SRHI 31 JUL 21 – INGAT TUHAN YANG MELAKUKAN SEGALANYA

“Aku tahu, bahwa Engkau sanggup melakukan segala sesuatu, dan tidak ada rencana-Mu yang gagal”
(Ayub 42:2)

Setiap orang pasti ingin sukses dan menjadi orang yang berhasil pada setiap pekerjaan. Mereka tidak mau gagal, apalagi terpuruk. Apakah ini dapat terjadi bahwa setiap langkah, kita langsung sukses? Bisa saja ini terjadi, karena hidup yang berhasil dan diberkati adalah rancangan Tuhan. Umumnya orang yang cepat meraih sukses, merasa bahwa upaya yang dilakukan adalah dari kekuatan dan kepandaian dari diri sendiri. Sehingga ada istilah kalimat peribahasa kacang lupa kulitnya.

Bagai kacang lupa kulitnya” adalah suatu peribahasa, yang dalam kamus peribahasa berartI Orang yang dahulu tidak mempunyai apa-apa setelah menjadi kaya, lupa akan asal usulnya, sehingga bisa menjadi sombong, tidak tahu diri. Keadaan ini akan kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari.

Di dalam Alkitab kita dapat melihat bagaimana kehidupan Ayub, seorang yang berhasil. Sebagai orang yang berhasil bukan berarti Ayub tidak pernah gagal dalam hidupnya. Ayub pun harus mengalami kegagalan, penderitaan bahkan terpuruk. Namun Ayub tidak pernah menyerah dan putus asa di tengah jalan. Ia tetap bangkit dan mengarahkan pandangan kepada Tuhan. Ayub tetap bersyukur kepada Tuhan. Dalam keterpurukan Ayub masih bisa berkata, “Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya. TUHAN yang memberi, TUHAN yang mengambil, terpujilah nama TUHAN!” (Ayub 1:21). Di tengah proses yang ada Ayub tidak keluar dari jalan Tuhan dan tetap melekat kepada-Nya. Bahkan Tuhan memberkati Ayub “…dua kali lipat dari segala kepunyaannya dahulu.” (Ayub 42:10).

Kita melihat pada kitab 2 Timotius 1:5, Rasul Paulus mengatakan : Sebab aku teringat akan imanmu yang tulus ikhlas, yaitu iman yang pertama-tama hidup di dalam nenekmu Lois dan di dalam ibumu Eunike dan yang aku yakin hidup juga di dalam dirimu.

Rasul Paulus mau mengajak Timotius untuk pelayanan bersamanya, mengingat iman Timotius sejak kecil dididik oleh neneknya Lois dan ibunya Eunike untuk beriman dengan tulus ikhlas kepada Allah di dalam nama Yesus Kristus. Hasil didikan itu menghasilkan Timotius. Rasul Paulus mengingatkannya, bagaimana mereka adalah orang-orang yang dipakai Tuhan untuk menjadikan Timotius saat itu. Bagaimana keadaan kita hari ini? Mari kita juga tidak melupakan orang-orang yang pernah membimbing kerohanian kita.

Gagal bukan akhir segalanya. Tetaplah mengucap syukur seperti Ayub, karena kegagalan bukan rencana Tuhan walau terkadang Tuhan ijinkan kegagalan itu terjadi supaya kita belajar tidak sombong, dan belajar bergantung sepenuhnya kepada Tuhan. Kegagalan mengingatkan kita untuk introspeksi diri, mungkin selama ini kita mengandalkan kekuatan sendiri dan tidak melibatkan Tuhan dalam setiap rencana kita. Dan kita tahu tidak ada rencana Tuhan yang gagal, Dia sanggup melakukan segala sesuatu.

Tuhan Yesus memberkati. Amin
(MS31072921)

Pokok Doa:

  1. Doakan Gereja yang akan kembali mengadakan live streaming acara Kebaktian Hari Minggu, supaya petugas dapat berhati-hati dan mereka tetap Prokes dan 5M. Agar melalui acara ini jemaat tetap bertumbuh;
  2. Doakan jemaat yang sedang mengalami kesulitan ekonomi karena PPKM banyak usaha yang terpaksa tutup, sementara biaya hidup dan sekolah tetap diperlukan;
  3. Doakan Pemerintahan kita agar dapat memberikan Pernghargaan kepada NAKES, Dokter dan orang-orang yang bekerja dalam menangani pasien Covid, agar tetap terjaga kehidupan mereka yang rentan paparan Covid;
  4. Mari kita mendoakan, mohon Tuhan melawat, menjamah dan menyembuhkan saudara2 kita terkasih, yang sedang terpapar virus COVID:
    * Sdr. Ilo/Kristian (putra Ibu Diah)
    * Ibu Surani Kukuh
    * Sdri. Maria Dewi (putri Ibu Surani Kukuh)
    * Bp. Erwin Oscar Sitompul