SRHI 15 MAR 23 – ALLAH MAHA KASIH

“2 Dengarlah, hai langit, dan perhatikanlah, hai bumi, sebab TUHAN berfirman: “Aku membesarkan anak-anak dan mengasuhnya, tetapi mereka memberontak terhadap Aku. 3Lembu mengenal pemiliknya, tetapi Israel tidak; keledai mengenal palungan yang disediakan tuannya, tetapi umat-Ku tidak memahaminya.” “

(Yesaya 1:2-3 ITB)

Air susu dibalas air tuba, perbuatan baik yang dibalas dengan perbuatan buruk. Sebuah peribahasa yang sangat sering kita dengar dan ternyata hal itu yang dirasakan oleh Allah pada masa Perjanjian Lama.

Banyak orang Kristen ketika berbicara mengenai Allah khususnya di Kitab-kitab Perjanjian Lama, maka akan menyimpulkan bahwa Allah adalah Allah yang sangat tegas, sangat kejam, dan bahkan tidak berbelas kasihan. Karena yang mereka lihat hanya pada bagian ketika Allah memberi hukuman kepada orang-orang atau umat-Nya yang melakukan dosa.

Sebenarnya, jika dengan seksama kita mempelajari bagian Alkitab di Perjanjian Lama, maka kita juga akan menemukan bagian di mana Allah itu terlihat sangat jelas begitu mengasihi umat-Nya, manusia.

Salah satunya adalah pada bagian yang kita akan pelajari hari ini di dalam Yesaya 1:2-3. Dibagian ini kita dapat melihat sedemikian rupa Allah begitu mengasihi umat Nya yang sudah dianggap menjadi anak-Nya. Dalam ayat 2 dikatakan :

TUHAN berfirman: “Aku membesarkan anak-anak dan mengasuhnya, (Yes 1:2 ITB)

Bangsa Israel saat itu sudah dianggap menjadi anak-Nya (בָּנִים֙), mereka dianggap sebagai anak laki-laki, anak-anak (baik laki-laki atau perempuan), anak-anak “ketidakadilan” (untuk orang yang tidak benar/tidak layak) atau anak-anak Allah. Manusia yang seharusnya tidak layak dianggap anak oleh Allah, tapi dibenarkan, dikuduskan dan dilayakkan menjadi anak-anak-Nya.

Allah bahkan melakukan tugas-Nya sebagai orang tua, membesarkan dan mengasuh anak-anak-Nya itu. Namun, ketika kita melihat di ayat 2 bagian akhir, dikatakan bahwa:

“tetapi mereka (bangsa Israel yang dianggap anak) memberontak terhadap Aku (Allah/TUHAN)”. (Yes 1:2 ITB)

Apa yang Allah sudah lakukan bagi bangsa Israel itu ternyata mendapat balasan yang tidak baik. Allah sangat mengasihi umat-Nya sekalipun kecewa yang Allah dapatkan dari mereka.

Bahkan Allah sampai membandingkan mereka dengan lembu yang mengenal pemiliknya, keledai yang mengenal palungan yang disediakan tuannya, namun tidak dengan bangsa Israel. Mereka justru memberontak terhadap Allah, melakukan apa yang tidak berkenan di hadapan Allah, dan senantiasa melakukan dosa.

Layakkah, kita masih mendukakan hati Allah dengan segala pelanggaran kita, sedangkan Dia selalu memberi yang terbaik untuk kita? Allah senantiasa menanti kita untuk berbalik kembali kepada-Nya, meninggalkan cara hidup kita yang membuatnya kecewa. Jangan sampai kita menerima hukuman dari Allah karena cara hidup kita itu.

Mari senantiasa berusaha menyenangkan hati Allah kita yang sudah menjadikan kita anak-anak-Nya dan sudah memberi yang terbaik untuk kita.

Amin

Tuhan Yesus memberkati
(NAK15032023)

Pokok Doa:

  1. Doakan pelayanan GGBI, YBI, YRBI serta dalam jajaran BPN dan BPD , selalu untuk perluas kerajaan Sorga;
  2. Doakan hikmat Tuhan bagi jemaat dalam menentukan Gembala Sidang di Kebayoran;
  3. Doakan generasi muda NKRI ,untuk takut Tuhan dan mengasihi Tuhan dan sesama.

Pokok Doa Cabang GERBANG MUTIARA, Landak, Kalimantan Barat

  • Bersyukur untuk kegiatan upacara baptisan untuk 8 orang anggota baru pada hari Minggu 12 Februari;
  • Doakan untuk perkembangan kerohanian dan kesetiaan para anggota baru.