{"id":465,"date":"2017-01-08T21:00:31","date_gmt":"2017-01-08T14:00:31","guid":{"rendered":"http:\/\/gbik.info\/?p=465"},"modified":"2017-01-08T20:37:43","modified_gmt":"2017-01-08T13:37:43","slug":"renungan-9-januari-2017-berikanlah-dorongan-jangan-patahkan-semangat","status":"publish","type":"post","link":"http:\/\/gbik.info\/index.php\/2017\/01\/08\/renungan-9-januari-2017-berikanlah-dorongan-jangan-patahkan-semangat\/","title":{"rendered":"Renungan 9 Januari 2017 &#8211; Berikanlah Dorongan, Jangan Patahkan Semangat"},"content":{"rendered":"<hr \/>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>Bacaan Alkitab : Ayub 15 &#8211; 18<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>(Kurun waktu : diperkirakan 2.324 \u00a0&#8211; 2.224 S.M.)<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>\u201cBerikanlah Dorongan, Jangan Patahkan Semangat\u201d<\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">download versi word file : <a href=\"http:\/\/gbik.info\/wp-content\/uploads\/2017\/01\/Renungan-Harian-Tgl-9-Januari-1.docx\">renungan-harian-tgl-9-januari<\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ketika kita berada di dalam kesulitan besar atau saat mengalami penderitaan yang berat, biasanya kita tidak ingin ada orang yang mendatangi, menghibur kita dengan seolah-olah mereka memiliki semua jawaban atas masalah kita, atau malahan menyalahkan dan mengkritik kita.\u00a0 Yang kita kehendaki adalah agar beban kita terangkat. Kita ingin dikuatkan. Kita ingin tahu apa manfaat segala tuduhan yang diarahkan ke diri kita.\u00a0 Jika kita telah melakukan suatu kesalahan, kita sendirilah yang paling mengerti tentang kesalahan tersebut. Kita tidak perlu orang lain menunjukkan kesalahan tersebut kepada kita dengan tudingannya. Staff paramedis dan para dokter tidak menghendaki adanya seseorang yang datang dan mengganggu kesehatan pasien mereka dengan cara-cara yang malahan menyebabkan tekanan emosional bagi pasien tersebut. Meskipun demikian, tanpa kehadiran staff paramedis tersebut, kita pun mengerti bahwa kita seharusnya menjadi seorang penolong, dan bukannya menjadi penghambat bagi kesembuhan dan pemulihan kondisi mental orang lain.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ayub adalah salah satu pendahulu pejuang iman yang hidup sekitar masa hidup Abraham. Allah bangga akan kesalehan Ayub. Kemudian untuk mempermalukan Allah, Iblis minta ijin untuk mencobai Ayub sehingga ia kemudian akan mengutuki Allah. Allah mengijinkan hal tersebut. Lalu tiba-tiba hanya dalam waktu sehari Ayub kehilangan seluruh anggota keluarganya (terkecuali istrinya), usahanya, harta-benda nya dan bahkan rasa hormat orang lain terhadapnya. Dan akhirnya, hanya dalam waktu singkat sesudahnya, kemudian Ayub juga kehilangan kesehatannya, menderita suatu barah\/bisul yang parah dan membuatnya sangat menderita.\u00a0 Teman-teman Ayub kemudian mengunjunginya dengan maksud yang baik: memberi dorongan bagi sahabatnya tersebut. Ayub menyambut baik kedatangan mereka, namun kemudian ia menjadi kecewa ketika sahabat-sahabatnya itu berubah jadi kritikus yang sangat buruk. Kemudian karena melihat Ayub meratapi kondisinya tersebut kepada Allah dan memohon kepadaNya untuk mengakhiri penderitaan tersebut, sahabat-sahabatnya kemudian mencoba membela Allah dan menyalahkan Ayub. Semua \u201cpenasihat nya\u201d berkata bahwa segala bencana tersebut terjadi karena dosa-dosa yang dilakukannya.\u00a0 Mereka menyalahkan Ayub karena telah bersikap angkuh, membohongi diri sendiri dan bahkan menuduhnya telah melakukan hal yang jahat di mata Tuhan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sama seperti teman-temannya yang lain, Elifas orang Teman, juga berkata bahwa semua ucapan indah yang dilontarkan Ayub hanyalah omong kosong.\u00a0 Ia berkata : \u201c15:4 Lagipula engkau melenyapkan rasa takut dan mengurangi rasa hormat kepada Allah. 15:5 Kesalahanmulah yang mengajar mulutmu, dan bahasa orang licik yang kaupilih. (Ayub 15 : 4-5).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Elifas merasa tersinggung karena Ayub menolak mendengar \u201chikmat\u201d yang mereka sampaikan.\u00a0 Meskipun Ayub adalah sahabat yang paling \u2018dituakan\u2019, namun mereka menganggap bahwa diri mereka juga berhikmat. Sahabat-sahabat Ayub berulang-ulang mengatakan bahwa Ayub telah melakukan kejahatan, dan hal itulah yang menyebabkan Allah meninggalkannya. Lagipula, menurut mereka, bukankah memang seperti itulah cara Allah bertindak?\u00a0 Elifas dan Bildad sama-sama mengeroyok Ayub dan bahkan menuduh Ayub sebagai seorang yang tidak percaya dan\u00a0 tidak kenal Tuhan serta jahat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>\u00a0<\/strong>Mereka berkata : \u201c(15:34) Karena kawanan orang-orang fasik tidak berhasil, dan api memakan habis kemah-kemah orang yang makan suap. (15:35) Mereka menghamilkan bencana dan melahirkan kejahatan, dan tipu daya dikandung hati mereka.&#8221; (Ayub 15 : 34-35).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">(18:20) Atas hari ajalnya orang-orang di Barat akan tercengang, dan orang-orang di Timur akan dihinggapi ketakutan.(18:21)\u00a0\u00a0 Sungguh, demikianlah tempat kediaman orang yang curang, begitulah tempat tinggal orang yang tidak mengenal Allah.&#8221; (Ayub 18 : 20-21).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bagaimanakah seharusnya reaksi yang tepat atas penderitaan? Ayub 16 : 1-5 memberikan jawaban bagi kita : (16:1)\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Tetapi Ayub menjawab: (16:2)\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 &#8220;Hal seperti itu telah acap kali kudengar. Penghibur sialan kamu semua! (16:3) Belum habiskah omong kosong itu? Apa yang merangsang engkau untuk menyanggah? (16:4)\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Akupun dapat berbicara seperti kamu, sekiranya kamu pada tempatku; aku akan menggubah kata-kata indah terhadap kamu, dan menggeleng-gelengkan kepala atas kamu. (16:5) Aku akan menguatkan hatimu dengan mulut, dan tidak menahan bibirku mengatakan belas kasihan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Apakah kita memberikan kelegaan bagi orang yang sedang menderita, atau malahan menambah beban dan tekanan mental bagi mereka?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Reaksi Ayub terhadap penderitaan pribadi yang dialaminya adalah tidak menolak penderitaan tersebut, melainkan tetap mempertahankan sikap hidup yang benar dan tetap berpengharapan. Ayub berkata di dalam Pasal 16 : 15-17 : \u201c(16:15) Kain kabung telah kujahit pada kulitku, dan tandukku kumasukkan ke dalam debu; (16:16) mukaku merah karena menangis, dan bulu mataku ditudungi kelam pekat, (16:17) sungguhpun tidak ada kelaliman pada tanganku, dan doaku bersih.\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Secara intuitif, sebenarnya Ayub telah menyadari bahwa ia memiliki seorang perantara di surga yang akan membela perkara nya di hadapan Allah, meskipun pada saat itu Yesus Kristus, Anak Allah, belum menyatakan diri ke dunia. Ayub 16 : 19-21 menyatakan pengharapannya tersebut : \u201c(16:19) Ketahuilah, sekarangpun juga, Saksiku ada di sorga, Yang memberi kesaksian bagiku ada di tempat yang tinggi. (16:20) Sekalipun aku dicemoohkan oleh sahabat-sahabatku, namun ke arah Allah mataku menengadah sambil menangis, (16:21)\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 supaya Ia memutuskan perkara antara manusia dengan Allah, dan antara manusia dengan sesamanya.\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Saat ini kita tahu bahwa Yesus Kristus adalah Perantara kita di hadapan Allah. Ibrani 7 :25-26 berkata : \u201c(7:25) Karena itu Ia sanggup juga menyelamatkan dengan sempurna semua orang yang oleh Dia datang kepada Allah. Sebab Ia hidup senantiasa untuk menjadi Pengantara mereka. (7:26) Sebab Imam Besar yang demikianlah yang kita perlukan: yaitu yang saleh, tanpa salah, tanpa noda, yang terpisah dari orang-orang berdosa dan lebih tinggi dari pada tingkat-tingkat sorga.\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ayub tidak tahu apakah Allah akan membebaskannya dari penderitaan tersebut, dan ia beranggapan bahwa Allah akan membiarkannya dalam keadaan tersebut.\u00a0 Tetapi Ayub memberi teladan bagi kita tentang sikap yang baik saat mengalami penderitaan. Ayub 17 : 7 \u2013 9 berkata : \u201c(17:7) Mataku menjadi kabur karena pedih hati, segala anggota tubuhku seperti bayang-bayang. (17:8) Orang-orang yang jujur tercengang karena hal itu, dan orang yang tidak bersalah naik pitam terhadap orang fasik. (17:9) Meskipun begitu orang yang benar tetap pada jalannya, dan orang yang bersih tangannya bertambah-tambah kuat.\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sesungguhnya tekad Ayub tersebut lebih kuat dibanding sahabat-sahabatnya, karena kemudian ia meminta sahabat-sahabatnya tersebut untuk menantangnya dengan sikap yang menurut mereka sangat bijaksana tersebut (Ayub 17 : 10).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><u>Untuk Direnungkan dan Dilakukan :<\/u><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li>Jadilah seorang penolong, dan jangan jadi penghambat bagi kesembuhan dan pemulihan kondisi<\/li>\n<li>Pakailah ucapan Anda untuk memberi dorongan bagi orang yang sedang menderita atau berada dalam masalah. Kiranya penghiburan melalui ucapan Anda akan memberikan kesejukan bagi orang yang sedang menderita tersebut, dan bukannya membuat ia makin tertekan.<\/li>\n<li>Saat Anda sedang mengalami penderitaan, janganlah menolaknya, tetapi tetaplah hidup dalam kebenaran dan menaruh harap kepada Allah.<\/li>\n<li>Yesus Kristus adalah Perantara bagi kita. Dia mengerti segala penderitaan dan rasa sakit yang sedang kita alami. Kadang-kadang orang lain mengecewakan kita. Pandanglah pada Allah untuk mendapatkan kekuatan dan pertolongan pada saat kita membutuhkannya.<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><u>Pertanyaan Untuk Diskusi :<\/u><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li>Ceritakanlah tentang tantangan dan perjuangan yang harus Anda lakukan untuk mempertahankan sikap hidup yang saleh dan benar, serta tetap berharap kepada Tuhan, ketika Anda sedang mengalami penderitaan atau masalah yang Tuhan ijinkan terjadi dalam hidup Anda, baik karena kesalahan yang telah Anda buat sendiri, ataupun karena kesalahan orang lain. Apakah Anda kemudian berhasil mengatasi penderitaan\/ masalah tersebut? Pelajaran rohani apakah yang Anda peroleh dari penderitaan \/ masalah tersebut?<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><u>Ayat Hafalan Hari Ini :<\/u><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li>Ayub 16 : 19 \u2013 21 \u201c(16:19) Ketahuilah, sekarangpun juga, Saksiku ada di sorga, Yang memberi kesaksian bagiku ada di tempat yang tinggi. (16:20) Sekalipun aku dicemoohkan oleh sahabat-sahabatku, namun ke arah Allah mataku menengadah sambil menangis,(16:21) supaya Ia memutuskan perkara antara manusia dengan Allah, dan antara manusia dengan sesamanya.\u201d<\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bacaan Alkitab : Ayub 15 &#8211; 18 (Kurun waktu : diperkirakan 2.324 \u00a0&#8211; 2.224 S.M.) \u201cBerikanlah Dorongan, Jangan Patahkan Semangat\u201d &nbsp; download versi word file : renungan-harian-tgl-9-januari &nbsp; Ketika kita berada di dalam kesulitan besar atau saat mengalami penderitaan yang berat, biasanya kita tidak ingin ada orang yang mendatangi, menghibur kita dengan seolah-olah mereka memiliki&#8230;<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on wp_trim_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on wp_trim_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":19,"featured_media":500,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[20],"tags":[],"class_list":["post-465","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"http:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/465","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"http:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"http:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/19"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=465"}],"version-history":[{"count":8,"href":"http:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/465\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":501,"href":"http:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/465\/revisions\/501"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/500"}],"wp:attachment":[{"href":"http:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=465"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"http:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=465"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"http:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=465"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}