{"id":10789,"date":"2025-03-23T19:25:24","date_gmt":"2025-03-23T12:25:24","guid":{"rendered":"https:\/\/gbik.info\/?p=10789"},"modified":"2025-04-16T13:26:28","modified_gmt":"2025-04-16T06:26:28","slug":"srhi-24-maret-2025-doxology-pujian-pengagungan","status":"publish","type":"post","link":"http:\/\/gbik.info\/index.php\/2025\/03\/23\/srhi-24-maret-2025-doxology-pujian-pengagungan\/","title":{"rendered":"SRHI 24 MARET 2025 &#8211; DOXOLOGY : PUJIAN PENGAGUNGAN"},"content":{"rendered":"<blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\">Matius 6:9-10<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">\u201c<em>Karena itu berdoalah demikian<\/em> : <em>Bapa kami yang disorga, dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu dibumi seperti di sorga<\/em>\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">\n<\/blockquote>\n<p>\u201c<strong><em>Seringkali orang percaya hanya meminta, meminta dan meminta dalam sebuah permohonan doa; tetapi lupa untuk mengagungkan Allah<\/em><\/strong>\u201d \u2013 begitulah kira \u2013 kira kalimat yang pas untuk menggambarkan kondisi praktik berdoa orang percaya. Hal tersebut dapat terjadi karena orang percaya lupa akan skema doa yang telah Tuhan Yesus ajarkan dalam Doa Bapa Kami. Dalam skema tersebut Tuhan Yesus mengajarkan bahwa sebuah doa harus dimulai dengan <em>doxology <\/em>atau pengagungan akan Allah sehingga selanjutnya orang percaya dapat berdoa dengan kerendahan hati dan pengertian yang benar bahwa Ia adalah Allah Sang Pencipta dan kita hanya ciptaan semata. Pengertian tersebut akan membawa manusia sadar bahwa segala sesuatu ada didalam kendali Kuasa-Nya dan dengan itu maka manusia harus berserah penuh pada tangan perkenanan-Nya.<\/p>\n<p><strong>Pengangungan akan Allah merupakan hal utama dan pertama yang wajib orang percaya lakukan untuk memulai sebuah doa<\/strong>. Dan dalam skema Doa Bapa Kami yang diajarkan oleh Tuhan Yesus, kita dapat mendapati sebuah kalimat yang berbunyi \u201c<em>Disorga, dikuduskan, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu<\/em>\u201d. Kalimat \u2013 kalimat tersebut memiliki makna yang berbeda namun saling berketerkaitan dan membangun.<\/p>\n<p>Kalimat pertama \u201c<strong><em>Disorga<\/em><\/strong>\u201d tidak hanya mengacu kepada tempat dimana Ia bertahta tetapi lebih dari pada itu mengacu kepada keilahian, otoritas dan status-Nya sebagai Allah Sang Pencipta. Kalimat tersebut mengajarkan manusia untuk dapat menyadari bahwa segala sesuatu yang ada dimuka bumi adalah hasil karya-Nya dan oleh sebab itu maka manusia tidak boleh sombong atas apa yang ia miliki saat ini. Kerendahan hati untuk mengakui Allah sebagai Pencipta yang berada disorga akan membawa orang percaya tidak mudah jatuh dalam dosa.<\/p>\n<p>Kalimat kedua yaitu \u201c<strong><em>Dikuduskanlah nama-Mu<\/em><\/strong>\u201d mengacu kepada sebuah sikap kerendahan hati dalam praktik penyerahan hidup untuk menguduskan Nama Allah. Praktik ini (Qidush Hashem) pernah dilakukan oleh Sadrakh, Mesakh dan Abednego saat mereka diperhadapkan untuk menyangkal Nama Allah. Ketiga pribadi tersebut mempraktikan makna \u201cdikuduskanlah nama-Mu\u201d sebagai sebuah pengakuan dan penyerahan hidup bahwa apapun yang terjadi adalah sekehendak Allah saja. Kalimat ini mengajarkan kita agar orang percaya dapat menyerahkan hidupnya hanya kepada Allah saja untuk\u00a0 kemuliaan dan kekudusan nama-Nya.<\/p>\n<p>Kalimat ketiga yaitu \u201c<strong><em>Datanglah Kerajaan-Mu<\/em><\/strong>\u201d merupakan sebuah pengakuan bahwa sorga adalah tahta pemerintahan-Nya. Ajakan Tuhan Yesus untuk berkata \u201cdatanglah Kerajaan-Mu\u201d adalah sebuah ajakan agar orang percaya dapat mengakui Allah sebagai Sang Raja dan sebagai bentuk kesadaran bahwa orang percaya memiliki bagian didalamnya. Jika orang percaya sudah dapat mengerti apa yang menjadi maksud tersebut, maka orang percaya akan dapat dengan mudah mengakui Allah sebagai Raja dalam doanya dan dalam perilakunya.<\/p>\n<p>Kalimat keempat yaitu \u201c<strong><em>Jadilah kehendak-Mu<\/em><\/strong>\u201d merupakan sebuah ajaran Tuhan Yesus agar orang percaya dapat berdoa dengan kerendahan hati dan jauh dari hati yang sombong. Ajakan ini merupakan ajakan yang relate dengan kondisi kedagingan manusia yang suka sekali mendikte Allah dalam perencanaannya. Oleh sebab itu dalam <em>doxology<\/em> yang terakhir ini Tuhan Yesus mengajarkan kepada orang percaya agar dapat berdoa dengan lebih rendah hati sehingga fokus dalam doa hanya tertuju pada Allah saja.<\/p>\n<p>Doa yang diawali dengan <em>doxology<\/em> merupakan sebuah doa yang sempurna karena pujian pengagungan akan Allah merupakan sebuah hal yang tidak boleh luput dari mulut manusia. Oleh karena itu, maka marilah setiap kita dapat berusaha menyampaikan pujian pengagungan akan Allah saat mengawali sebuah doa sehingga kita dapat mengutamakan Allah terlebih dahulu dan menaruh beban permasalahan dan kebutuhan di poin yang kedua sama seperti yang Tuhan Yesus ajarkan dalam skema Doa Bapa Kami.<\/p>\n<p>Tuhan Yesus memberkati<\/p>\n<p><strong>YG24032025<\/strong><\/p>\n<p><strong>Pokok Doa SRHI GBIK<\/strong><br \/>\n<strong>Senin , 24 Maret 2025<\/strong><\/p>\n<p>1. Mengucap syukur sudah terlaksananya kegiatan gereja (Persekutuan Naomi, Harmoni serta outing Sekolah Minggu kelas Pratama dan Pemuda)<\/p>\n<p>2. Berdoa untuk kesetiaan jemaat hadir mengikuti persekutuan WBI dan PBI setiap hari Selasa.<\/p>\n<p>3. Berdoa untuk pemerintah dalam menjaga kestabilan harga-harga bahan pokok, terutama menjelang hari raya.<\/p>\n<p><strong>Pokok Doa untuk Cabang Purwonegoro, Jawa Tengah<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li>Berdoa untuk program Pendampingan khusus untuk jemaat yg sakit dan tidak bisa pergi ke gereja.<\/li>\n<li>Doakan kegiatan gereja : kunjungan ke jemaat, penjangkauan jemaat yg undur, penginjilan pribadi serta pelatihan musik di gereja<\/li>\n<li>Doakan untuk Istri Gembala Sidang (Pdm. Eko Mugi Kristianto) yang sudah hamil 8 bulan, kiranya diberi kesehatan, kondisi kehamilan yang baik dan janin yang sempurna serta persalinan yang normal dan lancar, dan dicukupkan untuk persiapan dana persalinannya.<\/li>\n<\/ul>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Matius 6:9-10 \u201cKarena itu berdoalah demikian : Bapa kami yang disorga, dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu dibumi seperti di sorga\u201d \u201cSeringkali orang percaya hanya meminta, meminta dan meminta dalam sebuah permohonan doa; tetapi lupa untuk mengagungkan Allah\u201d \u2013 begitulah kira \u2013 kira kalimat yang pas untuk menggambarkan kondisi praktik berdoa orang percaya. Hal tersebut&#8230;<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on wp_trim_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on wp_trim_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":11,"featured_media":10776,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[38],"tags":[45],"class_list":["post-10789","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-srhi-santapan-rohani-hari-ini","tag-srhi-renunganrohanikristen"],"_links":{"self":[{"href":"http:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10789","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"http:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"http:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/11"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=10789"}],"version-history":[{"count":3,"href":"http:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10789\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":10792,"href":"http:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10789\/revisions\/10792"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/10776"}],"wp:attachment":[{"href":"http:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=10789"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"http:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=10789"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"http:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=10789"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}