SRHI 19 NOV 22 – KESETIAAN DALAM YESUS

“Demikianlah aku dapati hukum ini: jika aku menghendaki berbuat apa yang baik, yang jahat itu ada padaku.”
(Roma 7:21)

Orang percaya dikatakan  cinta kepada Tuhan dinyatakan dalam beribadah, mengikuti acara acara gereja, kasih kepada sesama dengan menolong memberi kepada sesama yang memerlukan dan memberikan persembahan atau perpuluhan.

Aktivitas mereka setiap Minggunya sungguh sangat rohani. Tetapi tidak sedikit kadang diantara kita ada yang  secara sadar atau tidak sadar diluar Gereja melakukan  yang tidak banyak diketahui oleh orang lain seperti melakukan perbuatan korupsi, perselingkuhan, meleter, pornografi, pelecehan dan lain sebagainya. Yang sering kali tidak sadar bahwa itu sudah melanggar perintah Tuhan atau memang dianggap tidak masalah karena hal-hal kecil. Apa ini  yang dikatakan mempunyai dua kepribadian rohani? Disatu sisi kita dapat mengikuti hukum Allah dan disatu sisi kita dengan mudahnya melanggar perintah Nya. Kita  tak mampu keluar dari jerat dosa. Pada zaman sekarang peristiwa seperti ini, kita melihat dan mendengar di sosial media orang Kristen yang kehidupannya berlawanan dengan etika Kristen. Yang sering orang tanyakan mengapa hal ini bisa terjadi padahal kita bukan-nya tidak tahu perbuatan yang benar dan tidak benar. Kita perlu mempunyai kemampuan untuk mengendalikan diri pada keinginan di dalam diri yang dicemari oleh dosa. Fungsi dari panca indera yang diproses oleh akal budi menentukan sikap perbuatan yang kita akan lakukan. Dalam kehidupan di dunia banyak beraneka tawaran  dan godaan yang bisa membuat orang untuk bisa memuaskan  diri. Dalam kitab Roma 7:22-24 : Demikianlah aku dapati hukum ini: jika aku menghendaki berbuat apa yang baik, yang jahat itu ada padaku.

Sebab di dalam batinku aku suka akan hukum Allah,

tetapi di dalam anggota-anggota tubuhku aku melihat hukum lain yang berjuang melawan hukum akal budiku dan membuat aku menjadi tawanan hukum dosa yang ada di dalam anggota-anggota tubuhku.

Aku, manusia celaka! Siapakah yang akan melepaskan aku dari tubuh maut ini?

Paulus secara  sadar mengakui bahwa sebagai  manusia sejak dahulu lemah dalam tabiat dosa yang tidak mampu melepaskannya. Kita bersyukur kepada Allah yang mau menyelamatkan melalui Yesus Kristus. Kita sebagai milik Allah merasakan orang asing  di dunia ini Kita kini hidup dalam negeri yang bukan menjadi milik kita, dan kewarganegaraan kita adalah bersama Kristus di sorga. Kita adalah orang asing di bumi ini, kita harus berjuang menjauhkan diri dari kesenangan dunia yang berusaha membinasakan jiwa kita.

Tuhan Yesus memberkati Amin.
(MS19112022)
Pokok Doa:

  1. Hikmat pemerintah Indonesia mengatasi potensi krisis ekonomi, krisis energi dll. Kiranya para Menteri yang membidangi memiliki kinerja yang baik;
  2. GBIK tetap dalam pemeliharaan dan perlindungan Tuhan menjadi Gereja yang diberkati dan menjadi berkat dapat menjalankan Amanat Agung;
  3. Mengucapsyukur atas pelaksanaan Rapat Perancang, kiranya setiap program gereja dapat terkoordinir dengan baik;
  4. Jemaat tetap setia dalam Tuhan, mengutamakan perkenanan Tuhan atas segala pekerjaan pelayanan dan kepentingan pribadinya.

Pokok Doa BPW SUMUR BANDUNG, Lampung Timur

  • Pelayanan dan kesehatan Gembala Sidang: Pdt. Yulius Eko serta keluarga;
  • Mengucapsyukur atas: terkumpulnya dana Natal 2022, persembahan Janji Iman pembangunan gedung Gereja dan kelas Baptisan yang masih berjalan;
  • Rencana Baptisan pada Desember 2022 dan pelaksanaan Natal 2022;
  • Pemulihan kesehatan jemaat sakit: Anak Attalya, Anak Bunga Kenza, Bu Kasiani;
  • Jemaat yang lama undur dari persekutuan: Bu Iing, Sdri. Agnes, Sdri. Sherel.