia ini, memiliki beberapa jargon yang cukup terkenal. Salah satu jargor tersebut menyatakan: \u201cMenjadi tua adalah suatu hal yang alamiah pasti terjadi, tetapi menjadi dewasa adalah sesuatu yang harus diperjuangkan\/diusahakan.\u201d Artinya untuk menjadi dewasa secara rohani diperlukan tekat yang sungguh-sungguh dan usaha untuk mewujudkannya.\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nKedewasaan rohani tidak serta merta berbanding sama dengan bertambahnya umur seseorang, artinya orang yang bertambah tua dalam umur jasmani tidak otomatis bertambah dewasa secara rohani. Memang bertambahnya umur jasmani dapat meningkatkan kedewasaan rohani seseorang, namun hal tersebut tidak secara mutlak berlaku demikian. Ayat nats hari ini memberi pelajaran bagi kita, bahwa ada saja orang yang secara jasmani sudah seharusnya mampu menjadi pengajar, namun dalam kenyataannya mereka masih perlu belajar asas-asas pokok dari penyataan Allah. Kalau masih perlu asas-asas pokok berarti mereka dapat dikategorikan sebagai belum dewasa rohani.\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nPenulis kitab Ibrani mengumpamakan orang yang belum dewasa secara rohani dengan istilah \u201cmasih memerlukan susu, bukan makanan keras.\u201d Hal ini menunjukkan bahwa mereka seumpama masih bayi yang masih terus memerlukan air susu yang lembut demi kesehatan tubuhnya. Lambungnya dianggap belum siap menerima makanan keras, kalau dipaksakan mengonsumsinya akan menimbulkan masalah gangguan kesehatan pada bayi tersebut. Perumpamaan ini tepat untuk menunjukkan kehidupan rohani orang yang belum dewasa, yang belum bisa menerima pengajaran-pengajaran yang tidak hanya sekedar menyenangkan telinga saja. Kalau dipaksakan maka yang bersangkutan akan tersinggung, bisa jadi tidak mau datang ke gereja lagi, bahkan bisa menjadi antipati dengan kekristenan.\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nBapak, Ibu dan Saudara\/I pembaca SRHI yang setia, waktunya kita melihat diri sendiri, apakah kita masih hanya perlu susu saja dan tidak bisa makan makanan yang keras? Apakah kita sebagai orang percaya masih belum dewasa secara rohani? Hal tersebut dapat dilihat dari kemampuan kita untuk menerima makanan yang lembut atau makanan yang keras. Orang yang masih perlu susu yang dominan menunjukkan masih anak kecil, orang yang belum bisa menerima pengajaran yang keras, menunjukkan belum dewasa secara rohani. Mari kita tingkatkan kedewasaan rohani kita, Tuhan Yesus memberkati, Amin.<br \/>\n<em><font style=\"color: blue;\" size=\"-1\">(RI11102022)<\/font><\/em><br \/>\n<strong>Pokok Doa:<\/strong><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li>Jemaat yang belum mendapatkan pekerjaan supaya diberkati dengan mata pencaharian yang cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari;<\/li>\n<li>Pemerintah dan aparat yang ada dapat mengatasi persoalan banjir di musim penghujan saat ini;<\/li>\n<li>Masyarakat memiliki kesiapan yang baik dalam menghadapi kondisi banjir tahunan saat musim penghujan sehingga tidak ada korban jiwa.<\/li>\n<\/ol>\n<p><strong>Pokok Doa BPW SUMUR BANDUNG, Lampung Timur<\/strong><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"http:\/\/gbik.info\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/Pdt-Yulius-300x176.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"176\" class=\"alignnone size-medium wp-image-6108\" srcset=\"http:\/\/gbik.info\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/Pdt-Yulius-300x176.jpg 300w, http:\/\/gbik.info\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/Pdt-Yulius.jpg 389w\" sizes=\"auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/p>\n<li>Pelayanan dan kesehatan Gembala Sidang: Pdt. Yulius Eko serta keluarga;<\/li>\n<li>Bersyukur untuk kesetiaan jemaat hadir dalam kegiatan Ibadah dan Sekolah Minggu;<\/li>\n<li>Bersyukur untuk keterlibatan jemaat dalam melayani dalam kegiatan gerejawi;<\/li>\n<li>Persiapan Baptisan untuk 2 orang anggota gereja yang akan dibaptiskan pada bulan Desember 2022.<\/li>\n<\/ol>\n<p><\/br><\/p>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u201cSebab sekalipun kamu, ditinjau dari sudut waktu, sudah seharusnya menjadi pengajar, kamu masih perlu lagi diajarkan asas-asas pokok dari penyataan Allah, dan kamu masih memerlukan susu, bukan makanan keras. Sebab barang siapa masih memerlukan susu, ia tidak memahami ajaran tentang kebenaran, sebab ia adalah anak kecil.\u201d (Ibr. 5: 12-13) Suatu gerakan sosial keagamaan yang cukup&#8230;<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on wp_trim_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on wp_trim_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":19,"featured_media":4487,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[38],"tags":[],"class_list":["post-6346","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-srhi-santapan-rohani-hari-ini"],"_links":{"self":[{"href":"http:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6346","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"http:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"http:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/19"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6346"}],"version-history":[{"count":3,"href":"http:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6346\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6350,"href":"http:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6346\/revisions\/6350"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4487"}],"wp:attachment":[{"href":"http:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6346"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"http:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6346"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"http:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6346"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}