{"id":4879,"date":"2021-09-29T00:03:15","date_gmt":"2021-09-28T17:03:15","guid":{"rendered":"http:\/\/gbik.info\/?p=4879"},"modified":"2021-09-29T07:40:40","modified_gmt":"2021-09-29T00:40:40","slug":"srhi-29-sep-21-kasih-yang-nyata-dan-benar-bagian-1","status":"publish","type":"post","link":"http:\/\/gbik.info\/index.php\/2021\/09\/29\/srhi-29-sep-21-kasih-yang-nyata-dan-benar-bagian-1\/","title":{"rendered":"SRHI 29 SEP 21 &#8211; KASIH YANG NYATA DAN BENAR (Bagian 1)"},"content":{"rendered":"<h4 style=\"text-align: center;\"><em>&#8220;Anak-anakku marilah kita mengasihi bukan dengan perkataan atau lidah, tetapi dengan perbuatan dan dalam kebenaran.&#8221;<\/em><\/h4>\n<h4 style=\"text-align: center;\">(1 Yoh. 3:18)<\/h4>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nPerumpamaan Tuhan Yesus tentang orang yang dirampok dan dianiaya hingga luka parah, lalu ada tiga orang yang lewati, antara lain: Seorang Imam, seorang Lewi, seorang Samaria. Imam adalah perantara antara manusia dan Allah dalam penyembahan (konteks sekarang bisa direpresentasikan sebagai pendeta). Ia lewat begitu saja dan membiarkan korban perampokan itu. Lalu ada seorang Lewi. Lewi adalah pelayan Tuhan sepenuh waktu, namun hanya melihat\u00a0 dan meninggalkan korban perampokan itu. Kemudian seorang Samaria. Orang Samaria dikenal sebagai seorang yang tidak baik karena kebiasaan yang tidak baik dan percampuran agama. Kalau saat ini mungkin orang dunia atau orang berdosa yang jahat, namun justru dia yang merawat dan membiayai kebutuhan korban sampai sembuh.\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nDiantara tiga orang itu siapakah yang menunjukkan tindakan kasih yang nyata dan benar? Jelas orang Samaria. Tuhan Yesus memakai perumpamaan ini untuk mencelikkan mata orang Farisi dan orang dunia bahwa \u201ckasih\u201d dapat menembus batas sosial atau predikat sosial dalam komunitas masyarakat tertentu. Kasih tidak dipandang berdasarkan jabatan atau tingkat sosial, bahkan seseorang yang seharusnya memiliki kasih, tetapi sekali lagi ukuran kasih adalah tindakan.\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nAda orang Kristen yang menganggap kasih secara pikiran (mental) yaitu keinginan atau pengetahuan tentang kasih atau kemauan (tekad) dan rasa kasihan, belas kasihan, dan lainnya sebagai sebuah kasih. Tidak! Itu bukan kasih sebelum diubah dan diteruskan dalam wujud tindakan nyata. Iman Kristen adalah iman yang harus diwujudkan pada tindakan bukan imajinasi atau ide atau kemauan. Dan dalam Perjanjian Baru jelas dikatakan bahwa kasih menjadi hukum yang terutama, yaitu untuk mengasihi Allah dan sesama (Mat. 22:34-40). Tuhan Yesus memberkati.<br \/>\n<em><font color=\"blue\" size=\"-1\">(AP29092021)<\/font><\/em>\n<\/p>\n<p><strong>Pokok Doa:<\/strong><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li>Dokan Pemerintah Indonesia dalam penegakan hukum terkait adanya aksi masa di Gedung KPK, tetap fokus bekerja memberantas korupsi di Indonesia;<\/li>\n<li>Doakan GBIK dan Cabang, berserta Pos PI dapat menjalankan tugas dan tanggung jawab, serta kebutuhan biaya operasional tercukupi;<\/li>\n<li>Doakan Jemaat GBIK tetap semangat dan setia memberikan persembahan perpuluhan  ditengah tekanan ekonomi yang ada saat ini, Tuhan Yesus tetap memberkati.<\/li>\n<\/ol>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>&#8220;Anak-anakku marilah kita mengasihi bukan dengan perkataan atau lidah, tetapi dengan perbuatan dan dalam kebenaran.&#8221; (1 Yoh. 3:18) &nbsp; Perumpamaan Tuhan Yesus tentang orang yang dirampok dan dianiaya hingga luka parah, lalu ada tiga orang yang lewati, antara lain: Seorang Imam, seorang Lewi, seorang Samaria. Imam adalah perantara antara manusia dan Allah dalam penyembahan (konteks&#8230;<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on wp_trim_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on wp_trim_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":19,"featured_media":4787,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[38],"tags":[],"class_list":["post-4879","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-srhi-santapan-rohani-hari-ini"],"_links":{"self":[{"href":"http:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4879","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"http:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"http:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/19"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4879"}],"version-history":[{"count":3,"href":"http:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4879\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4884,"href":"http:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4879\/revisions\/4884"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4787"}],"wp:attachment":[{"href":"http:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4879"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"http:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4879"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"http:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4879"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}