{"id":5435,"date":"2022-02-21T00:03:58","date_gmt":"2022-02-20T17:03:58","guid":{"rendered":"http:\/\/gbik.info\/?p=5435"},"modified":"2022-02-20T20:43:57","modified_gmt":"2022-02-20T13:43:57","slug":"srhi-21-feb-22-respon-orang-yang-takut","status":"publish","type":"post","link":"http:\/\/gbik.info\/index.php\/2022\/02\/21\/srhi-21-feb-22-respon-orang-yang-takut\/","title":{"rendered":"SRHI 21 FEB 22 &#8211; RESPON ORANG YANG TAKUT"},"content":{"rendered":"<blockquote><p>\u201cMaka datanglah murid-murid-Nya membangunkan Dia, katanya: \u201cTuhan, tolonglah kita binasa.\u201d&#8221;<br \/>\n(Mat. 8: 25)<\/p><\/blockquote>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nBerbicara mengenai ketakutan, tidak dapat dilepaskan dari berbicara tentang bagaimana tindakan yang diambil dari orang merasa takut itu. Mau tidak mau orang pasti bereaksi setelah secara psikologis terjadi ketakutan dalam hati dan pikirannya. Apa reaksinya dan apa tindakan yang diambil selanjutnya, menunjukkan bagaimana kondisi rohani orang yang bersangkutan.\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nDalam peristiwa yang tertulis dalam Matius 8: 23-27 di bawah judul perikop \u201cAngin ribut diredakan\u201d, dapat dilihat bagaimana tindakan para murid yang ketakutan karena perahu yang ditumpanginya diterpa angin ribut yang sangat kencang. Peristiwa itu juga dicatat dalam Injil Markus 4: 35-41 dan Injil Lukas 8: 22-25. Peristiwa yang dicatat dalam tiga Injil tersebut sama, yakni pada saat mereka melakukan perjalanan melalui danau Tiberias bersama dengan Tuhan Yesus, angin kencang mengamuk, pada saat itu Tuhan Yesus sedang tidur. Mereka lalu membangunkan Tuhan Yesus, namun bahasa yang dipakai Matius , Markus dan Lukas beda satu dengan yang lain saat membangunkan-Nya.\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li>Matius menuliskan begini: <em>\u201cMaka datanglah murid-murid-Nya membangunkan Dia, katanya: \u201cTuhan, tolonglah kita binasa.\u201d\u201d <\/em>(Mat. 8: 25). Kalimat ini menunjukkan orang yang putus asa, tidak punya pengharapan.<\/li>\n<li>Markus menuliskan begini: <em>\u201cPada waktu itu Yesus sedang tidur di buritan di sebuah tilam. Maka murid-murid-Nya membangunkan Dia dan berkata kepada-Nya: <\/em>\u201c<em>Guru, Engkau tidak peduli kalau kita binasa?\u201d\u201d <\/em>(Mrk. 4: 38). Kalimat ini menunjukkan para murid marah, jengkel, Tuhan tidak mempedulikannya.<\/li>\n<li>Lukas menuliskan begini: \u201c<em>Maka datanglah murid-murid-Nya membangunkan Dia katanya: \u201cGuru, Guru, kita binasa.\u201d\u201d <\/em>(Luk. 8: 24). Kalimat ini menunjukkan bahwa para murid sudah menyerah terhadap apa yang dialaminya.<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nDengan tidak mempermasalahkan kenapa mereka menulis berbeda, sadar atau tidak itulah yang menjadi reaksi kita saat menghadapi bahaya yang menakutkan yakni kita putus asa, kita marah atau kita seolah sudah berada dalam ujung tanduk kebinasaan. Di saat seperti itulah kita memerlukan Tuhan Yesus, Dia yang bisa memberi kelegaan. \u201c<em>Marilah kepadaku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.\u201d<\/em> (Mat. 11: 28). Jangan takut, datanglah kepada-Nya, Dia akan menolong kita. Tuhan Yesus memberkati, Amin.<br \/>\n<em><font color=\"blue\" size=\"-1\">(RI21022022)<\/font><\/em><\/p>\n<p><strong>Pokok Doa:<\/strong><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li>Doakan untuk pandemi covid di Indonesia dapat stabil bahkan turun, yang terpapar disembuhkan, yang merawat pasien yaitu para medis dan relawan tetap terjaga dan vaksinasi terus berjalan dengan baik serta PPKM yang diterapkan dipatuhi;<\/li>\n<li>Doakan untuk kegiatan yang ada di gereja tidak menjadi cluster covid dengan penerapan prokes yang ketat sehingga banyak kegiatan\/acara dapat diselenggarakan dengan baik untuk kemuliaan Tuhan;<\/li>\n<li>Bersyukur untuk setiap acara dan kegiatan yang telah dilakukan di minggu sebelumnya dapat berjalan dengan lancar dan mendoakan untuk semua panitia yang terlibat tetap semangat melayani dan jemaat dapat terberkati dengan imannya dikuatkan.<\/li>\n<\/ol>\n<p><strong>Pokok Doa Cabang SINDU, Bengkayang, Kalimantan Barat:<\/strong><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li>Doakan agar pelayanan di Sindu semakin membaik;<\/li>\n<li>Doakan jemaat semakin bertumbuh dan memiliki kerinduan untuk melayani;<\/li>\n<li>Doakan agar ada Baptisan tahun ini.<\/li>\n<\/ol>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u201cMaka datanglah murid-murid-Nya membangunkan Dia, katanya: \u201cTuhan, tolonglah kita binasa.\u201d&#8221; (Mat. 8: 25) Berbicara mengenai ketakutan, tidak dapat dilepaskan dari berbicara tentang bagaimana tindakan yang diambil dari orang merasa takut itu. Mau tidak mau orang pasti bereaksi setelah secara psikologis terjadi ketakutan dalam hati dan pikirannya. Apa reaksinya dan apa tindakan yang diambil selanjutnya, menunjukkan&#8230;<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on wp_trim_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on wp_trim_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":19,"featured_media":5437,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[38],"tags":[],"class_list":["post-5435","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-srhi-santapan-rohani-hari-ini"],"_links":{"self":[{"href":"http:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5435","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"http:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"http:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/19"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5435"}],"version-history":[{"count":2,"href":"http:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5435\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5438,"href":"http:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5435\/revisions\/5438"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/5437"}],"wp:attachment":[{"href":"http:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5435"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"http:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5435"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"http:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5435"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}