SRHI 8 MAR 23 – RENCANA ALLAH DALAM HIDUP KITA

“Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan, dengan maksud melakukan seperti yang terjadi sekarang ini, yakni memelihara hidup suatu bangsa yang besar.”

(Kej. 50: 20)

Kejadian demi kejadian yang menunjukkan ketidakadilan di muka bumi ini tidak asing lagi di telinga kita, di depan mata kita. Ketika ketidakadilan itu seakan-akan memperoleh kemenangan hadir di depan mata kita, kita bermaksud menegakkan keadilan dengan melawan ketidakadilan tersebut, namun kita mengalami kesulitan besar, seolah menabrak “tembok maya“ yang tak tertembus daya upaya kita. Kita hanya bisa marah dan tak tahu apa yang harus kita lakukan.

Ayat nats hari ini merupakan kesimpulan yang dapat diambil dari peristiwa dalam kehidupan seorang Yusuf anak kesayangan Yakub yang terlahir dari Rahel istri yang disayanginya. Walau sewaktu masih kanak-kanak sangat dimanjakan oleh orangtuanya, namun saat menginjak remaja sangat dimusuhi kakak-kakaknya karena iri hati. Akhirnya kakak-kakaknya merencanakan sesuatu yang sangat tragis terhadap Yusuf, yang membawanya pada kehidupan sebagai seorang pelayan di Mesir (Kej. 37: 12-36).

Di Mesir, Yusuf sebagai seorang pelayan yang baik, karena pesona kemudaannya membawanya ke dalam penjara karena fitnah majikannya. Di dalam penjara, karena kuasa Allah yang terus menyertainya, ia berhasil membuka tabir apa yang menjadi kebingungan raja Mesir. Hal ini menyebabkan Yusuf mendapat kedudukan yang sangat tinggi di Mesir sebagai pemegang kuasa atas seluruh tanah Mesir di bawah raja Mesir, di mana hal itu tidak pernah terpikirkannya sama sekali (Kej. 40-41).

Rencana besar Allah mulai dinyatakan ketika terjadi bencana kelaparan panjang di Mesir dan kota-kota di sekitarnya, termasuk tempat tinggal orangtua Yusuf. Ketika kakak-kakaknya datang ke Mesir untuk membeli gandum, mereka datang menghadap Yusuf yang sudah menjadi pembesar di Mesir yang bertanggung jawab atas pembagian gamdum yang ada. Di sinilah Yusuf merasakan kekaguman yang luar biasa atas rencana besar Allah melalui dirinya. Akhirnya Yusuf dapat bertemu dengan orangtuanya dalam keadaan penuh keharuan (Kej. 42-46).

Pembaca SRHI yang berbahagia, di sini jelas sekali kakak-kakak Yusuf merencanakan kejahatan kepada dirinya, tetapi kejahatan itu dipakai Allah untuk merencanakan kebaikan demi keberlangsungan suatu bangsa besar, bangsa Israel. Pada akhirnya kita harus menyadari apa yang terjadi dalam kehidupan kita adalah bagian dari rencana Allah yang besar bagi hidup kita. Jalani dengan penuh keyakinan dan sukacita, Allah pada saatnya akan menunjukkan rencana besar-Nya bagi kita. Allah memberkati kita.
(RI08032023)

Pokok Doa:

  1. Berdoa bagi jemaat yang dalam pergumulan perekonomian supaya diberikan sumber mata pencaharian yang cukup dan yang kesulitan keuangan diberikan jalan keluar;
  2. Berdoa bagi jemaat yang berada dalam pergumulan hidup supaya diberikan kekuatan dan tetap setia kepada Tuhan dan percaya penuh akan rencana Tuhan;
  3. Berdoa untuk panitia keuangan gereja supaya diberikan hikmat dalam menjaga dan mengelola keuangan gereja dengan baik serta dapat bersinergi dengan seluruh kepanitiaan yg ada dalam memenuhi keperluan kegiatan gereja.

Pokok Doa Cabang IMANUEL, Rantau Prapat, Sumatera Utara

  • Mendoakan Gereja sedang membutuhkan keyboard, karena keyboard yang sekarang di gunakan kadang tidak bunyi;
  • Doakan Persiapan Ulang Tahun dan Paskah di bulan april;
  • Doakan Jemaat yang sedang membutuhkan Pekerjaan menetap.