{"id":3340,"date":"2020-10-28T00:15:24","date_gmt":"2020-10-27T17:15:24","guid":{"rendered":"http:\/\/gbik.info\/?p=3340"},"modified":"2020-10-28T05:38:50","modified_gmt":"2020-10-27T22:38:50","slug":"srhi-28-okt-20-sumpah-pemuda","status":"publish","type":"post","link":"http:\/\/gbik.info\/index.php\/2020\/10\/28\/srhi-28-okt-20-sumpah-pemuda\/","title":{"rendered":"SRHI 28 OKT 20 &#8211; SUMPAH PEMUDA"},"content":{"rendered":"<blockquote class=\"wp-block-quote\" style=\"text-align: center;\"><p><em><strong>\u201cJangan lalai dalam mempergunakan karunia yag ada padamu, yang telah diberikan kepadamu oleh nubuat dan dengan penumpangan tangan sidang penatua.&#8221;\u201d<br \/>\n<cite> (1 Tim. 4:14)<\/cite><\/strong><\/em><\/p><\/blockquote>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nTepat hari ini 92 tahun yang lalu, para pemuda Indonesia dari berbagai penjuru Nusantara, mengikrarkan apa yang kita kenal dengan nama SUMPAH PEMUDA. Dalam suasana penjajahan Belanda yang masih kuat, mereka berani melakukan hal tersebut adalah keberanian yang luar biasa. Ada yang mengatakan itu keberanian yang penuh dengan kenekadan, karena mereka melakukan di bawah pengawasan ketat pemerintahan penjajah Hindia Belanda.\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nAyat nats tersebut di atas adalah salah satu nasehat utama yang diberikan Rasul Paulus kepada anak rohaninya Timotius. Ditulis sekitar tahun 64, di saat Paulus menempatkan Timotius yang masih muda menjadi pemimpin di lingkungan orang percaya di Efesus. Sebagai seorang pemimpin rohani, Timotius dinasehati Paulus agar tetap mempergunakan karunia yang ada padanya. Ini berarti bahwa Tuhan memilih orang untuk melayani-Nya, pasti akan melengkapinya dengan karunia-karunia yang dibutuhkan untuk pelayanan itu.\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nPelayanan akan dirasakan sebagai sesuatu yang membahagiakan di saat kita dapat menyadari dan merasakan serta mempraktekkan dengan sungguh-sungguh karunia rohani yang Tuhan berikan untuk melayani-Nya. Sering seorang pelayan tidak merasakan kebahagiaan dalam melayani karena tidak atau kurang menyadari, kurang merasakan dan kurang mempraktekkan karunia yang Tuhan beri. Tanpa kesadaran dan perasaan memiliki karunia rohani, orang akan merasa sungkan dan ragu-ragu atau bahkan takut melayani-Nya.\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nBelajar dari para pemuda Indonesia 92 tahun yang lalu dalam mengikrarkan Sumpah Pemuda, mereka sadar dan yakin, kemerdekaan hanya dapat diperoleh melalui persatuan di antara mereka. Tanpa semua itu kemerdekaan hanyalah kayalan semata. Sumpah Pemuda merupakan tonggak sejarah yang tak dapat dilupakan oleh bangsa Indonesia. Mari orang muda, laksanakan apa yang menjadi perintah Tuhan, layailah Dia sesuai dengan karunia rohani yang ada padamu, Dia akan memberikan pengalaman istimewa dan bersejarah dalam kehidupanmu. Jangan sia-siakan kesempatan yang Tuhan bri kepadamu. Tuhan memberkatimu.<br \/>\n<em><font style=\"color: blue;\" size=\"-1\">(RI28102020)<\/font><\/em>\n<\/p>\n<p><strong>Pokok Doa:<\/strong><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li>Mari doakan generasi Muda di NKRI di anugerah kan hati takut akan Tuhan;<\/li>\n<li>Mari doakan pelaksanaan Doa semalaman , dan para pelayan yaitu para pemuda melayani dengan sukacita;<\/li>\n<li>Doakan Persiapan Jemaat yang akan mengikuti Doa semalaman diberikan kesehatan dan di berikan signal Yang lancar.<\/li>\n<\/ol>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u201cJangan lalai dalam mempergunakan karunia yag ada padamu, yang telah diberikan kepadamu oleh nubuat dan dengan penumpangan tangan sidang penatua.&#8221;\u201d (1 Tim. 4:14) Tepat hari ini 92 tahun yang lalu, para pemuda Indonesia dari berbagai penjuru Nusantara, mengikrarkan apa yang kita kenal dengan nama SUMPAH PEMUDA. Dalam suasana penjajahan Belanda yang masih kuat, mereka berani&#8230;<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on wp_trim_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on wp_trim_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":19,"featured_media":3342,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[38],"tags":[],"class_list":["post-3340","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-srhi-santapan-rohani-hari-ini"],"_links":{"self":[{"href":"http:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3340","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"http:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"http:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/19"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3340"}],"version-history":[{"count":3,"href":"http:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3340\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3344,"href":"http:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3340\/revisions\/3344"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3342"}],"wp:attachment":[{"href":"http:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3340"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"http:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3340"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"http:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3340"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}