SRHI 20 JAN 23 – PEMBAHARUAN HATI DAN PIKIRAN (Markus 7:9-23)

“Kata-Nya lagi: “Apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya, sebab dari dalam, dari hati orang, timbul segala pikiran jahat, percabulan, pencurian, pembunuhan, perzinahan, keserakahan, kejahatan, kelicikan, hawa nafsu, iri hati, hujat, kesombongan, kebebalan. Semua hal-hal jahat ini timbul dari dalam dan menajiskan orang.””
(Markus 7:20-23)

Kita patut mengucap syukur kepada Tuhan, karena Tuhan memberikan kita pikiran. Pikiran sangat penting dalam seluruh kehidupan kita. Pikiran adalah menara pengendali kehidupan kita. Apapun yang terjadi dalam hidup kita dimulai dari pikiran. Setiap keputusan yang kita ambil dimulai dari dalam pikiran kita. Semua keberadaan Anda saat ini adalah hasil dari apa yang telah Anda pikirkan selama bertahun-tahun sebelumnya. Itu sebabnya Rasul Paulus menasihati orang Kristen di Kolose dan kita juga demikian: “Karena itu, kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah. Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi. Sebab kamu telah mati dan hidupmu tersembunyi bersama dengan Kristus di dalam Allah.” (Kolose 3:1-3)

Jadi saat ini, ketika Anda telah menjadi pengikut Kristus, Anda perlu merenungkan/menyelidiki apakah pikiran-pikiran Anda telah sesuai dengan firman Tuhan atau belum. Apakah orientasi pikiran Anda adalah pada Kristus Yesus dan firman-Nya, dan bukan pada kebiasaan-kebiasaan lama Anda.

Dalam Injil Matius pasal 9: 14, 16, 17 kita membaca bahwa pada suatu hari murid-murid Yohanes Pembaptis datang kepada Tuhan Yesus dan bertanya: “Mengapa kami dan orang Farisi berpuasa, tetapi murid-murid-Mu tidak?” Jawab Yesus kepada mereka: Tidak seorangpun menambalkan secarik kain yang belum susut pada baju yang tua, karena jika demikian kain penambal itu akan mencabik baju itu, lalu makin besarlah koyaknya. Begitu pula anggur yang baru tidak diisikan ke dalam kantong kulit yang tua, karena jika demikian kantong itu akan koyak sehingga anggur itu terbuang dan kantong itupun hancur. Tetapi anggur yang baru disimpan orang dalam kantong yang baru pula, dan dengan demikian terpeliharalah kedua-duanya.” (Catatan: Peristiwa ini dicatat juga dalam Injil Markus 2:18-20 dan Injil Lukas 5:33-39). Setelah membaca ketiga perikop tersebut mungkin Anda bertanya mengapa ada perbedaan orang yang datang bertanya pada Yesus? Matius menyatakan yang datang kepada Yesus adalah murid-murid Yohanes. Markus mencatat bahwa yang datang kepada Yesus adalah orang-orang , ketika murid-murid Yohanes dan orang- orang Farisi sedang berpuasa sedangkan Lukas menuliskan bahwa yang datang kepada Yesus adalah orang-orang Farisi. Mana yang benar? Semuanya benar. Semua kelompok itu datang kepada Yesus atas hasutan orang- orang Farisi. Matius hanya menyoroti murid-murid Yohanes, Lukas hanya menyoroti orang-orang dan Markus menyoroti orang-orang yang dihasut oleh orang Farisi.)

Pada masa itu orang Yahudi menaruh air anggur mereka dalam semacam kantong yang terbuat dari kulit. Semakin lama kantong kulit itu menjadi keras dan kaku. Ketika orang mengisikan air anggur yang baru kedalam kantong kulit yang lama, maka ketika air anggur itu berfermentasi akan timbul gas sehingga mengakibatkan kantong kulit itu robek dan hancur. Demikian juga halnya dengan ilustrasi menambal kain baru pada kain yang lama. Ketika kain yang ditambal itu dicuci, maka kain baru akan menyusut dan akan menarik kain lama sehingga kain itu robek. Tuhan Yesus menyampaikan kedua ilustrasi itu untuk menyatakan bahwa ketika kita telah menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat kita (kain yang baru, Anggur yang baru) maka kita harus meninggalkan ajaran-ajaran lama atau kepercayaan lama yang tidak sesuai dengan Kitab Suci- firman Tuhan. Pikiran dan hati kita harus diisi dengan ajaran firman Tuhan.

Rasul Paulus melanjutkan nasihatnya kepada orangKristen di Kolose dan kita juga: “Karena itu matikanlah dalam dirimu segala sesuatu yang duniawi, yaitu percabulan, kenajisan, hawa nafsu, nafsu jahat dan juga keserakahan, yang sama dengan penyembahan berhala, semuanya itu mendatangkan murka Allah (atas orang-orang durhaka). Dahulu kamu juga melakukan hal-hal itu ketika kamu hidup di dalamnya. Tetapi sekarang, buanglah semuanya ini, yaitu marah, geram, kejahatan, fitnah dan kata-kata kotor yang keluar dari mulutmu. Jangan lagi kamu saling mendustai, karena kamu telah menanggalkan manusia lama serta kelakuannya, dan telah mengenakan manusia baru yang terus-menerus diperbaharui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar Khaliknya” (Kolose 3:5-10).
(JET20012023)
Pokok Doa:

  1. Doakan kinerja penegak hukum dalam mencengah dan mengatasi kasus di Indonesia;
  2. Doakan jemaat yang saat ini merindukan hadir kebaktian digereja tetapi terkendala kendaraan/jarak yang jauh/biaya serta kondisi kesehatan yang kurang mendukung;
  3. Doakan GBIK dalam menjalankan program dan kebijakan dalam pelayanan tahun ini.

Pokok Doa Cabang Gerbang Mutiara, Landak, Kalimantan Barat

  • Mendoakan untuk menyiapkan 2 remaja pria untuk bermain musik dalam ibadah;
  • Mendoakan program gereja 2023 dalam meluangkan waktu lebih banyak untuk kunjungan dan interaksi ke jemaat dan warga masyarakat;
  • Doakan keluarga jemaat yang bekerja di luar kota dan Malaysia kiranya dalam pemeliharaan Tuhan dan giat beribadah;
  • Doakan anak-anak yang akan melaksanakan ujian
    SD : Viktor, Putri, Rizky, Mikha, Pito, David, Rama, Nada, Ayen
    SMP : Erin, Ucan, Along, Rian, Sera, Rina, Yuyuk, Pika
    SMA : Flora.