{"id":5355,"date":"2022-01-29T00:03:37","date_gmt":"2022-01-28T17:03:37","guid":{"rendered":"http:\/\/gbik.info\/?p=5355"},"modified":"2022-01-28T14:21:41","modified_gmt":"2022-01-28T07:21:41","slug":"srhi-29-jan-22-petunjuk-arah","status":"publish","type":"post","link":"http:\/\/gbik.info\/index.php\/2022\/01\/29\/srhi-29-jan-22-petunjuk-arah\/","title":{"rendered":"SRHI 29 JAN 22 &#8211; PETUNJUK ARAH"},"content":{"rendered":"<blockquote><p>\u201csehingga kita bukan lagi anak-anak, yang diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran, oleh permainan palsu manusia dalam kelicikan mereka yang menyesatkan, tetapi dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih kita bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia, Kristus, yang adalah Kepala.&#8221;<br \/>\n(Efesus 4:14-15)<\/p><\/blockquote>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nDi dalam kehidupan perlu ada pedoman yang menjadi dasar kehidupan kita. Bila tidak ada pedoman hidup, maka\u00a0 kita akan kehilangan arah kehidupan mau dibawa kemana. Seperti kita berada di tengah lautan, walaupun keadaan berombak atau tenang kita mempunyai arah hendak ke mana. Setelah dewasa manusia diberikan kesempatan lebih bebas untuk menentukan kehidupan.\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nOrang yang percaya perlu kedewasaan rohani, sehingga tidak mudah goyah oleh ajaran palsu dan cobaan yang kita hadapi. Kita tidak mudah berputus asa, dengan kesetiaan, keuletan dan daya juang, kehidupan yang berdasarkan kebenaran Alkitab yang menjadi pengabdian\u00a0 kita. Bila pengabdian tidak memadai maka kita akan masih seperti anak anak. Kebenaran akan Injil, haruslah kita pegang, diberitakan dan dipertahankan dalam kasih. Kasih yang kita fokuskan kepada Tuhan, kepada persekutuan dengan sesama dan\u00a0 kepada satu sama lainnya.\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nUntuk mendapatkan pemeliharaan Tuhan yang indah ini kita harus tetap setia sampai akhir hayat. Jangan sekali-kali tinggalkan Tuhan, apalagi sampai &#8220;bercabang hati&#8221; dengan mengharapkan ilah lain atau manusia. Ketika keadaan terpuruk dan tidak berdaya, jangan sekali-kali terlintas dalam pikiran kita untuk berharap pada pertolongan ilah lain. Jangan khawatir diombang-ambing oleh kehidupan, tetapi tetap arahkan kepada Kristus yang adalah kepala.\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nFirman Tuhan mengatakan: \u201c<strong>Tetapi dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih, kita bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia, Kristus, yang adalah Kepala<\/strong>.\u201d (Efesus 4:15). Kristus tidak akan menunda nunda dalam memberi pertolongan kepada orang yang setia kepada Nya. Tuhan Yesus memberkati Amin.<br \/>\n<em><font color=\"blue\" size=\"-1\">(MS29012022)<\/font><\/em><\/p>\n<p><strong>Pokok Doa:<\/strong><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li>Doakan persiapan dan upaya pemerintah membangun Ibukota baru di Kalimantan;<\/li>\n<li>Doakan hikmat bagi pemerintah, pelaku usaha dan semua pemangku kepentingan lain dalam menangani peningkatan pasien covid-19;<\/li>\n<li>Doakan jemaat GBIK mendapat fasilitas vaksin covid 19 secara lengkap (1-booster).<\/li>\n<\/ol>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u201csehingga kita bukan lagi anak-anak, yang diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran, oleh permainan palsu manusia dalam kelicikan mereka yang menyesatkan, tetapi dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih kita bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia, Kristus, yang adalah Kepala.&#8221; (Efesus 4:14-15) Di dalam kehidupan perlu ada pedoman yang menjadi dasar kehidupan kita&#8230;.<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on wp_trim_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on wp_trim_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":19,"featured_media":5357,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[38],"tags":[],"class_list":["post-5355","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-srhi-santapan-rohani-hari-ini"],"_links":{"self":[{"href":"http:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5355","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"http:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"http:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/19"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5355"}],"version-history":[{"count":1,"href":"http:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5355\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5356,"href":"http:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5355\/revisions\/5356"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/5357"}],"wp:attachment":[{"href":"http:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5355"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"http:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5355"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"http:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5355"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}