{"id":3320,"date":"2020-10-23T00:18:43","date_gmt":"2020-10-22T17:18:43","guid":{"rendered":"http:\/\/gbik.info\/?p=3320"},"modified":"2020-10-22T21:39:12","modified_gmt":"2020-10-22T14:39:12","slug":"srhi-23-okt-20-cara-kaum-muda-kristen-menghadapi-pencobaan","status":"publish","type":"post","link":"http:\/\/gbik.info\/index.php\/2020\/10\/23\/srhi-23-okt-20-cara-kaum-muda-kristen-menghadapi-pencobaan\/","title":{"rendered":"SRHI 23 OKT 20 &#8211; CARA KAUM MUDA KRISTEN MENGHADAPI PENCOBAAN (Kejadian 4:1-11)"},"content":{"rendered":"<blockquote class=\"wp-block-quote\" style=\"text-align: center;\"><p><em><strong>\u201cFirman TUHAN kepada Kain: &#8220;Mengapa hatimu panas dan mukamu muram? Apakah mukamu tidak akan berseri, jika engkau berbuat baik? Tetapi jika engkau tidak berbuat baik, dosa sudah mengintip di depan pintu; ia sangat menggoda engkau, tetapi engkau harus berkuasa atasnya.\u201d<br \/>\n<cite> (Kejadian 4:6-7)<\/cite><\/strong><\/em><\/p><\/blockquote>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nDalam Kejadian 4 kita membaca peristiwa yang sangat menyedihkan.\u00a0 Seorang kakak yang bernama Kain, \u00a0tega membunuh adiknya Habil, hanya karena persembahannya tidak diterima oleh Allah.\u00a0 Sebelum Kain membunuh Habil Allah telah memperingatkan Kain bahwa dosa sudah mengintip di depan pintu.\u00a0 Allah telah memperingatkan Kain bahwa dosa sangat menggoda dia,\u00a0 tetapi dia harus berkuasa atasnya.\u00a0 Dengan kata lain Allah telah mengingatkan Kain bahwa Iblis sedang mengintip dan berusaha keras menggoda dia.\u00a0 Kain harus berkuasa atas godaan itu.\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nSemua orang menghadapi pencobaan. \u00a0Pencobaan merupakan bagian dalam kehidupan kita setiap hari. Tuhan Yesus sendiri menghadapi pencobaan. Kitab Ibrani berkata: \u201c<em>Sama seperti kita , Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa<\/em>\u201d \u00a0(Ibrani 4:15). \u00a0Kaum muda juga menghadapi pencobaan.\u00a0 Kalau Allah berfirman kepada Kain bahwa dia harus berkuasa atas pencobaan itu,\u00a0 maka kamu muda juga harus punya kekuatan untuk mengalahkan \u00a0pencobaan yang mengintip \u00a0dirinya.\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nPencobaan itu sendiri bukan dosa.\u00a0 Kemanapun kita pergi kita akan menghadapi pencobaan,\u00a0 Karena itu kita perlu mengetahui bagaimana kita mengatasi pencobaan.\u00a0 Ada beberapa cara untuk mengatasi pencobaan yang datang menghadang hidup kita. \u00a0Karena \u00a0ruang untuk renungan ini sangat terbatas,\u00a0 kami paparkan tiga saja.\u00a0 \u00a0Amsal 27:12 memberitahu: \u201c<em>Kalau orang bijak melihat malapetaka, bersembunyilah ia, tetapi orang yang tak berpenga-laman berjalan terus, lalu kena celaka<\/em>.\u201d \u00a0Dari firman Tuhan ini kita diberitahu bahwa salah satu cara untuk mengatasi pencobaan adalah <u>menghindari atau menjauhkan diri dari sumber pencobaan<\/u>.\u00a0 Dalam doa yang diajarkan Tuhan Yesus, dikatakan: \u201c<em>Janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, melainkan lepaskanlah kami dari yang jahat<\/em>.\u201d\u00a0 Yakobus juga menjelaskan: \u201c<em>Tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya. \u00a0Dan apabila keinginan itu telah dibuahi, ia melahirkan dosa, dan apabila dosa itu sudah matang, ia melahirkan maut<\/em>\u201d.\u00a0 Jadi salah satu <u>cara mengatasi pencobaan adalah mejauhkan diri dari sumber yang mendatangkan pencobaan<\/u>, misalnya: \u00a0sex, minuman keras, makanan, keinginan daging, hawa nafsu dan sebagainya. \u00a0Contohnya: Esau menjual hak kesulungannya dengan semangkuk sup kacang merah karena lapar (Kejadian 25:34).\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nCara kedua untuk mengatasi pencobaan adalah <u>bertanya kepada diri sendiri<\/u>. \u00a0Jawablah dengan \u00a0jujur apa akibat bagi diri Anda kalau Anda melakukan hal itu. \u00a0Apakah hal itu sesuai dengan firman Tuhan atau tidak. \u00a0Apa dampaknya bagi karir Anda, masa depan Anda, reputasi Anda dan kesaksian Anda terhadap orang lain?\u00a0 Pikirkanlah: \u00a0kalau Anda melakukan hal itu, apakah akan menyakiti orang-orang yang paling Anda kasihi.\u00a0 Kalau Anda mendapat jawaban bahwa itu tidak sesuai dengan firman Tuhan, jauhilah.\u00a0 Kalau Anda mendapat jawaban bahwa hal itu akan merusak reputasi dan karir Anda, jangan lakukan. \u00a0Kalau Anda mendapat \u00a0jawaban bahwa hal itu akan menyakiti orang yang Anda paling kasihi, hindarilah.\u00a0 Nasihat Rasul Paulus untuk Timotius tepat sekali bagi semua orang termasuk kaum muda: <strong><em>\u201c<\/em><\/strong><strong><em>Jika seorang menyucikan dirinya dari hal-hal yang jahat, ia akan menjadi perabot rumah untuk maksud yang mulia, ia dikuduskan, dipandang layak untuk dipakai tuannya dan disediakan untuk setiap pekerjaan yang mulia.\u00a0Sebab itu jauhilah nafsu orang muda, kejarlah keadilan, kesetiaan, kasih dan damai bersama-sama dengan mereka yang berseru kepada Tuhan dengan hati yang murni<\/em><\/strong><strong><em>\u201d<\/em><\/strong>\u00a0 (2 Tmotius 2:21-22).\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nCara ketiga untuk mengatasi pencobaan adalah: Mulai dari sekarang \u00a0<strong><u>Jangan coba bermain dengan godaan.<\/u><\/strong>\u00a0 Salah satu penyebab mengapa seseorang selalu jatuh kedalam pencobaan adalah orang itu selalu bermain mata dengan pencobaan.\u00a0 Kita selalu membiarkan diri\u00a0 membuka pintu sehingga pencobaan datang.\u00a0 Contohnya raja Daud.\u00a0 Seharusnya sebagai seorang raja,\u00a0 dia harus ada di medan perang bersama tentaranya. \u00a0Tapi dia tetap di rumah.\u00a0 Dia pergi ke sotoh rumahnya yang pasti dia tahu bahwa tempat itu berhadapan dengan tempat \u00a0Betseba membersihkan diri.\u00a0 Akibatnya Daud melakuan dosa perzinahan yang mendorongnya ke dalam dosa pembunuhan berencana.\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nJangan coba bermain-main dengan pencobaan.\u00a0 Jangan menganggap Anda cukup kuat melawan pencobaan.\u00a0 Tuhan Yesus bersabda: <strong><em>\u201c<\/em><\/strong><strong><em>Maka jika matamu yang kanan menyesatkan engkau, cungkillah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa, dari pada tubuhmu dengan utuh dicampakkan ke dalam neraka.\u00a0Dan jika tanganmu yang kanan menyesatkan engkau, penggallah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa dari pada tubuhmu dengan utuh masuk neraka<\/em><\/strong><strong><em>\u201d <\/em><\/strong>\u00a0(Matius 5:29-30).\u00a0 Kata \u201c<em>cungkillah dan buang<\/em>\u201d\u00a0 serta \u201c<em>penggallah dan buang<\/em>\u201d,\u00a0 keduanya \u00a0\u00a0menyatakan bahwa segala hal yang mengarahkan kita ke dalam dosa mesti segera disingkirkan, harus cepat-cepat dibuang.\u00a0 Tidak\u00a0 boleh kompromi.<br \/>\n<em><font style=\"color: blue;\" size=\"-1\">(JET23102020)<\/font><\/em>\n<\/p>\n<p><strong>Pokok Doa:<\/strong><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li>Mari mendoakan para pengusaha di Indonesia di berikan hikmat dalam mengatasi pandemik;<\/li>\n<li>Mari berdoa untuk jemaat GBIK bertumbuh dalam pengenalan Tuhan Yesus melalui Firman Tuhan setiap hari;<\/li>\n<li>Doakan persiapan pelayanan Baptisan tgl 25 Oktober 2020.<\/li>\n<\/ol>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u201cFirman TUHAN kepada Kain: &#8220;Mengapa hatimu panas dan mukamu muram? Apakah mukamu tidak akan berseri, jika engkau berbuat baik? Tetapi jika engkau tidak berbuat baik, dosa sudah mengintip di depan pintu; ia sangat menggoda engkau, tetapi engkau harus berkuasa atasnya.\u201d (Kejadian 4:6-7) Dalam Kejadian 4 kita membaca peristiwa yang sangat menyedihkan.\u00a0 Seorang kakak yang bernama&#8230;<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on wp_trim_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on wp_trim_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":19,"featured_media":3322,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[38],"tags":[],"class_list":["post-3320","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-srhi-santapan-rohani-hari-ini"],"_links":{"self":[{"href":"http:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3320","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"http:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"http:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/19"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3320"}],"version-history":[{"count":1,"href":"http:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3320\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3321,"href":"http:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3320\/revisions\/3321"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3322"}],"wp:attachment":[{"href":"http:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3320"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"http:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3320"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"http:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3320"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}