SRHI 29 JUL 21 – JANGAN MENJADI HAMBA UANG!

“Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu. Karena Allah telah berfirman: Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau.”
(Ibr. 13:5)

Untuk mencapai segala sesuatu di dunia ini dan untuk memenuhi kebutuhan manusia sehari-hari sudah dipastikan manusia itu memerlukan uang. Namun patut diakui bahwa manusia sering mengandalkan uang dan harta kekayaan yang dimilikinya sehingga membuat manusia kurang berserah kepada Tuhan bahkan bisa mendorong manusia termasuk anak-anak Tuhan dapat melakukan hal-hal yang yang tidak rohani. Mengapa demikian, karena kondisi dan situasi lingkungan ini penuh kejahatan dan tawaran-tawaran dunia yang menggiurkan. Semestinya ini tidak terjadi dalam kehidupan anak-anak Tuhan jika kita tidak menjadikan uang menjadi sesuatu yang sangat berarti sehingga menguasai hati dan pikiran kita lalu mengesampingkan Tuhan Allah kita. Tuhan Allah-lah yang harus menjadi segalanya bagi kita dan hanya kepada Dialah kita terikat sebab tidak ada yang bisa menandingi Allah di bumi maupun di sorga.

Oleh karena begitu kuatnya pengaruh uang dan harta benda kepada kehidupan umat Allah sejak zaman dahulu maka melalui nabi Musa, Allah memperingatkan bangsa Israel: “Suatu negeri dengan gandum dan jelainya, dengan pohon anggur, pohon ara dan pohon delimanya; suatu negeri dengan pohon zaitun dan madunya; suatu negeri, di mana engkau akan makan roti dengan tidak usah berhemat, di mana engkau tidak akan kekurangan apapun; suatu negeri, yang batunya mengandung besi dan dari gunungnya akan kaugali tembaga. Dan engkau akan makan dan akan kenyang, maka engkau akan memuji TUHAN, Allahmu, dengan tidak berpegang pada perintah, peraturan dan ketetapan-Nya, yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, dan supaya, apabila engkau sudah makan dan kenyang, mendirikan rumah-rumah yang baik serta mendiaminya, dan apabila lembu sapimu dan kambing dombamu bertambah banyak dan emas serta perakmu bertambah banyak, dan segala yang ada padamu bertambah banyak, jangan engkau tinggi hati, sehingga engkau melupakan TUHAN, Allahmu, yang membawa engkau keluar dari tanah Mesir, dari rumah perbudakan, dan yang memimpin engkau melalui padang gurun yang besar dan dahsyat itu, dengan ular-ular yang ganas serta kalajengkingnya dan tanahnya yang gersang, yang tidak ada air. Dia yang membuat air keluar bagimu dari gunung batu yang keras, dan yang di padang gurun memberi engkau makan manna, yang tidak dikenal oleh nenek moyangmu, supaya direndahkan-Nya hatimu dan dicobai-Nya engkau, hanya untuk berbuat baik kepadamu akhirnya. Maka janganlah kaukatakan dalam hatimu: Kekuasaanku dan kekuatankulah yang membuat aku memperoleh kekayaan ini. Tetapi haruslah engkau ingat kepada TUHAN, Allahmu, sebab Dialah yang memberikan kepadamu kekuatan untuk memperoleh kekayaan, dengan maksud meneguhkan perjanjian yang diikrarkan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyangmu, seperti sekarang ini.” (Ul. 8:9-18)

Jadi Saudara yang dikasihi Tuhan, inilah peringatan yang diberikan Allah kepada bangsa Israel dan kita semua sebagai umat kepunyaan-Nya untuk didengar dan dilakukannya. Betapa malang, nasib orang kaya yang hati dan pikirannya terikat pada uang dan harta bendanya atau kekayaannya sehingga hatinya tertutup pada Tuhan dan sesamanya. Inilah yang membawanya kepada kehancuran dan kebinasaan kekal. Ingat! uang memang kita perlukan tetapi uang bukanlah sesuatu yang berarti untuk disembah. Tuhan Yesus memberkati.
(AP29072021)

Pokok Doa:

  1. Mari kita doakan jemaat GBIK agar dapat menjaga kesehatan diri sendiri dan keluarga agar tetap melaksanakan Prokes 5M secara ketat demi mengurangi paparan virus covid19;
  2. Doakan Panitia Gereja yang tergabung dalam melaksanakan acara Kemerdekaan RI bulan Agustus agar tetap dapat membuat suatu acara yang baik dan menarik;
  3. Berdoa bagi Bangsa dan Negara kita yang tetap memberikan Vaksin bagi yang belum dan tetap dapat menyediakan obat-obatan dan fasilitas yang diperlukan oleh penderita covid19;
  4. Mari kita mendoakan, mohon Tuhan melawat, menjamah dan menyembuhkan saudara2 kita terkasih, yang sedang terpapar virus COVID:
    * Bp. Eddy H. Marpaung (suami Ibu Sari Surbakti)
    * Sdr. Olivier (putra Bp. Eddy & Ibu Sari Surbakti)
    * Sdr. William (putra Ibu Sari Surbakti)
    * Sdr. Tito (murid SM Muda Remaja)