{"id":1270,"date":"2017-04-03T06:27:12","date_gmt":"2017-04-02T23:27:12","guid":{"rendered":"http:\/\/gbik.info\/?p=1270"},"modified":"2017-04-03T06:27:12","modified_gmt":"2017-04-02T23:27:12","slug":"renungan-harian-3-april-2017-siap-maju-mengambil-alih","status":"publish","type":"post","link":"http:\/\/gbik.info\/index.php\/2017\/04\/03\/renungan-harian-3-april-2017-siap-maju-mengambil-alih\/","title":{"rendered":"Renungan Harian 3 April 2017 &#8211;  Siap Maju Mengambil Alih"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: center\">\n<p style=\"text-align: center\"><strong>Bacaan Alkitab : Hakim-Hakim 3 : 7-31;\u00a0 Hakim-Hakim 4-5<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><strong>(Kurun waktu : diperkirakan 1.350\u00a0 \u2013 1.050 S.M.)<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><strong>\u201cSiap Maju Mengambil Alih\u201d<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><strong>\u00a0download versi word file : <a href=\"http:\/\/gbik.info\/wp-content\/uploads\/2017\/04\/Renungan-Harian-Tgl-3-April-2017.docx\">Renungan Harian Tgl 3 April 2017<\/a><br \/>\n<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Bagi pengamat secara umum, bermain bisbol tampaknya cukup mudah; hanya memukul bola nya dan lari menuju tempat-tempat perhentian <em>(base)<\/em>, tetapi bagi para pemain bisbol, mereka tahu bahwa bermain bisbol tidak semudah itu. Pemain-pemain bisbol yang bermain sebagai penyerang, yang berdiri di kotak <em>batter<\/em> (yaitu tempat yang diberi batas garis kapur putih di sebelah kiri dan kanan <em>home plate<\/em>, dimana seorang pemain harus berdiri sewaktu giliran memukul) harus menghadapi bola-bola yang dilempar dengan cepat, lemparan bola dari samping dan juga bola menukik dari atas, serta kadang-kadang juga harus menghindar dari hantaman bola bisbol.\u00a0 Dan para pemain bisbol tersebut harus selalu siap mengambil alih bermain menggantikan teman-temannya untuk membantu agar team mereka dapat menang. \u00a0\u00a0Hidup pun seperti itu; seseorang harus berani maju mengambil alih sehingga team mereka: keluarga, gereja, bisnis atau organisasi lainnya dapat maju\/ menang.\u00a0 Hal yang sama juga berlaku atas ummat Israel. Pada hari ini kita akan melihat kepada empat hakim pertama yang berani mengambil alih pimpinan, untuk mengakhiri penindasan yang dilakukan musuh-musuh Israel.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\">Hakim Israel yang pertama adalah Otniel (Hakim-Hakim pada jaman itu adalah para pemimpin secara moral dan juga militer).\u00a0 Kita telah mengetahui tentang dia, dalam Renungan Harian tanggal 28 Maret saat membaca kitab Yosua 15 : 16-19.\u00a0 Kisah tentang Otniel mungkin disebutkan lagi disini, karena kitab Hakim-Hakim telah ditulis berdasarkan thema-thema nya, dan tidak berdasarkan urutan waktu terjadinya peristiwa tersebut.\u00a0 Israel sedang ditindas oleh tetangga mereka, yaitu orang Aram (sebelah barat laut Laut Galilea) selama delapan tahun. Kemudian (yang tampaknya menjadi konsekuensi dan kebiasaan bagi mereka), Israel berseru-seru mohon pertolongan TUHAN, dan Allah mengirimkan seorang pembebas, seorang pemimpin militer, untuk pergi berperang melawan musuh mereka dan mengusahakan kemenangan dan kedamaian di Israel. Otniel telah bertindak dengan gagah berani\u00a0 dalam membantu calon mertuanya, Kaleb, untuk menghalau musuh-musuh mereka yang berada di kaki gunung di Debir, tanah Yudea, dan sekarang laki-laki pemberani ini terpanggil untuk membebaskan ummat Israel. Dan kedamaian di Israel berlangsung sampai Hakim yang memerintah Israel tersebut mati (yaitu dalam hal ini, Otniel, yang memerintah Israel dan memberi kedamaian di tanah Israel saat ia menjadi hakim selama empat puluh tahun masa hidupnya).\u00a0 Sesudah itu, Israel kembali melakukan hal-hal yang jahat dan sekali lagi ditaklukkan dan ditindas oleh bangsa lain yang hidup di sekitarnya.\u00a0 Sama seperti Otniel, kitapun harus bertindak dengan berani untuk maju mengambil alih, bertindak untuk menghentikan segala penindasan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\">Setelah kematian Otniel, Eglon raja Moab menindas Israel selama delapan belas tahun (Moab terletak di sebelah selatan tanah suku Ruben, dan di sebelah timur daerah Yudea dan Laut Mati). Lalu Ehud, seorang laki-laki dari suku Benyamin,\u00a0 ditunjuk untuk membawa uang upeti kepada raja Eglon.\u00a0 Setelah memberikan uang upeti tersebut, kemudian ia memberi tahu raja Eglon bahwa Allah memberikan pesan dan firman khusus baginya. Kemudian ketika hanya tinggal mereka berdua saja, lalu Ehud yang kidal menarik\u00a0 pedang yang panjang dari pangkal paha kanannya dan menusukkan pedangnya ke perut raja Eglon yang sangat gemuk tersebut, sehingga ia mati.\u00a0 Lalu Ehud melarikan diri dan membebaskan Israel melalui perang melawan orang Moab dan mengalahkan mereka.\u00a0 Dan tanah Israel mengalami kedamaian selama delapan tahun. \u201cSesudah dia, bangkitlah Samgar bin Anat; ia menewaskan orang Fillistin dengan tongkat penghalau lembu, enam ratus orang banyaknya.\u00a0 Demikianlah ia juga menyelamatkan orang Israel.\u201d (Hakim-Hakim 3 : 31).\u00a0 Ehud telah bertindak dengan semangat dan fanatisme yang benar.\u00a0 Meskipun kita tidak dipanggil TUHAN untuk melakukan hukuman mati atas seseorang, tetapi kita pun harus bertindak dengan semangat iman yang benar, ketika terjadi ketidak-adilan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\">Tidak banyak yang dicatat mengenai tiga hakim-hakim Israel yang pertama, tetapi ada banyak tulisan mengenai Debora, hakim Israel yang ke empat.\u00a0 Ia tampil memimpin ummat Israel pada saat terjadinya masa penindasan Israel oleh orang Kanaan yang berada di utara daerah Galilea <em>(The Bible Knowledge Commentary of the Old Testament, by Walvoord and Zuck, copyright 1985, page 388)<\/em>.\u00a0 Masa penindasan oleh orang Kanaan tersebut berlangsung selama dua puluh tahun. Debora adalah seorang nabiah, dan karenanya ia memiliki hubungan khusus dengan TUHAN.\u00a0 Kebijakan dan keputusannya dihormati oleh kaum Israel, dan ia telah membantu memecahkan berbagai persoalan di antara ummat Israel. Debora adalah seorang yang rendah hati; ia bermaksud memberi kehormatan bagi kepala pasukannya seorang laki-laki yang bernama Barak, tetapi ia enggan untuk berperang melawan orang Kanaan tanpa kehadiran Debora (mungkin karena ia beranggapan bahwa Allah menyertai Debora). Karena Barak menolak untuk berperang tanpa kehadiran Debora, maka ia berkata bahwa kehormatan ata kemenangan dalam perang tersebut akan diberikan kepada seorang perempuan.\u00a0 Debora adalah seorang perempuan yang berani, karena akhirnya ia pun pergi bersama Barak menuju medan pertempuran. Debora memiliki iman yang teguh dan telah memberi dorongan bagi kepala pasukannya, Barak, untuk terlibat di dalam pertempuran, karena TUHAN menyertai pasukan Israel. Debora adalah perempuan yang penuh iman.\u00a0 Ia layak untuk mendapat kehormatan dan imannya dinyatakan melalui segala tindakannya. Apakah orang lain mengetahui bahwa kita adalah orang-orang yang penuh iman, dengan mendengar perkataan dan melihat segala tindakan kita?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\">Lalu Allah menggerakkan hati pasukan orang Kanaan atas perintah raja Yabin, untuk maju berperang melawan Israel yang hanya terdiri dari 10.000 orang laki-laki. Pasukan orang Kanaan dapat dikalahkan meskipun mereka memiliki 900 kereta kuda dari besi. Tampaknya Allah telah membantu pasukan Israel meraih kemenangan dengan memberikan hujan yang sebenarnya bukan pada musim nya, yang mungkin menyebabkan kereta-kereta kuda pasukan raja Yabin macet tidak dapat bergerak oleh karena lumpur, dan kemudian mereka hanyut tersapu oleh banjir Sungai Kishon <em>(The Bible Knowledge Commentary of the Old Testament, by Walvoord and Zuck, copyright 1985, halaman 390 dan Hakim-Hakim 5 : 20-21).<\/em> Hanya Sisera, kepala pasukan raja Yabin, yang berhasil melarikan diri, tetapi ia kemudian dibunuh oleh seorang perempuan ketika sedang bersembunyi di dalam tenda milik perempuan tersebut untuk mencari perlindungan.\u00a0 Dengan demikian nubuatan Debora tergenapi;\u00a0 kemenangan terhadap musuh-musuh Israel diberikan oleh seorang perempuan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\">Debora telah maju mengambil alih dan memimpin ummat Israel. Lalu ia dan Barak menuliskan sebuah lagu yang isinya memuji para pahlawan Israel yang dengan sukarela telah menawarkan dirinya untuk bersama Allah bertindak dengan gagah berani untuk memerangi musuh-musuh mereka, sementara sebagian besar saudara-saudara kaum Israel lainnya enggan membantu untuk berperang.\u00a0 Diberkatilah mereka yang dengan sukarela telah maju berperang bersama TUHAN.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\"><u>Untuk Direnungkan dan \u00a0Dilakukan<\/u> :<\/p>\n<ul style=\"text-align: justify\">\n<li>Sama seperti Otniel, kita pun harus bertindak dengan gagah berani dan mau tampil mengambil alih pimpinan untuk menghentikan penindasan ;<\/li>\n<li>Kita harus bertindak dengan penuh semangat dan sikap iman yang benar, ketika terjadi ketidak-adilan ;<\/li>\n<li>Iman kita dinyatakan melalui segala perbuatan kita ;<\/li>\n<li>Ikutilah segala pimpinan Allah dan beranilah maju untuk mengambil alih pimpinan. Diberkatilah orang-orang yang dengan sukarela telah menawarkan diri untuk maju bersama TUHAN.<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify\"><u>Pertanyaan Untuk Diskusi :<\/u><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify\">\n<li>Adalah menarik untuk membaca hari ini, khususnya di dalam kitab Hakim-Hakim 4 tentang bagaimana Allah memakai para perempuan: Debora dan Yael untuk mengalahkan para musuh Israel dengan pertolongan Nya, bahkan Yael, istri Heber orang Keni, dapat membunuh Sisera panglima pasukan Kanaan dengan patok kemah dan palu!<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\">Bagaimanakah Anda melihat peranan kaum perempuan di dalam turut mengembangkan Gereja menjadi makin bertumbuh dan berkenan kepada Kristus?\u00a0 Apakah diperlukan kesejajaran posisi pelayanan perempuan dan laki-laki di dalam Gereja TUHAN?\u00a0 Bagaimanakah keadaannya di Gereja tempat Anda melayani saat ini; sudahkah terdapat perlakuan yang adil antara pelayan-pelayan perempuan dan laki-laki yang melayani di dalam rumah TUHAN?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><u>Ayat Hafalan Hari Ini <\/u>:<\/p>\n<ul>\n<li style=\"text-align: justify\">Hakim-Hakim 5 : 2 \u201cKarena pahlawan-pahlawan di Israel siap berperang, karena bangsa itu menawarkan dirinya dengan sukarela, pujilah TUHAN!\u201d<\/li>\n<\/ul>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bacaan Alkitab : Hakim-Hakim 3 : 7-31;\u00a0 Hakim-Hakim 4-5 (Kurun waktu : diperkirakan 1.350\u00a0 \u2013 1.050 S.M.) \u201cSiap Maju Mengambil Alih\u201d \u00a0download versi word file : Renungan Harian Tgl 3 April 2017 Bagi pengamat secara umum, bermain bisbol tampaknya cukup mudah; hanya memukul bola nya dan lari menuju tempat-tempat perhentian (base), tetapi bagi para pemain&#8230;<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on wp_trim_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on wp_trim_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":19,"featured_media":1271,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[20],"tags":[],"class_list":["post-1270","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"http:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1270","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"http:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"http:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/19"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1270"}],"version-history":[{"count":1,"href":"http:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1270\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1273,"href":"http:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1270\/revisions\/1273"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1271"}],"wp:attachment":[{"href":"http:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1270"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"http:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1270"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"http:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1270"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}