{"id":2054,"date":"2020-03-29T03:26:55","date_gmt":"2020-03-28T20:26:55","guid":{"rendered":"http:\/\/gbik.info\/?p=2054"},"modified":"2020-03-26T20:37:20","modified_gmt":"2020-03-26T13:37:20","slug":"renungan-buletin-minggu-kelima-mar-2020","status":"publish","type":"post","link":"http:\/\/gbik.info\/index.php\/2020\/03\/29\/renungan-buletin-minggu-kelima-mar-2020\/","title":{"rendered":"RENUNGAN BULETIN MINGGU KELIMA MAR-2020"},"content":{"rendered":"<h1 style=\"text-align: center;\"><strong>RENCANA ALLAH BAGI KELUARGA KRISTEN <\/strong><\/h1>\n<h1 style=\"text-align: center;\"><a href=\"https:\/\/alkitab.sabda.org\/passage.php?passage=efesus%205:22-6:4*\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">(Ef. 5:22- 6:1)<\/a><\/h1>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ada suatu percakapan yang menarik antara seorang kakek dan seorang nenek, suami-isteri yang sudah berumahtangga lebih dari usia tahun emas pernikahan yakni diatas 50 tahun. Setelah ditanya sang nenek, \u201cmengapa kek, engkau menikahiku, sementara banyak gadis cantik saat itu yang tergila-gila padamu?\u201d, sang kakek menjawab dengan cepat, \u201ckarena aku mengasihimu dan rela melakukan apa saja untuk orang yang kukasihi.\u201d Mendengar jawaban itu sang nenek walaupun sudah keriput nampak merah pipinya karena malu.\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nBerdasarkan Efesus 5:22 \u2013 6:1, dinyatakan dengan jelas perumpamaan yang tepat menggambarkan hubungan keluarga adalah hubungan antara Tuhan Yesus sebagai kepala gereja dengan gerejanya. Itulah sebabnya maka rencana Allah bagi keluarga Kristen, keluarga kita, tercermin dalam ayat-ayat tersebut.<\/p>\n<ol>\n<li><strong>Saling mengasihi dengan kasih yang berpengorbanan (Ef. 5:23-27; 6:1-2).<\/strong> Dalam ayat-ayat tersebut dinyatakan isteri haruslah tunduk kepada suami dalam keadaan apapun, sedang suami harus mengasihi isteri seperti Tuhan Yesus mengasihi jemaatnya. Dalam mengasihi jemaat, Tuhan Yesus rela melakukan apa saja demi kebahagiaan dan keselamatan jemaat, sampai-sampai Ia rela mati di atas kayu salib demi tujuannya tersebut. Ini semua menunjukkan kasih Kristus kepada jemaat adalah kasih yang berpengorbanan. Demikian juga selayaknya kasih suami terhadap isteri haruslah kasih yang sungguh-sungguh dengan dibuktikan rela melakukan apa saja untuk orang yang dikasihinya itu. Tidak ketinggalan kasih isteri terhadap suami \u00a0dibuktikan dengan kerelaannya untuk tunduk sepenuhnya kepada suaminya, karena ia tahu suaminya telah mengasihinya dengan kasih yang berpengorbanan. Juga kasih orangtua terhadap anak-anaknya, mereka rela menbanting tulang, memeras keringat, bekerja keras, untuk menghidupi dan membesarkan anak-anaknya supaya kelak menjadi anak yang mandiri. Demikian pula anak-anak harus dapat berkorban untuk orangtuanya dengan belajar keras, bekerja keras, sehingga membanggakan kedua orangtuanya.<\/li>\n<li><strong>Saling mengasihi dengan kasih yang tak terusakkan (Ef. 5:28-31).<\/strong> Apa maksudnya? Ada orang yang mengatakan sesuatu itu lama kelamaan bisa usang, rusak dan pada saatnya tidak dapat dipakai lagi, terus dibuang. Hal ini tidak berlaku untuk hubungan keluarga Kristen, sebab keluarga Kristen dibangun dan direncanakan Allah untuk maksud yang mulia. Camkanlah firman Allah ini, <em>\u201cSebab itu laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging.\u201d<\/em> (Ef. 5:31). Suami dan isteri yang sah di hadapan Tuhan dan manusia telah menjadi satu daging, artinya mereka tak dapat dipisahkan lagi. Kalau ada bagian tubuh kita yang hilang atau rusak, kita berusaha mati-matian untuk memulihkan kembali bentuk dan fungsinya. Segala upaya dilakukan agar tubuh ini tidak rusak, tetapi tetap berfungsi sesuai dengan fungsinya. Kesatuan suami\u2013isteri yang demikianlah yang dikehendaki Tuhan. Itulah sebabnya suami-isteri, orangtua dan anak-anaknya haruslah saling mengasihi dengan kasih yang tidak terusakkan. Masing-masing harus menjaga agar tidak menjadi penyebab rusaknya hubungan rumah tangga, tetapi haruslah berupaya agar keluarganya semakin kokoh, erat dan menyatu secara utuh.<\/li>\n<\/ol>\n<p>Begitu mulianya Tuhan Allah kita itu, Ia merencanakan keluarga kita sebagai keluarga Kristen yang utuh untuk selama-lamanya, keluarga yang saling mengasihi dengan kasih yang berpengorbanan dan kasih yang tidak terusakkan. Mari kita mewujudkan rencana Tuhan tersebut dalam keluarga kita masing-masing dengan tekad yang bulat, singkirkan semua persoalan yang dapat menjadi penghalang tujuan tersebut. Tuhan Yesus memberkati, Amin.<\/p>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>RENCANA ALLAH BAGI KELUARGA KRISTEN (Ef. 5:22- 6:1) &nbsp; Ada suatu percakapan yang menarik antara seorang kakek dan seorang nenek, suami-isteri yang sudah berumahtangga lebih dari usia tahun emas pernikahan yakni diatas 50 tahun. Setelah ditanya sang nenek, \u201cmengapa kek, engkau menikahiku, sementara banyak gadis cantik saat itu yang tergila-gila padamu?\u201d, sang kakek menjawab dengan&#8230;<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on wp_trim_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on wp_trim_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":19,"featured_media":2058,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[20],"tags":[],"class_list":["post-2054","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"http:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2054","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"http:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"http:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/19"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2054"}],"version-history":[{"count":7,"href":"http:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2054\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2062,"href":"http:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2054\/revisions\/2062"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2058"}],"wp:attachment":[{"href":"http:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2054"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"http:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2054"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"http:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2054"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}