SRHI 17 MAR 23 – ALLAH YANG KEKAL (Yesaya 40:27-31)

“Mengapakah engkau berkata demikian, hai Yakub, dan berkata begini, hai Israel: “Hidupku tersembunyi dari TUHAN, dan hakku tidak diperhatikan Allahku?” Tidakkah kautahu, dan tidakkah kaudengar? TUHAN ialah Allah kekal yang menciptakan bumi dari ujung ke ujung; Ia tidak menjadi lelah dan tidak menjadi lesu, tidak terduga pengertian-Nya. Dia memberi kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada yang tiada berdaya. Orang-orang muda menjadi lelah dan lesu dan teruna-teruna jatuh tersandung, tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah””

(Yesaya 40:27-31)

Renungan SRHI kita hari ini masih berkaitan pada tema “Allah yang diperkenalkan oleh firman Tuhan kepada kita”. Hari ini penulis ingin menyampaikan kepada kita sekalian Allah yang diperkenalkan oleh Nabi Yesaya yang terdapat dalam Kitab Nabi Yesaya 40:27-31, yaitu Allah yang kekal — the everlasting God—El Olam (Ibrani). Ketika Tuhan Yesus mengajar murid-murid-Nya (dan kita juga) berdoa, Dia berkata pada akhir doa itu: Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin. (Matius 6:9-13)

Gambaran yang diberikan oleh nabi Yesaya mengenai Allah dalam Yesaya pasal 40 ini ialah Allah Pencipta alam semesta dengan segenap isinya. Allah tidak lelah dalam menciptakan alam semesta dengan segala isinya. Tidak ada seorangpun di antara kita yang dapat menciptakan sesuatu. Karena pencipta adalah pribadi yang menciptakan sesuatu dari yang tidak ada menjadi ada. Hanya Allah yang dapat melakukannya seperti yang disampaikan oleh Rasul Paulus dalam Roma 4:17, “Engkau telah Kutetapkan menjadi bapa banyak bangsa” — di hadapan Allah yang kepada-Nya ia percaya, yaitu Allah yang menghidupkan orang mati dan yang menjadikan dengan firman-Nya apa yang tidak ada menjadi ada. Anda dapat membaca dan melihat hal itu dalam Kejadian pasal 1 yang menyatakan bahwa pada awalnya Allah menciptakan langit dan bumi: Kemudian Allah berfirman, Jadilah terang dan terangpun jadilah. Dalam Kejadian pasal 1 ini ada “menciptakan” dan “menjadikan”, dua kata yang berbeda. Menciptakan adalah menciptakan sesuatu menjadi ada dari yang tidak ada. Sedang menjadikan adalah membuat sesuatu yang baru dari apa yang sudah ada. Dalam Kejadian pasal 1 ini Allah melakukan kedua-duanya—menciptakan dan menjadikan dan hal itu dilakukan Allah sejak semula. Jadi kita manusia sesungguhnya di”jadikan” oleh Allah: Kejadian 1: 26 Berfirmanlah Allah: “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.” Kemudian dalam Kejadian 2: 7: “ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup.

Saudara-saudara pembaca SRHI yang dijadikan oleh Tuhan, Allah yang menciptakan segala sesuatu dan yang menjadikan manusia, DIA adalah Allah yang kekal – Everlasting God – El Olam.– עוֹלָם ‛  (Catatan: kata ini ada 438 kali dalam Alkitab Perjanjian Lama). Sayang sekali waktu kita terbatas. Tetapi kalau kita memerhatikan Kitab Yesaya pasal 40, pasal ini merupakan bagian kedua dari Kitab Nabi Yesaya (pasal 40-pasal 66) yang isinya merupakan berita kelepasan bagi bangsa Yehuda dan Jsrael yang berada dalam pembuangan. Allah yang mereka percayai adalah Allah, yang berkuasa, yang tidak berubah, Allah yang kekal, Allah yang rela mengapuni segala dosa mereka dan yang akan membebaskan mereka. Allah kita adalah Allah di atas segala Allah.  Berbahagialah kita bahwa Allah yang kita percayai di dalam Kristus Yesus adalah Allah yang kekal. Dia memberi kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada yang tiada berdaya. Orang-orang muda menjadi lelah dan lesu dan teruna-teruna jatuh tersandung, tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah”. Jadi, Saudara-saudaraku, mari mempercayakan hidup dan segala rencana Anda kepada-NYA.

Pokok Doa:

(JET17032023)

  1. Doakan hikmat Tuhan bagi panitia doa dan jemaat yang mempersiapkan pelaksanaan Doa Semalaman tgl. 21-22 Maret 2023;
  2. Doakan hikmat Tuhan bagi Pembicara serta Panitia musik dan jemaat yang mempersiapkan Training Pelayan Mimbar tgl. 22 Maret 2023;
  3. Doakan hikmat Tuhan bagi pemerintah dalam mengatur kebutuhan sembako di Bulan Ramadhan.

Cabang MARGA MULYA, Bengkayang, Kalimantan Barat

  • Doakan yang saat ini sedang sakit: Pdm. Natan batu ginjal, Bp. Anto saraf kejepit, Nek Sila darah tinggi + asam urat, Bu James asam urat;
  • Doakan Jemaat yang bekerja di luar Kota / luar negeri : Ketapang : Ibu Rika dan keluarga, Pontianak : Wiwik, Daniel, Kristian, Malaysia : Ibu Yuliana, Bp. Hamidi, Sdr. Lius, Sdr. Anto.