SRHI 29 DES 23 – DAPATKANLAH YANG TIDAK DAPAT DIAMBIL DARI ANDA Lukas 10:38-42

“. . . . sedang Marta sibuk sekali melayani. Ia mendekati Yesus dan berkata: “Tuhan, tidakkah Engkau peduli, bahwa saudaraku membiarkan aku melayani seorang diri? Suruhlah dia membantu aku.” Tetapi Tuhan menjawabnya: “Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara, tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya.”(Lukas 10: 40-42)

Pembaca SRHI yang dikasihi Tuhan,  Mulai dari Injil Lukas 9:59  dokter Lukas memberitakan perjalanan Tuhan Yesus menuju ke Yerusalem.  Ini adalah titik balik dalam Injil Lukas.  Dalam pasal-pasal sebelumnya Lukas memberitakan pelayanan Tuhan Yesus di daerah Galilea.  Mulai pasal  9:59  ini Lukas berfokus  pada pelayanan Tuhan Yesus di sepanjang perjalanan-Nya  menuju Yerusalem.  Mulai dari pasal 10 sampai  pasal 19 Anda akan menemukan ayat-ayat yang merupakan perkataan atau ajaran Tuhan Yesus  (Tulisan berwarna merah pada Alkitab Elektronik).  Mulai dari pasal 10  sampai pasal 19 Anda akan menemukan lebih banyak ucapan-ucapan Tuhan Yesus  dibandingkan dengan  mujizat-mujizat  Tuhan Yesus.

Demikianlah dalam Lukas pasal 10  Anda menemukan bahwa dalam perjalanan-Nya ke Yerusalem Tuhan Yesus bersama murid-murid-Nya tiba di sebuah kampung.  Seorang  perempuan yang bernama Marta menerima Dia di rumahnya.  Perempuan itu mempunyai  seorang saudara yang bernama Maria.  Maria  duduk dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan perkataan-Nya, sedangkan  Marta sibuk sekali melayani.  Marta mendekati Yesus dan berkata: “Tuhan, tidakkah Engkau peduli, bahwa saudaraku membiarkan aku melayani  seorang diri?  Suruhlah dia membantu aku.”

Saudara-saudara,  banyak orang  dengan cepat mengeritik dan menyalahkan perbuatan  Marta.  Tetapi mungkin  jika  Anda sendiri  sedang menerima tamu yang sangat Anda hormati  seperti Tuhan Yesus, Anda juga akan sibuk menyiapkan hidangan yang baik untuk tamu yang Anda hormati.  Penulis  yakin akan hal itu. Pasti Anda tidal menyiapkan hidangan hanya dengan telurceplok atau Super Mie. Pasti Anda nenyiapkan hidangan yang terbaik untuk tamu istimewa Anda.

Saudara-saudaraku,  manakah yang benar,  duduk di depan kaki  Tuhan Yesus mendengarkan ajaran-Nya atau  berdiri  dan sibuk  melakukan pekerjaan menyiapkan sesuatu untuk Tuhan Yesus?  Kedua-duanya baik dan benar.  Akan tetapi harus ada keseimbangan  antara duduk mendengarkan firman Tuhan dan berdiri sibuk melayani Tuhan.  Tetapi jika  harus memilih,  sebaiknya Anda memilih duduk di depan kaki Yesus mendengarkan nasihat dan ajaran-Nya,  dan keesokan  harinya Anda bisa berdiri untuk melakukan pekerjaan pelayanan Anda.  Kalau Anda memilih  duduk belajar dan mendengarkan firman Tuhan,  firman Tuhan  akan memampukan Anda kuat  berdiri melaksanakan  berbagai tugas dan persoalan dalam hidup Anda.

Ketika Marta mendekati Tuhan Yesus dan berkata:  “Tuhan, tidakkah Engkau peduli, bahwa saudaraku membiarkan aku melayani seorang diri? Suruhlah dia membantu aku.”  Tuhan Yesus berkata kepada Marta : “Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara, tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya.”

Perhatikanlah bahwa Tuhan Yesus  menyebut  nama Marta dua kali: “Marta, Marta”.   Ini menyatakan perhatian  dan  keprihatinan Tuhan Yesus terhadap Marta.   Beberapa ayat dalam firman Tuhan memakai  pengulangan  dalam menyebut  suatu nama.  Ini  menyatakan perhatian  dan keintiman –hubungan yang erat penuh kasih.  Ketika Abraham siap mengorbankan Ishak, kita membaca kalimat berikut:  “Tetapi berserulah Malaikat TUHAN dari langit kepadanya: “Abraham,  Abraham“.  Sahutnya: “Ya, Tuhan.”  Lalu Ia berfirman: “Jangan bunuh anak itu dan jangan kauapa-apakan dia, sebab telah Kuketahui  sekarang, bahwa engkau takut akan Allah, dan engkau tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku.” (Kejadian 22:11-12).   Satu lagi,  ketika Allah melihat Musa mendekati  semak yang terbakar,  Allah berfirman: “Musa,  Musa!”  dan ia menjawab: “Ya, Allah”. (Keluaran 3:4).  Sewaktu raja Daud mendengar bahwa Absalom  telah meninggal,  Raja menyelubungi mukanya, dan dengan suara nyaring merataplah raja: “Anakku Absalom, Absalom, anakku, anakku!” (2 Samuel 19:4).  Ketika Tuhan Yesus tergantung di kayu salib menjelang kematian-Nya jam 3 petang Tuhan Yesus berseru:  “Eli, Eli, lama sabakhtani?”  Artinya:  Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku? (Matius 27:36).

Pembaca SRHI yang dikasihi Tuhan,  dengarlah Tuhan Yesus juga menyebut nama Anda  berulang kali “(Nama Anda, Nama Anda): Engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara, tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya.”

Bapak, Ibu dan saudara-saudara yang dikasihi Tuhan,  Mari mengutamakan duduk di depan kaki Yesus  untuk membaca,  merenungkan  dan memahami  firman Tuhan.  Itulah bagian yang terbaik yang tidak akan diambil dari dalam hidup Anda.

(JET29092023)

Pokok Doa GBIK:

  1. Doakan masyarakat Indonesia dapat hidup rukun berdampingan saling menghormati perbedaan yang ada agar tidak menimbulkan masalah dan tetap bergotong royong dapat menikmati kebersamaan;
  2. Doakan GBIK Cabang dan Pos PI yang ada dapat menjadi berkat dan diberkati Tuhan dimana masyarakat sekitarnya dapat menikmati kasih setia Tuhan melalui GerejaNya;
  3. Doakan Jemaat GBIK menjadi saluran Berkat dan Anugerah keselamatan dapat mewartakan berita sukacita Kristus di mana Jemaat Tuhan tempatkan.

Pokok Doa CABANG EKLESIA PELITA, Halmahera Utara

  • Bersyukur ada persembahan kasih untuk pembelian lahan gereja
  • Doakan jemaat tetap setia dalam beribadah dan mengikut Tuhan, bertumbuh dalam kedewasaan rohani dan menjadi berkat dalam masyarakat
  • Doakan kesetiaan Gembala Sidang dalam tugas penggembalaan