{"id":12434,"date":"2026-02-16T02:11:38","date_gmt":"2026-02-15T19:11:38","guid":{"rendered":"https:\/\/gbik.info\/?p=12434"},"modified":"2026-02-16T02:16:12","modified_gmt":"2026-02-15T19:16:12","slug":"srhi-16-februari-2026-ular-tembaga-iman-yang-aktif","status":"publish","type":"post","link":"http:\/\/gbik.info\/index.php\/2026\/02\/16\/srhi-16-februari-2026-ular-tembaga-iman-yang-aktif\/","title":{"rendered":"SRHI 16 FEBRUARI 2026 &#8211; ULAR TEMBAGA : IMAN YANG AKTIF"},"content":{"rendered":"<blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\">Bacaan 16 Februari 2026<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">Bilangan 21-25<\/p>\n<\/blockquote>\n<p class=\"p1\" style=\"text-align: center;\"><em><span class=\"s1\"><br \/>\n\u201cLalu Musa membuat ular tembaga dan menaruhnya pada sebuah tiang; maka jika seseorang dipagut ular, dan ia memandang kepada ular tembaga itu, tetaplah ia hidup.\u201d<\/span><\/em><\/p>\n<p class=\"p1\" style=\"text-align: center;\"><em><span class=\"s1\">\u202d\u202dBilangan\u202c \u202d21\u202c:\u202d9\u202c<\/span><\/em><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Teks ini dimulai dengan kalimat yang sangat manusiawi: &#8220;Maka bangsa itu tidak sabar di jalan.&#8221; Mereka sudah lelah. Perjalanan memutar terasa jauh, dan debu padang gurun terasa menyesakkan. Apa yang dialami oleh Israel juga sering kita alami; saat jawaban doa terasa lambat atau rute hidup terasa memutar, kita mulai kehilangan rasa percaya. Ketidaksabaran yang akhirnya muncul adalah pintu masuk bagi <\/span><span class=\"s2\">sungut-sungut<\/span><span class=\"s1\">. Kita mulai meragukan kebaikan Tuhan dan meremehkan berkat yang sudah ada (seperti Israel yang menyebut manna sebagai &#8220;makanan hambar&#8221;). <\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Sebagai akibat dari keluhan mereka, Tuhan mengirimkan ular-ular tedung. Dan gigitan ular itu mematikan. Namun, jika kita renungkan lebih dalam, bukankah &#8220;racun&#8221; itu sebenarnya sudah ada di dalam hati mereka sebelum ular itu datang? Keluhan dan ketidakpuasan adalah <\/span><span class=\"s2\">racun spiritual<\/span><span class=\"s1\">. Ia membunuh sukacita, mematikan harapan, dan membuat kita buta terhadap berkat &#8220;Manna&#8221; (kebaikan kecil) yang Tuhan berikan setiap hari. Seringkali, masalah yang kita hadapi terasa seperti gigitan ular yang panas dan mematikan, namun perlu diketahui bahwa terkadang rasa sakit sering kali menjadi pengeras suara Tuhan untuk menyadarkan kita bahwa kita tidak bisa berjalan sendirian tanpa perlindungan-Nya.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Tuhan tidak langsung melenyapkan ular-ular itu saat Musa berdoa. Alih-alih menghilangkan masalahnya, Tuhan memberikan <\/span><span class=\"s2\">solusi di tengah masalah<\/span><span class=\"s1\">: sebuah ular tembaga yang ditaruh pada sebuah tiang (dan ini menjadi tipologi Kristus yang juga menjadi pusat penyembuhan dari racun: dosa). Kesembuhan tidak datang otomatis hanya karena ular tembaga itu ada; orang yang terpagut harus <\/span><span class=\"s2\">memilih<\/span><span class=\"s1\"> untuk melihatnya, ada sebuah tindakan iman yang aktif dalam upaya tersebut. Karena secara manusiawi, saat digigit ular, kita cenderung menunduk melihat luka, memegang bagian yang sakit, dan panik. Namun Tuhan meminta mereka melakukan hal sebaliknya: yaitu <\/span><span class=\"s2\">mendongak<\/span><span class=\"s1\">. Tuhan ingin kita mengalihkan fokus dari &#8220;rasa sakit&#8221; kepada &#8220;janji Tuhan&#8221;. Ini menjadi bagian tersulit bagi kita, karena kita cenderung akan fokus pada diri kita sendiri. <\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Kisah ini memberi pesan yang begitu dalam, yaitu bahwa Tuhan merupakan Pribadi yang dapat menolong kita dimasa sulit dan menjadi penawar racun kehidupan. Mungkin saat ini kita merasa &#8220;terpagut&#8221; oleh kegagalan, masalah ekonomi, atau beban mental yang terasa seperti racun. Dan dunia secara terang-terangan menyuruh kita fokus pada luka, tetapi Firman Tuhan kali ini mengajak kita untuk <\/span><span class=\"s2\">mendongak<\/span><span class=\"s1\">; memandang Tuhan sebagai jawaban atas persoalan. <\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><em><span class=\"s1\">&#8220;Jangan biarkan racun kepahitan menguasai hati kita. Pandanglah kepada Kristus, Sang Penawar Agung. <strong>Satu tatapan iman kepada-Nya jauh lebih berkuasa daripada seribu gigitan persoalan dunia<\/strong>&#8220;<\/span><\/em><\/p>\n<p class=\"p1\"><strong><span class=\"s1\">Tuhan Yesus memberkati <\/span><\/strong><\/p>\n<p class=\"p1\"><strong><span class=\"s1\">YG160226<\/span><\/strong><\/p>\n<p class=\"p1\"><strong><span class=\"s1\">Pokok Doa SRHI GBIK<\/span><\/strong><\/p>\n<p class=\"p1\"><strong><span class=\"s1\">Senin, 16 Februari 2026<\/span><\/strong><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">1. Mengucap syukur kepada Tuhan atas seluruh rangkaian Ibadah dan kegiatan hari Minggu kemarin serta atas kesetiaan Jemaat dalam kehadiran, dukungan dan pelayanannya sehingga Ibadah dan kegiatan gereja telah berjalan dengan baik.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">2. Berdoa kiranya Tuhan senantiasa menyertai dalam setiap usaha, pekerjaan &amp; studi yang dijalani oleh jemaat GBIK sepanjang minggu yang baru ini sehingga diberi keberhasilan dan memuliakan nama Tuhan.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">3. Berdoa agar di Indonesia selalu tercipta suasana beribadah yang aman, damai, dan kondusif, juga Negara hadir memberikan perlindungan kebebasan beribadah sesuai dengan keyakinan masing-masing.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><strong><span class=\"s1\">Pokok Doa untuk Cabang Marga Mulya, Monterado &#8211; Kalimantan Barat<\/span><\/strong><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">1. Berdoa untuk jemaat yang sakit dan dalam proses pemulihan supaya Tuhan jamah sehingga dapat segera sembuh. Doakan juga supaya Jemaat terlindungi dari segala kecelakaan maupun marabahaya lainnya;<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">2. Doakan Penjangkaun dan Penginjilan dengan mengunjungi beberapa simpatisan gereja;<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">3. Berdoa untuk Pdm. Bima Iryanto supaya Tuhan memberkati dengan kesehatan, hikmat dan kemampuan untuk melayani Jemaat.<\/span><\/p>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bacaan 16 Februari 2026 Bilangan 21-25 \u201cLalu Musa membuat ular tembaga dan menaruhnya pada sebuah tiang; maka jika seseorang dipagut ular, dan ia memandang kepada ular tembaga itu, tetaplah ia hidup.\u201d \u202d\u202dBilangan\u202c \u202d21\u202c:\u202d9\u202c Teks ini dimulai dengan kalimat yang sangat manusiawi: &#8220;Maka bangsa itu tidak sabar di jalan.&#8221; Mereka sudah lelah. Perjalanan memutar terasa jauh,&#8230;<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on wp_trim_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on wp_trim_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":11,"featured_media":12441,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[20,38],"tags":[],"class_list":["post-12434","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan","category-srhi-santapan-rohani-hari-ini"],"_links":{"self":[{"href":"http:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12434","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"http:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"http:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/11"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=12434"}],"version-history":[{"count":6,"href":"http:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12434\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":12440,"href":"http:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12434\/revisions\/12440"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12441"}],"wp:attachment":[{"href":"http:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=12434"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"http:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=12434"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"http:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=12434"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}