{"id":12903,"date":"2026-05-15T22:30:44","date_gmt":"2026-05-15T15:30:44","guid":{"rendered":"https:\/\/gbik.info\/?p=12903"},"modified":"2026-05-15T21:22:25","modified_gmt":"2026-05-15T14:22:25","slug":"srhi-tgl-16-mei-2026-tetap-setia-di-tengah-ujian","status":"publish","type":"post","link":"http:\/\/gbik.info\/index.php\/2026\/05\/15\/srhi-tgl-16-mei-2026-tetap-setia-di-tengah-ujian\/","title":{"rendered":"SRHI &#8211; Tgl 16 Mei 2026 &#8211; Tetap Setia Di Tengah Ujian"},"content":{"rendered":"<blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\">Bacaan Alkitab hari ini, Sabtu 16 Mei\u00a0 2026 :<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>Ayub 1 &#8211; 2<\/strong><\/p>\n<\/blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>TETAP SETIA DI TENGAH UJIAN<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>\u201c katanya: &#8220;Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya. TUHAN yang memberi, TUHAN yang mengambil, terpujilah nama TUHAN!&#8221; (Ayub 1:21)<\/em><\/p>\n<p>Kita sering melihat banyak keluarga Kristen yang diberkati dengan memiliki keluarga besar dengan kekayaan dan hidup taat kepada Tuhan. Namun yang menjadi pertanyaan, bagaimana bila mereka menghadapi ujian, pengalaman yang sebaliknya. Apakah mereka bisa tetap taat kepada Tuhan?<\/p>\n<p>Hal ini dialami oleh Ayub dimana hidup Ayub terlihat sangat diberkati dengan memiliki istri dan anak-anak serta kekayaan yang melimpah. Dan yang terutama Ayub hidup\u00a0 takut akan Tuhan. Namun dalam waktu singkat semuanya berubah. Harta bendanya habis serta, anak-anaknya meninggal, bahkan tubuhnya dipenuhi penyakit yang menyakitkan. Dari luar, keadaan Ayub tampak seperti orang yang ditinggalkan Tuhan. Tetapi hal yang paling luar biasa dari kisah ini bukanlah penderitaannya, melainkan responsnya kepada Tuhan. Di tengah kehilangan yang besar, Ayub berkata: &#8220;Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya. TUHAN yang memberi, TUHAN yang mengambil, terpujilah nama TUHAN!&#8221;\u00a0 (Ayub 1:21). Ayub sadar dan percaya bahwa semuanya berasal dari TUHAN yang memberi dan yang mengambil, terpujilah nama TUHAN.\u201d<\/p>\n<p>Kita bisa\u00a0 belajar dari Ayub bahwa iman sejati tidak dibangun di atas keadaan yang baik, melainkan pada pengenalan akan Tuhan. Banyak orang mudah memuji Tuhan saat semuanya berjalan lancar, tetapi mulai kecewa ketika doa belum dijawab atau masalah datang silih berganti. Ayub menunjukkan bahwa Tuhan tetap layak dipercaya sekalipun keadaan hidup tidak sesuai harapan.<\/p>\n<p>Sering kali kita tidak mengerti mengapa Tuhan mengizinkan pencobaan terjadi. Ayub pun tidak mengetahui apa yang sedang berlangsung di balik penderitaannya. Namun satu hal yang pasti: Tuhan tetap memegang kendali. Iblis tidak dapat bertindak tanpa izin Tuhan. Ini mengingatkan kita bahwa penderitaan orang percaya tidak pernah di luar pengawasan Tuhan.<\/p>\n<p>Bahkan bisa orang terdekat, istri Ayub yang menyuruh meninggalkan Tuhan. Tetapi Ayub berkata: \u201cApakah kita mau menerima yang baik dari Allah, tetapi tidak mau menerima yang buruk?\u201d (Ayub 2:10b) Perkataan ini menunjukkan kedewasaan iman. Ayub\u00a0 menyembah Tuhan bukan karena berkat-Nya saja, tetapi karena Tuhan memang layak disembah.<\/p>\n<p>Melalui kisah ini kita belajar bahwa ujian hidup dapat menjadi sarana Tuhan membentuk hati kita. Tuhan tidak selalu menjelaskan alasan penderitaan, tetapi Tuhan selalu menyertai orang yang tetap berharap kepada-Nya. Ketika kita tetap setia di tengah kesulitan, iman kita dimurnikan dan hubungan kita dengan Tuhan semakin dalam. Yang menjadi perenungan kita pribadi adalah seperti Ayub untuk tetap percaya, mencari dan respon pada keadaan sulit apapun tetap mengandalkan hubungan pribadi yang erat dengan Tuhan. Tuhan yang memberikan kepada kita kekuatan iman kepada orang yang tetap setia sekalipun berada dalam masa sulit. Dan kita tetap percaya bahwa Tuhan yang memegang kendali terhadap hidup kita. Dengan hidup kita semakin dekat dengan Tuhan maka iman semakin kuat dalam menghadapi setiap ujian.<br \/>\nTuhan Yesus memberkati Amin.<\/p>\n<p><em><strong>(MSN16052026)<\/strong><\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Pokok Doa SRHI GBIK<\/strong><br \/>\n<strong>Sabtu, 16 Mei 2026<\/strong><\/p>\n<ol>\n<li>Doakan Jemaaat GBIK yang sedang mengalami kesulitan ekonomi karena pengurangan tenaga kerja di tempatnya bekerja agar segera mendapatkan pekerjaan yang baru dan mendapatkan penghasilan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan rumah tangganya.<\/li>\n<li>Doakan GBIK supaya dapat menjadi Gereja yang diberkati dan menjadi berkat bagi GGBI, STTB dan umat Baptis di Indonesia<\/li>\n<li>Doakan Bangsa Indonesia agar tidak mudah terprovokasi, cerdas dan bijaksana dalam mengunakan HP dan kemajuan Informasi yang ada di Media Sosial.<\/li>\n<\/ol>\n<p><strong>Pokok Doa untuk Cabang Marga Mulya, Monterado &#8211; Kalimantan Barat<\/strong><\/p>\n<ol>\n<li>Berdoa untuk setiap pergumulan Jemaat, kiranya Tuhan memberikan jalan keluar sehingga Jemaat memperoleh kelegaan.<\/li>\n<li>Doakan anak-anak yang sudah lama tidak datang ke Sekolah Minggu supaya memiliki kerinduan untuk datang belajar Firman Tuhan kembali ke gereja.<\/li>\n<li>Berdoa untuk Sdr. Imanuel Hutagalung, kiranya Tuhan memberikan hikmat, kesehatan dan kemampuan dalam melayani Jemaat cabang Marga Mulya.<\/li>\n<\/ol>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bacaan Alkitab hari ini, Sabtu 16 Mei\u00a0 2026 : Ayub 1 &#8211; 2 TETAP SETIA DI TENGAH UJIAN \u201c katanya: &#8220;Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya. TUHAN yang memberi, TUHAN yang mengambil, terpujilah nama TUHAN!&#8221; (Ayub 1:21) Kita sering melihat banyak keluarga Kristen yang diberkati dengan&#8230;<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on wp_trim_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on wp_trim_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":14,"featured_media":10195,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[20,38],"tags":[41],"class_list":["post-12903","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan","category-srhi-santapan-rohani-hari-ini","tag-srhigbik-renunganrohanikristen"],"_links":{"self":[{"href":"http:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12903","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"http:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"http:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/14"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=12903"}],"version-history":[{"count":3,"href":"http:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12903\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":12907,"href":"http:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12903\/revisions\/12907"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/10195"}],"wp:attachment":[{"href":"http:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=12903"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"http:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=12903"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"http:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=12903"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}