{"id":5803,"date":"2022-05-25T00:03:18","date_gmt":"2022-05-24T17:03:18","guid":{"rendered":"http:\/\/gbik.info\/?p=5803"},"modified":"2022-05-24T23:06:57","modified_gmt":"2022-05-24T16:06:57","slug":"srhi-25-mei-22-takhlukkan-musuh-guna-mendukung-pelayanan-gereja","status":"publish","type":"post","link":"http:\/\/gbik.info\/index.php\/2022\/05\/25\/srhi-25-mei-22-takhlukkan-musuh-guna-mendukung-pelayanan-gereja\/","title":{"rendered":"SRHI 25 MEI 22 &#8211; TAKHLUKKAN MUSUH GUNA MENDUKUNG PELAYANAN GEREJA!"},"content":{"rendered":"<blockquote><p>\u201cMemang kami masih hidup di dunia, tetapi kami tidak berjuang secara duniawi, karena senjata kami dalam perjuangan bukanlah senjata duniawi, melainkan senjata yang diperlengkapi dengan kuasa Allah, yang sanggup untuk meruntuhkan benteng-benteng. Kami mematahkan setiap siasat orang dan merubuhkan setiap kubu yang dibangun oleh keangkuhan manusia untuk menentang pengenalan akan Allah. Kami menawan segala pikiran dan menaklukkannya kepada Kristus,&#8221;<br \/>\n(2 Kor. 10:3-5)<\/p><\/blockquote>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nAlasan mengapa banyak orang tidak terampil dalam hidup ialah karena mereka tidak pernah belajar bagaimana caranya berperang dengan pikiran. Lebih-lebih dalam dunia pelayanan. Maka dari itu kita harus senantiasa menyondongkan hati dan pikiran kita kepada Tuhan melalui firman-Nya sebagaimana tertulis dalam Mazmur 119:112 \u201cTelah kucondongkan hatiku untuk melakukan ketetapan-ketetapan-Mu, untuk selama-lamanya, sampai saat terakhir\u201d.\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nJika kita ingin belajar mengendalikan hidup kita, kita harus keluar dari pikiran-pikiran yang merusak. Ini tidak mudah, sebab ada tiga musuh yang menahan kita untuk melaksanakan semua niat baik kita, niat untuk mengubah hidup kita, dan niat untuk kita setia melayani-Nya.\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n1. Musuh pertama adalah sifat lama kita. Paulus mengatakan dalam Roma 7:23, \u201cTetapi di dalam anggota-anggota tubuhku aku melihat hukum lain yang berjuang melawan hukum akal budiku dan membuat aku menjadi tawanan hukuman dosa yang ada di dalam anggota-anggota tubuhku.\u201d Pernahkah kita mendapati diri kita melakukan hal-hal yang tidak ingin kita lakukan? Itulah peperangan dalam otak kita, antara sifat lama kita yang penuh dosa dengan niat baik kita.<br \/>\n2. Musuh kedua kita adalah setan. Setan tidak bisa memaksakan kita, tetapi dia bisa memberi hasutan, dan hasutan tersebut sangat kuat. Setan terus menerus menanamkan pikiran negatif dalam pikiran kita. Dia akan menggunakan orang lain, atau apapun juga untuk menumbuhkan kembangkan pikiran negatif kita.<br \/>\n3. Musuh ketiga adalah sistem penilaian dunia. Apakah saat ini dalam masyarakat kita ada nilai-nilai yang mendorong kedisiplinan diri? Amat sedikit. Bahkan setiap iklan gencar mendoktrin pikiran kita untuk hidup serba mudah dengan cara yang enak.\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nDengan adanya musuh-musuh yang seperti itu, tak heran kita kesulitan menghadapi kekecewaan, keputusasaan, dan kegagalan! Jadi bagaimana kita seharusnya bertempur dalam peperangan ini? Lihat apa yang dikatakan dalam 2 Korintus 10:3-5: \u201cMemang kami masih hidup di dunia, tetapi kami tidak berjuang secara duniawi, karena senjata kami dalam perjuangan bukanlah senjata duniawi, melainkan senjata yang diperlengkapi dengan kuasa Allah, yang sanggup untuk meruntuhkan benteng-benteng. Kami mematahkan setiap siasat orang dan merubuhkan setiap kubu yang dibangun oleh keangkuhan manusia untuk menentang pengenalan akan Allah. Kami menawan segala pikiran dan menaklukkannya kepada Kristus,\u201d\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nMari Saudara, kita serahkan hidup kita, baik hati dan pikiran kita untuk tetap mendengarkan Tuhan melalui firman-Nya sebelum dan terlebih nanti saat kita melayani Tuhan atau perang itu dimulai sebab ketika kita sudah melayani justru peperangan rohani akan semakin besar. Tuhan Yesus memberkati.<br \/>\n<em><font color=\"blue\" size=\"-1\">(AP25052022)<\/font><\/em><\/p>\n<p><strong>Pokok Doa:<\/strong><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li>Bangsa Indonesia dalam rangka pemulihan ekonomi: usaha mikro, kecil, menengah dapat memanfaatkan teknologi digital dan terus meningkatkan laju perekonomian di Indonesia;<\/li>\n<li>Jemaat GBIK tetap setia dalam memberikan perpuluhan dan persembahan dan Tuhan memberi berkat untuk mencukupan kebutuhan Jemaat GBIK;<\/li>\n<li>Setiap Program GBIK dapat berjalan lancar melalui Sekolah Minggu Organisasi-organisasi  dan Kepanitiaan -kepanitiaan yang ada dapat terlaksana dengan baik sesuai Misi Visi Gereja yang di berkati dan menjadi berkat;<\/li>\n<li>Kekuatan serta penghiburan bagi kel. Alm. Pdt. Hendrik Wariki dan Almh. Ibu Noniek Soelastri (Ibu Giri) yang berpulang ke rumah Bapa di surga.<\/li>\n<\/ol>\n<p><strong>Pokok Doa Cabang ALFA OMEGA, Gamhoku, Tobelo, Halmahera Utara<\/strong><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li>Kerinduan memiliki gembala sidang;<\/li>\n<li>Kesehatan dan kesetiaan jemaat;<\/li>\n<li>Kesehatian dan kesatuan jemaat.<\/li>\n<\/ol>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u201cMemang kami masih hidup di dunia, tetapi kami tidak berjuang secara duniawi, karena senjata kami dalam perjuangan bukanlah senjata duniawi, melainkan senjata yang diperlengkapi dengan kuasa Allah, yang sanggup untuk meruntuhkan benteng-benteng. Kami mematahkan setiap siasat orang dan merubuhkan setiap kubu yang dibangun oleh keangkuhan manusia untuk menentang pengenalan akan Allah. Kami menawan segala pikiran&#8230;<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on wp_trim_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on wp_trim_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":19,"featured_media":4141,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[38],"tags":[],"class_list":["post-5803","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-srhi-santapan-rohani-hari-ini"],"_links":{"self":[{"href":"http:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5803","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"http:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"http:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/19"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5803"}],"version-history":[{"count":4,"href":"http:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5803\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5809,"href":"http:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5803\/revisions\/5809"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4141"}],"wp:attachment":[{"href":"http:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5803"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"http:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5803"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"http:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5803"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}