{"id":2530,"date":"2020-05-29T02:36:40","date_gmt":"2020-05-28T19:36:40","guid":{"rendered":"http:\/\/gbik.info\/?p=2530"},"modified":"2020-05-29T07:07:59","modified_gmt":"2020-05-29T00:07:59","slug":"srhi-29-mei-20-y0hanes-pembaptis-tidak-melarikan-diri-dari-kesulitan-walaupun-harus-kehilangan-kepalanya-matius-141-11","status":"publish","type":"post","link":"http:\/\/gbik.info\/index.php\/2020\/05\/29\/srhi-29-mei-20-y0hanes-pembaptis-tidak-melarikan-diri-dari-kesulitan-walaupun-harus-kehilangan-kepalanya-matius-141-11\/","title":{"rendered":"SRHI 29 Mei 20 &#8211; Y0HANES PEMBAPTIS, TIDAK MELARIKAN DIRI DARI KESULITAN  WALAUPUN HARUS KEHILANGAN KEPALANYA (Matius 14:1-11)"},"content":{"rendered":"<h4 style=\"text-align: center;\"><em>&#8220;Sebab memang Herodes telah menyuruh menangkap Yohanes, membelenggunya dan memenjarakannya, berhubung dengan peristiwa Herodias, isteri Filipus saudaranya. Karena Yohanes pernah menegornya, katanya: &#8220;Tidak halal engkau mengambil Herodias!\u201d <\/em><\/h4>\n<h4 style=\"text-align: center;\">(Matius 14:3-4)<\/h4>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nBanyak orang tidak takut menghadapi kesulitan walaupun dia harus menghadapi resiko yang sangat serius.\u00a0 Salah seorang yang seperti itu dalam Alkitab adalah Yohanes Pembaptis.\u00a0 Dengarlah khotbahnya di padang gurun Yudea: \u201c<em>Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat<\/em>\u201d.\u00a0 Lalu waktu ia melihat banyak orang Farisi dan orang Saduki datang untuk dibaptis,\u00a0 ia menegur para ahli agama tersebut: \u201c<em>Hai kamu keturunan ular beludak.\u00a0 Siapakah yang mengatakan kepadakamu, bahwa kamu dapat melarikan diri dari murka yang akan datang? \u00a0Jadi hasilkanlah buah yang sesuai dengan pertobatan<\/em>\u201d (Matius 3:2, 7-8).\u00a0 Yohanes Pembaptis dengan sangat berani menegur mereka dan menyebut mereka sebagai keturunan ular beludak.\u00a0 Yohanes Pembaptis berani menghadapi kesulitan yang dapat timbul dari tegurannya terhadap orang-orang Farisi dan Saduki.\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nKeberanian Yohanes Pembaptis\u00a0 menghadapi kesulitan berikutnya dapat kita baca juga dalam Injil Matius 14:3-11.\u00a0 Dikisahkan bahwa ketika raja Herodes mendengar kabar tentang Tuhan Yesus yang melakukan banyak mujizat dan dengan berani menegur orang Farisi dan ahli-ahli Torat,\u00a0\u00a0 Herodes \u00a0berkata\u00a0 bahwa inilah Yohanes Pembaptis yang telah bangkit.\u00a0 Mengapa Herodes menyamakan Yesus dengan Yohanes Pembaptis?\u00a0 Sebab sama seperti Tuhan Yesus sangat berani menegur orang-orang yang berdosa,\u00a0 Yohanes Pembaptis juga berani menegur orang-orang berdosa.\u00a0 Bahkan Yohanes Pembaptis berani menegur dirinya.\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nApa kesalahan Herodes yang ditegur oleh Yohanes Pembaptis?\u00a0 Dosa raja Herodes ialah perzinahan.\u00a0 Dia mengambil \u00a0Herodias, istri Filipus yang adalah saudaranya untuk menjadi istrinya.\u00a0 Yohanes Pembaptis menegur Herodes, katanya: \u201c<em>Tidak halal engkau mengambil Herodias<\/em>\u201d (Matius 14:2).\u00a0 Atas teguran itu Herodes menangkap Yohanes Pembaptis dan ingin membunuhnya, tetapi dia takut kepada orang banyak yang memandang Yohanes Pembaptis \u00a0sebagai seorang nabi.\u00a0 Kesempatan untuk membunuh Yohanes Pembaptis itu datang ketika\u00a0 perayaan ulang tahun Herodes.\u00a0 Tarian anak perempuan Herodias sangat memukau raja Herodes.\u00a0 Untuk itu Herodes memberi\u00a0 kepada anak perempuan itu hadiah apapun yang dimintanya .\u00a0 Atas hasutan Herodias ibunya,\u00a0 anak itu meminta agar kepala Yohanes Pembaptis ditaruh di sebuah talam (Matius 14:9). \u00a0Karena malu terhadap tamu tamunya,\u00a0 dengan sangat sedih,\u00a0 Herodes mengabulkan permintaan itu.\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nPeristiwa ini sangat tragis.\u00a0 Injil Markus 6:14-28\u00a0 mencatat juga peristiwa ini. \u00a0Raja \u201c<em>Herodes sesungguhnya segan kepada Yohanes Pembaptis<\/em>\u201d.\u00a0 Herodes\u00a0 \u201d<em>tahu bahwa Yohanes adalah orang benar dan suci, jadi ia melindunginya<\/em>\u201d \u00a0(melindungi Yohanes Pembaptis).\u00a0\u00a0 \u201c<em>Tetapi apabila dia mendengarkan\u00a0 Yohanes<\/em>, (berkhotbah)\u00a0 <em>hatinya terombang ambing,\u00a0 namun ia merasa senang juga mendengarkan Yohanes Pembaptis<\/em>\u201d\u00a0 (Markus 6:21,11) .\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nSaudara-saudara, \u00a0yang dapat kita lihat dalam peristiwa ini ialah bahwa Yohanes Pembaptis tidak melarikan diri dari kesulitan.\u00a0 Dia sadar bahwa akan ada kesulitan apabila dia berani menegur dosa raja Herodes.\u00a0 Kesulitan yang mungkin harus ditanggungnya adalah belenggu, atau masuk penjara, bahkan kematian.\u00a0 Yohanes Pembaptis tidak mau melarikan diri dari bahaya itu sekalipun akhirnya dia harus mengalami penggal kepala.\u00a0 Kalau dia mau menghindar dari kesulitan,\u00a0 dia dapat tutup mata dan bungkam saja atas dosa raja Herodes.\u00a0 Bukankah Herodes menghormati dia?\u00a0 Bukankah Herodes senang mendengar khotbah Yohanes Pembaptis?\u00a0 Kalau Yohanes Pembaptis mau menghindari kesulitan, dia dapat berkhotbah \u00a0yang tidak menyinggung kesalahan Herodes.\u00a0 Tetapi tidak seperti itu yang dilakukan Yohanes Pembaptis.\u00a0 Tugas yang Allah berikan kepadanya adalah <strong>meluruskan jalan bagi Messias<\/strong>.\u00a0 Tugasnya adalah setiap lembah harus ditutup dan setiap gunung harus diratakan. (Yesaya 40:1-5).\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nSaudara, kita sering dihadapkan kepada kesulitan ketika kita berada di tengah orang yang hidupnya tidak benar di hadapan Allah.\u00a0 Kita menghadapi kesulitan ketika kita harus mengatakan yang benar adalah benar dan yang salah adalah salah.\u00a0 Dari teladan hidup \u00a0Yohanes Pembaptis,\u00a0 mari berani menghadapi kesulitan apabila kita harus menegur atau mengingatkan orang \u00a0yang melakukan perbuatan yang melanggar hukum Tuhan.\u00a0 Mari berani menghadapi kesulitan ketika kita harus berbuat yang benar walaupun akhirnya kita harus kehilangan <em>\u201ckepala\u201d \u00a0<\/em>yang berupa kehilangan teman,\u00a0 tidak populer, kehilangan pekerjaan, kehilangan kenikmatan , atau fasilitas-fasilitas lainnya.\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nTuhan Yesus berkata: \u00a0 <strong><em>&#8220;Kamu adalah <u>garam dunia<\/u>. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang.\u00a0Kamu adalah <u>terang dunia<\/u>. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi \u201d<\/em><\/strong>\u00a0(Matius 5:13-14).<br \/>\n<em><font color=\"blue\" size=\"-1\">(JET290520)<\/font><\/em>\n<\/p>\n<p><strong>Pokok Doa:<\/strong><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li>Doakan agar pemerintah dan aparat negara dapat menyikapi arus kedatangan pemudik dari daerah dengan bijaksana;<\/li>\n<li>Doakan setiap ketua Panita Gereja agar memiliki hikmat dan kesabaran dalam mengkoordinasi setiap program gereja pada masa pandemi;<\/li>\n<li>Doakan jemaat yang sedang berkuliah agar dapat mengikuti proses belajar online dan menyelesaikan tugas semester genap dengan baik. <\/li>\n<\/ol>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>&#8220;Sebab memang Herodes telah menyuruh menangkap Yohanes, membelenggunya dan memenjarakannya, berhubung dengan peristiwa Herodias, isteri Filipus saudaranya. Karena Yohanes pernah menegornya, katanya: &#8220;Tidak halal engkau mengambil Herodias!\u201d (Matius 14:3-4) &nbsp; Banyak orang tidak takut menghadapi kesulitan walaupun dia harus menghadapi resiko yang sangat serius.\u00a0 Salah seorang yang seperti itu dalam Alkitab adalah Yohanes Pembaptis.\u00a0 Dengarlah&#8230;<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on wp_trim_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on wp_trim_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":19,"featured_media":2532,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[38],"tags":[],"class_list":["post-2530","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-srhi-santapan-rohani-hari-ini"],"_links":{"self":[{"href":"http:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2530","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"http:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"http:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/19"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2530"}],"version-history":[{"count":3,"href":"http:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2530\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2534,"href":"http:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2530\/revisions\/2534"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2532"}],"wp:attachment":[{"href":"http:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2530"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"http:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2530"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"http:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2530"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}