SRHI 30 JUL 21 – INGATLAH AKAN PENCIPTAMU (Pengkhotbah 12:1-7)

“Ingatlah akan Penciptamu pada masa mudamu, sebelum tiba hari-hari yang malang dan mendekat tahun-tahun yang kaukatakan: “Tak ada kesenangan bagiku di dalamnya!””
(Pengkhotbah 12:1)

Sejarah bangsa Israel kuno hampir memecahkan record dalam hal sering melupakan Tuhan. Untuk sementara waktu mereka setia, tetapi tidak lama kemudian mereka kembali melupakan Tuhan. Hal itu terjadi berulang-ulang.  Mereka sangat mudah melupakan Tuhan. Ketika mereka menghadapi kesukaran dan ancaman dari musuh yang menyerang dan mereka hampir kalah, mereka baru ingat kepada Tuhan. Saat itu mereka berseru-seru minta pertolongan Tuhan, bahkan berjanji akan kembali setia kepada Tuhan. Tetapi setelah Tuhan memberi mereka kemenangan dan mereka berhasil membawa banyak jarahan serta makanan, tidak lama kemudian mereka kembali melupakan Tuhan. Mereka melupakan semua janji mereka kepada Tuhan. Mereka melanggar semua janji mereka.

Tuhan tahu semua hal itu akan terjadi. Tuhan Allah memakai Musa dan Yosua melalui firman-Nya untuk memperingatkan bangsa Israel agar mereka tidak melupakan Tuhan. Tuhan Allah menyuruh Musa dan Yosua berkata kepada bangsa Israel : “ haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun. Haruslah juga engkau mengikatkannya sebagai tanda pada tanganmu dan haruslah itu menjadi lambang di dahimu, dan haruslah engkau menuliskannya pada tiang pintu rumahmu dan pada pintu gerbangmu. (Ulangan 6:7-9). Dengan cara demikian Allah mengharapkan bahwa di manapun mereka berada mereka akan selalu ingat akan Allah.

Demikian juga dengan segala macam upacara korban dan persembahan, yang diperintahkan Tuhan untuk dilakukan, adalah agar apabila anak-anak mereka bertanya, orang tua mereka mengajarkan agar mereka tidak melupakan Tuhan. Dengan melakukan upacara-upacara hari raya dan korban korban yang dipersembahkan kepada Allah, hal itu menjadi alat peraga” untuk mendidik anak-anak agar mereka tidak melupakan Tuhan. “Dan apabila anakmu akan bertanya kepadamu di kemudian hari: Apakah artinya itu?  Maka haruslah engkau berkata kepadanya: Dengan kekuatan tangan-Nya TUHAN telah membawa kita keluar dari Mesir, dari rumah perbudakan” (Keluaran 13:14).

Bagaimana dengan kita? Seharusnya kita juga tidak melupakan Tuhan. Kita diminta untuk selalu mengingat Tuhan, baik pada saat kita berada dalam lembah kesukaran yang paling kelam dan dalam

ataupun pada saat kita berada pada puncak bukit keberhasilan kita yang gilang gemilang.

Mengapa kita diminta untuk selalu mengingat Tuhan? Karena akan datang waktu di mana kita akan menghadap Tuhan dan mempertanggung-jawabkan hidup kita. Jadi sebelum hal itu terjadi, kita mesti mengingat kehidupan kita. Renungkanlah sekarang, sebab akan datang waktunya kita menjadi sangat lemah. Dalam Pengkhotbah 12:1-7 kita dapat membaca saat-saat yang akan datang dalam hidup kita, yaitu saat hidup yang tidak begitu membahagiakan.  Ayat-ayat dalam pasal ini penuh dengan lambang-lambang yang menggugah hati tentang “kehidupan di masa senja” kita

Mari membaca Kitab Pengkhotbah 12:1-7, kami tampilkan artinya agar kita lebih mengerti.  (7:2) Saat mata/penglihatan kita tidak lagi terang. Sinar surya, bulan dan bintang kelihatan pudar. Kebahagiaan menyusut.  Awan mendung pembawa hujan menyebabkan rasa kuatir. (3) Kaki dan lengan gemetar dan tidak lagi cukup kuat memberi perlindungan. Gigi untuk mengunyah makanan tidak lagi lengkap. Mata kabur dan menyuramkan pandangan. (4) Keramaian di jalan sampai di telinga dengan sayup-sayup saja, kemampuan pendengaran kita mulai berkurang. Bunyi musik dan penggilingan hampir-hampir tidak terdengar. Engkau tidak dapat tidur lelap. Kicauan burungpun membuat engkau terjaga. (5) Engkau takut akan ketinggian dan harus berjalan dengan hati-hati. Rambut memutih beruban dan kakimu harus diseret ketika berjalan. Nafsu makan hilang, demikian juga segala hasrat dan keinginan. Kita menuju ke tempat tinggal kita yang penghabisan, orang-orang berkabung dan meratap sepanjang jalan. (6) Rantai perak akan putus dan terpisah-pisah; lampu emas jatuh dan pecah. Tali timba putus dan rusak; kendi hancur dan terserak-serak.  Tubuh kita akan kembali, menjadi tanah dan debu di bumi. Nafas kehidupan kita akan kembali kepada Allah. Dialah yang memberikannya sebagai anugerah.

Firman Tuhan ini mengingatkan kita agar kita tidak melupakan Tuhan sebelum terlambat. Mari selalu ingat akan Tuhan. Kita akan menghadap Tuhan dan akan mempertanggungjawabkan setiap tindakan dan perilaku kita di bumi ini. Percayakanlah hidup Anda kepada Tuhan Yesus, ingat-ingat dan taatlah kepada-Nya.
(JET30072021)

Pokok Doa:

  1. Doakan semua jemaat dalam yang menikmati kebersamaan dalam keluarga menjadi keluarga dalam Tuhan yang harmonis dan menjadi saksi buat orang disekelilingnya;
  2. Doakan hikmat bagi pejabat RS di seluruh Indonesia dalam melayani masyarakat Indonesia;
  3. Doakan gereja-gereja yang ada, lembaga kemasyarakatan yang dimiliki gereja terkhusus organisasi baptis yang melayani masyarakat, membagi kasih, menghadirkan Tuhan melalui kesaksian dan mengkabarkan Firman Tuhan yang selalu mengandalkan Tuhan untuk kemuliaan Tuhan;
  4. Doakan hikmat bagi panitia terkait Ibadah New Normal dalam melayani Ibadah di masa PPKM;
  5. Mari kita mendoakan, mohon Tuhan melawat, menjamah dan menyembuhkan saudara2 kita terkasih, yang sedang terpapar virus COVID:
    * Sdr. Eki Kemur
    * Sdr. Archie Kemur
    * Ibu Natasya (putri Ibu Sutini Uktolesia)
    * Sdr. Christian (cucu Ibu Sutini Uktolesia)
    * Sdri. Rachel (cucu Ibu Sutini Uktolesia)