{"id":10516,"date":"2025-03-01T19:05:56","date_gmt":"2025-03-01T12:05:56","guid":{"rendered":"https:\/\/gbik.info\/?p=10516"},"modified":"2025-03-02T21:32:06","modified_gmt":"2025-03-02T14:32:06","slug":"srhi-2-maret-2025-berdoa-adalah-tugas-orang-percaya","status":"publish","type":"post","link":"http:\/\/gbik.info\/index.php\/2025\/03\/01\/srhi-2-maret-2025-berdoa-adalah-tugas-orang-percaya\/","title":{"rendered":"SRHI 2 MARET 2025 &#8211; BERDOA ADALAH TUGAS ORANG PERCAYA"},"content":{"rendered":"<blockquote class=\"wp-block-quote\" style=\"text-align: center;\"><p><strong><em>&#8220;Tetaplah berdoa; Kalau ada seorang di antara kamu yang menderita, baiklah ia berdoa! Kalau ada seorang yang bergembira baiklah ia menyanyi!.\u201d<\/em><\/strong><cite><strong><br \/>\n(<em>I Tesalonika 5:17; Yakobus 5:13<\/em>)<\/strong><\/cite><\/p><\/blockquote>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam situasi sekarang ini yang serba sulit, ketaatan umat Allah pastinya sangat teruji seperti halnya kehidupan bangsa Israel ketika keluar dari tanah Mesir. Apakah kita tetap taat kepada Allah atau berpaling dari Allah? Namun supaya lebih dapat dipahami, ketaatan yang dimaksudkan dalam hal ini sesuai dengan tema khotbah hari ini adalah terkait doa (1 Tes. 5:17; Yak. 5:13). Satu hal yang harus kita renungkan bersama dan sekaligus sebagai perhatian kita semua sebagai umat Allah bahwa umat Allah bisa berpaling dari Allah kalau yang dipikirkan hanyalah perkara dan kepuasan sesaat yang berkaitan dengan hal-hal lahiriah seperti umat Israel pada waktu itu (Kel. 14:1-14), padahal seharusnya kehidupan umat Allah apapun yang terjadi harus tetap taat kepada Allah sampai akhir hayat walaupun harus menderita dan hidup berkekurangan dalam hal lahiriah selama di dunia ini.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sekarang mari kita perhatikan cara hidup dan teladan Tuhan Yesus selama di muka bumi ini! Begitu hebatnya kehidupan doa dari Tuhan kita Yesus Kristus, sehingga kedua belas murid-Nya meminta-Nya untuk mengajarkan mereka berdoa. Dan doa yang la ajarkan kepada murid-murid-Nya itu kita kenal dan dikenal gereja sepanjang masa yaitu &#8220;Doa Bapa Kami&#8221; (Luk. 11:2-4; Mat. 6:9-13). la berdoa pagi-pagi waktu hari masih gelap, dan bertahan terus sampai larut malam (Mat. 14:23), bahkan semalam-malaman la berdoa (Luk. 6:12) padahal setiap harinya la keliling dari kota ke kota, dari desa ke desa untuk mengajar dan memberitakan Injil Kerajaan Allah kepada banyak orang (Luk. 13:22).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Nah sekarang setelah kita melihat cara hidup dan teladan Tuhan Yesus dalam hal berdoa, maka kita sebagai orang percaya dalam renungan ini tidak berbicara pada pokok kapan kita berdoa, atau bagaimana kita berdoa, tetapi &#8220;Dalam hal apakah kita berdoa?&#8221; sehingga kita sebagai orang Kristen juga tetap berdoa dan melakukannya dengan tekun (I Tes. 5:13) apalagi ketika kita sedang menghadapi berbabagi tantangan, cobaan dan ujian selama kita hidup di dunia ini.<\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li>Kita berdoa seperti Tuhan Yesus, pada waktu beban dan tanggung jawab begitu berat. Kedatangan Tuhan Yesus ke dunia ini dengan satu misi yang jelas. Ada tanggung jawab yang Bapa berikan kepada-Nya untuk dilaksanakan, yaitu melakukan kehendak Bapa-Nya yang mengutus-Nya (Yoh. 4:34) untuk memberitakan Injil (Mrk. 1:38-39), membawa kabar baik kepada orang miskin, pembebasan bagi orang tawanan, penglihatan pada orang buta, pembebasan pada orang tertindas (Yoh. 4:18-19), bahkan kepada Nikodemus, guru besar Yahudi, la ungkapkan bahwa la datang untuk mati di kayu salib (Yoh. 3:14). Kalau Tuhan Yesus Kristus ketika di dunia saja berdoa pada saat melaksanakan tanggung jawab yang diemban-Nya, apalagi dengan kita?.<\/li>\n<li>Kita berdoa seperti Tuhan Yesus, pada waktu la berada posisi sulit dimengerti.<br \/>\nSaat la disalah mengerti, la tidak membalas atau mengancam tetapi berdoa. Ketika la disebut kerasukan setan dan gila (Yoh. 10:20), la disebut hantu (Mrk. 6:49), la disebut Elia, Yohanes Pembaptis, Yeremia atau salah satu seorang dari para nabi (Mat. 16:14). la tidak marah meskipun banyak orang tidak memahami-Nya.<\/li>\n<li>Kita berdoa seperti Tuhan Yesus pada waktu la sebagai manusia memerlukan kekuatan dari Bapa. Sebagai manusia, Yesus memerlukan kekuatan dari Bapa-Nya. Saat la dibaptiskan di sungai Yordan (Luk. 3:22), saat la di muliakan di atas gunung bersama dengan Musa dan Elia (Mat. 17:5, Mrk. 9:2-13), saat la di taman Getsemani (Mat. 26:39), bahkan saat la disalibkan (Luk. 23:46).<\/li>\n<li>Kita berdoa seperti Tuhan Yesus, pada waktu la melakukan sesuatu yang orang lain tidak dapat lakukan. Dalam doa-Nya di taman Getsemani, la ungkapkan cawan yang la harus meminumnya. Sesuatu yang orang Iain tidak dapat lakukan kecuali diri-Nya sendiri. Hasil doa membuat-Nya kuat menghadapi semua olokan, cibiran, sindirian, bahkan kematian. Biarlah teladan-Nya kita teladani.<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\">Marilah tetap berdoa karena dengan demikian kita memenuhi dan meneladani ajaran Kristus. Amin, Tuhan Yesus memberkati.<\/p>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>&#8220;Tetaplah berdoa; Kalau ada seorang di antara kamu yang menderita, baiklah ia berdoa! Kalau ada seorang yang bergembira baiklah ia menyanyi!.\u201d (I Tesalonika 5:17; Yakobus 5:13) Dalam situasi sekarang ini yang serba sulit, ketaatan umat Allah pastinya sangat teruji seperti halnya kehidupan bangsa Israel ketika keluar dari tanah Mesir. Apakah kita tetap taat kepada Allah&#8230;<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on wp_trim_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on wp_trim_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":8,"featured_media":10520,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[38],"tags":[],"class_list":["post-10516","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-srhi-santapan-rohani-hari-ini"],"_links":{"self":[{"href":"http:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10516","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"http:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"http:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/8"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=10516"}],"version-history":[{"count":2,"href":"http:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10516\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":10557,"href":"http:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10516\/revisions\/10557"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/10520"}],"wp:attachment":[{"href":"http:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=10516"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"http:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=10516"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"http:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=10516"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}