SRHI 16 JUL 21 – BUATLAH APA YANG DIKATAKAN YESUS KEPADAMU (Yohanes 2:1-11)

“Apa yang dikatakan kepadamu, buatlah itu!.”
(Yohanes 2:5)

Dalam Injil Yohanes pasal dua kita membaca tanda mujizat pertama yang dilakukan Tuhan Yesus, yaitu  Mujizat dalam Pernikahan di Kana.  Itulah mujizat Mengubah air menjadi anggur.  Peristiwa ini sangat penting, di mana Tuhan Yesus menyatakan diri-Nya sehingga murid-murid-Nya dan banyak orang di Yerusalem menjadi heran.  Yang sangat menarik perhatian  ialah bahwa untuk memperkenalkan diri-Nya, Tuhan Yesus tidak membuat tanda ajaib di langit sehingga semua orang bisa melihatnya.  Tetapi Yesus memperkenalkan diri-Nya dalam satu acara pernikahan,  upacara  keluarga.  Tanda ajaib pribadi,  bukan secara masal.  Dalam kitab injil  kita menemukan 37 tanda ajaib yang dilakukan oleh Tuhan Yesus.  Rasul Yohanes hanya menulis 8 tanda saja dari 37 tanda itu.  Semua tanda itu dituliskan oleh Rasul Yohanes untuk menyatakan bahwa Yesus adalah Mesias, anak Allah.

Dalam acara pernikahan itu Maria Ibu Yesus hadir bersama Tuhan Yesus dan murid-murid-Nya.  Ketika pesta itu sedang berlangsung,  Maria tahu bahwa mereka kehabisan air anggur.  Air anggur adalah bagian yang sangat penting dalam suatu pesta, khususnya pesta pernikahan.  Air anggur menyebabkan suatu pesta menjadi penuh sukacita.  Air anggur menciptakan kegembiraan.  Jadi ketika Maria mengetahui bahwa pesta ini kehabisan anggur,  dia datang kepada Yesus dan berkata: “Mereka kehabisan anggur”.  Kata Yesus kepadanya: “Mau apakah engkau dari pada-Ku, ibu? Saat-Ku belum tiba.”  Tetapi ibu Yesus berkata kepada pelayan-pelayan: “Apa yang dikatakan kepadamu, buatlah itu!”  Di situ ada enam tempayan yang disediakan untuk pembasuhan menurut adat orang Yahudi, masing-masing isinya dua tiga buyung. Yesus berkata kepada pelayan-pelayan itu: “Isilah tempayan-tempayan itu penuh dengan air”.  Dan merekapun mengisinya sampai penuh. Lalu kata Yesus kepada mereka: “Sekarang cedoklah dan bawalah kepada pemimpin pesta.” Lalu merekapun membawanya.  Setelah pemimpin pesta itu mengecap air, yang telah menjadi anggur itu  —  dan ia tidak tahu dari mana datangnya, tetapi pelayan-pelayan, yang mencedok air itu, mengetahuinya  —  ia memanggil mempelai laki-laki, dan berkata kepadanya: “Setiap orang menghidangkan anggur yang baik dahulu dan sesudah orang puas minum, barulah yang kurang baik; akan tetapi engkau menyimpan anggur yang baik sampai sekarang.”

Apa yang dilakukan oleh Tuhan Yesus?   Mengubah suasana.  Yesus mampu mengubah malapetaka, menjadi penuh suka cita.  Yesus menolong keluarga itu bisa mengatasi persoalan mereka.  Itulah hal  yang kita perlukan dalam setiap kehidupan yang kita hadapi, teristimewa pada masa pandemic ini.  Persoalan demi persoalan datang dalam kehidupan kita.  Kita kehabisan bermacam-macam “anggur“ dalam hidup dan keluarga kita. Tetapi melalui Tuhan Yesus,  DIA  mampu mengubah air menjadi air anggur yang terbaik.  Tuhan Yesus juga mampu menolong kita mengatasi persoalan persoalan yang kita hadapi.  Untuk dapat mengalami mujizat Tuhan Yesus, kita perlu melakukan beberapa hal seperti yang kita baca dalam firman Tuhan ini.

  1. Undang Tuhan Yesus masuk kedalam hidup Anda dan keluarga Anda. Beritahukan kepada-Nya secara spesifik persoalan yang sedang Anda hadapi
  2. Tetap percaya kepada-Nya walaupun seolah-olah Anda mendengar Yesus berkata “Mau apakah engkau dari pada-Ku? Saat-Ku belum tiba.”
  3. Lakukan saja apa yang Yesus katakan. Percayalah akan firman Tuhan yang disampaikan kepada Anda. Anda akan melihat bahwa apa yang diberikan oleh Tuhan tidak sama dengan apa yang biasa diberikan oleh dunia ini.

Kalau dunia ini memberikan yang “baik terlebih dahulu, kemudian yang buruk”,  Tuhan Yesus sebaliknya, Ia selalu memberi  kita air anggur yang terbaik.  Mari menutup renungan ini dengan mendengarkan ucapan pemimpin pesta kepada keluarga di Kana itu: “Setiap orang menghidangkan anggur yang baik dahulu dan sesudah orang puas minum, barulah yang kurang baik; akan tetapi engkau menyimpan anggur yang baik sampai sekarang.”
(JET16072021)

Pokok Doa:

  1. Doakan Rapat Perancang hari ini dapat dihadiri semua anggota dan menghasilkan yang sesuai kehendak Tuhan;
  2. Doakan untuk keamanan NKRI, baik diperkotaan hingga pelosok negeri tetap aman terkendali, setiap aparatur yang ada dari TNI-POLRI hingga swadaya masyarakat diberikan hikmat dari Tuhan;
  3. Para penginjil baik para misionaris, para pendeta, para diakon, para panitia dan jemaat terkhusus di GBIK dapat mengkabarkan Firman Tuhan dengan baik dan banyak jiwa yang dimenangkan;
  4. Doakan kegiatan ibadah doa Sabtu besok hari, jemaat dapat hadir untuk saling mendoakan, menguatkan dan terberkati oleh Firman Tuhan;