SRHI 19 JUL 21 – PEKERJA BERHAK MENDAPAT UPAH

“Ketika hari malam tuan itu berkata kepada mandurnya: “Panggillah pekerja-pekerja itu dan bayarlah upah mereka, mulai dengan mereka yang masuk terakhir hingga mereka yang masuk terdahulu.””
(Mat. 20:8)

Perikup firman Tuhan dalam Matius 20: 1-16 dengan judul “Perumpamaan tentang orang-orang upahan di kebon anggur” merupakan salah satu pengajaran yang mendorong orang untuk memiliki semangat bekerja keras. Diceritakan bahwa seorang pengusaha kebon anggur pagi-pagi mencari pekerja untuk dipekerjakan di kebonnya. Kemudian pukul sembilan mencari lagi, pukul duabelas mencari lagi, dan pukul lima sore mencari lagi. Setelah hari petang tiba saatnya pengusaha itu membayarkan upah semua pekerja yang sama yaitu satu dinar besarnya sekalipun jam bekerjanya berbeda-beda (Mat.20: 8-10).

Setelah mereka tahu bahwa upah mereka yang bekerja lebih awal sama dengan yang bekerja belakangan, mereka yang bekerja lebih awal bersungut-sungut karena merasa pengusaha tersebut tidak adil (Mat. 20: 11-12). Perasaan-perasaan seperti pekerja tersebut sering menghantaui kita di saat melihat orang yang jam kerjanya atau keuletannya dalam bekerja kurang, namun mendapat berkat Tuhan lebih banyak dari pada kita yang bekerja lebih lama dan lebih keras. Namun apakah benar sikap  tersebut? Mari kita lihat lebih jauh apa yang diucapkan pengusaha tersebut.

Mendengar sungut-sungut mereka, apa reaksi pengusaha itu? Pengusaha itu tenang-tenang saja karena merasa tidak bersalah apa-apa, karena ia membayar pekerja sesuai dengan kesepakatan mereka yaitu satu hari satu dinar. (Mat. 20: 13). Demikian pula pengusaha itu mengatakan bahwa mengapa mereka iri melihat kemurahan hatinya yang memberi upah sama kepada pekerja yang datang belakangan. Pengusaha itu juga mengatakan adalah haknya dalam mempergunakan miliknya untuk apa saja, untuk memberi berapa kepada pekerja-pekerja itu.

Salah satu pengajaran penting dalam perumpamaan di atas adalah bahwa bagi setiap orang yang lebih penting adalah bekerja keras.  Selebihnya kita serahkan kepada Tuhan Allah yang Mahatahu, percayalah Tuhan Allah adalah Allah yang Mahaadil yang pasti memberi berkat kepada setiap orang sesuai dengan hikmat-Nya. Tidak ada alasan bagi kita untuk memrotes Allah karena kita menilai Dia tidak adil. Ingatlah Allah tahu apa yang harus dilakukan, tahu apa yang dilakukan-Nya. Ingat di saat kita kerja keras, Allah yang Mahaadil itu memberkati kita dengan melimpah sesuai dengan keadilan-Nya. Tuhan Yesus memberkati, Amin.
(RI19072021)

Pokok Doa:

  1. Doakan bagi yang terpapar covid 19 terkhusus anggota GBIK baik pengurus dan jemaat. Kiranya Tuhan Yesus melawat setiap orang yang terpapar untuk dijamah dan disembuhkan serta orang terdekat yang merawat diberikan kekuatan dan kesehatan;
  2. Doakan ucapan syukur buat penyintas covid yang telah disembuhkan, atas kasih dan rahmatNya ada kesembuhan dan pemulihan;
  3. Doakan untuk perpanjangan PPKM dapat menurunkan bahkan memutus rantai penyebaran covid 19 dan masyarakat dapat mematuhi sehingga PPKM berhasil dan tidak perlu diperpanjang;
  4. Doakan untuk vaksinasi tetap berjalan dengan baik dan yang telah divaksinasi diberikan imunitas terhadap covid 19;
  5. Doakan untuk masyarakat lebih bersabar dalam menjalani PPKM;
  6. Doakan untuk usaha baik UMKM dan perusahaan yang terdampak PPKM dapat diberikan solusi yang terbaik supaya tetap berjalan;