{"id":5811,"date":"2022-05-26T06:14:12","date_gmt":"2022-05-25T23:14:12","guid":{"rendered":"http:\/\/gbik.info\/?p=5811"},"modified":"2022-05-26T20:52:38","modified_gmt":"2022-05-26T13:52:38","slug":"srhi-25-mei-22-kasih-sebagai-dasar-untuk-melayani-tuhan-dan-kemajuan-gereja-nya","status":"publish","type":"post","link":"http:\/\/gbik.info\/index.php\/2022\/05\/26\/srhi-25-mei-22-kasih-sebagai-dasar-untuk-melayani-tuhan-dan-kemajuan-gereja-nya\/","title":{"rendered":"SRHI 26 MEI 22 &#8211; KASIH SEBAGAI DASAR UNTUK MELAYANI TUHAN DAN KEMAJUAN GEREJA-NYA"},"content":{"rendered":"<blockquote><p>\u201cAku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi&#8221;<br \/>\n(Yoh. 13:34)<\/p><\/blockquote>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n1 Korintus 13:7 \u201cIa menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu\u201d. Kasih yang Allah berikan kepada kita harus kita teruskan kepada orang lain yang terlibat dalam hidup kita. Ini bukan pilihan atau saran, tetapi ini adalah perintah: \u201cAku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi (Yoh. 13:34)\u201d.\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nJika kita seorang pengikut Kristus, maka kita harus mengasihi semua orang, suka tidak suka dengan orang itu \u2013 sama seperti bagaimana Allah mengasihi kita. Itu artinya kita harus menerima mereka tanpa syarat, mengasihi mereka sepenuhnya, dan menganggap mereka luar biasa berharga.\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nSeperti inilah bagaimana Allah mengasihi kita. Allah tidak pernah berhenti menunggu kita. Allah tidak pernah berhenti percaya kepada kita. Allah tidak pernah menyerah memperbaiki kita. Itulah yang Dia harap kita lakukan terhadap sesama.\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li>\n\u201cKasih itu sabar\u201d, artinya kasih membentangkan kasih karunia. Kita harus menawarkan kasih karunia yang dari Tuhan kepada orang lain.\n<\/li>\n<li>\n\u201cKasih itu tak pernah berhenti percaya\u201d, artinya kasih mengekspresikan iman. Katakan kepada seseorang, meski hari-hari itu sulit, kita tidak akan pernah berhenti percaya kepada orang lain.\n<\/li>\n<li>\n\u201cKasih itu tak pernah berhenti berharap\u201d, artinya kasih mengharapkan yang terbaik. Apakah kita mengharapkan yang terbaik dalam apapun juga.\n<\/li>\n<li>\n\u201cKasih Iitu tidak pernah menyerah\u201d, artinya kasih itu tetap bertahan di tengah situasi yang paling buruk. Tatap orang lain dan katakan, \u201cKau bisa melimpahkan segala emosimu padaku, tapi aku akan tetap mengasihimu apapun yang terjadi\u201d.<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nJadi saudara yang terkasih dalam Tuhan Yesus, mari kita berdoa secara pribadi untuk mengkoreksi diri dan memohon ampun kepada Tuhan kalau selama ini kita sering tidak suka kepada sesama kita atas hal-hal apapun juga. Mintalah kepada Tuhan juga supaya Dia membantu kita untuk memaafkan, mengampuni orang yang memusuhi kita karena Tuhan juga telah mengampuni kita supaya hidup kita menjadi berkat dan benar-benar mampu mendukung pelayanan di Gereja dan dimanapun kita berada. Tuhan Yesus memberkati .<br \/>\n<em><font color=\"blue\" size=\"-1\">(AP26052022)<\/font><\/em><\/p>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u201cAku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi&#8221; (Yoh. 13:34) 1 Korintus 13:7 \u201cIa menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu\u201d. Kasih yang Allah berikan kepada kita harus kita teruskan kepada orang lain yang&#8230;<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on wp_trim_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on wp_trim_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":19,"featured_media":3640,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[38],"tags":[],"class_list":["post-5811","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-srhi-santapan-rohani-hari-ini"],"_links":{"self":[{"href":"http:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5811","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"http:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"http:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/19"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5811"}],"version-history":[{"count":4,"href":"http:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5811\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5818,"href":"http:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5811\/revisions\/5818"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3640"}],"wp:attachment":[{"href":"http:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5811"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"http:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5811"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"http:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5811"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}