SRHI 15 JUL 21 – INGIN BERHASIL? PERCAYALAH SEPENUHNYA KEPADA TUHAN!

“Percayalah kepada Tuhan dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu.”
(Ams. 3:5-6)

Pandemi Covid-19 tidak pernah kita duga sebelumnya, sehingga kebanyakan perencanaan demi perencanaan kita tertunda bahkan gagal terjadi dan ini membuat kita kalau tidak siap dan menerima keadaan akan mengalami stress. Ditambah dengan sebagian kita kehilangan pekerjaan yang membuat terpuruknya ekonomi kita. Lalu bagaimana kita bisa berhasil dan bisa mencapai apa yang kita inginkan?

Mari kita renungkan dari Amsal 3:5-6 yang dapat menolong kita untuk tidak putus asa dan terus optimis untuk mampu bertahan dan bahkan mencapai keberhasilan.

Pertama, Percayalah kepada Tuhan. Percaya kepada Tuhan berarti berserah pada kehendak-Nya. Karena Kehendak Tuhanlah yang terjadi pada akhir segala sesuatu (Ams. 16:9). Kedaulatan dan kehendak-Nya tidak dapat dihalangi oleh siapapun (Yes. 46:10). Kehendak dan jalan Tuhan adalah perlindungan bagi setiap orang percaya (Ams. 10:29). Kehendak Tuhan adalah yang terbaik bagi kita (Rm. 8:28). Karena itu tidak ada pilihan lain kecuali percaya sepenuhnya kepada Tuhan karena tidak ada perkara yang mustahil bagi Dia (Kej. 18:14). Berserah kepada-Nya berarti membawa segala sesuatu kepada-Nya dalam doa (Yak. 4:2; Mat. 7:7). Jadi doa adalah jalan keluar dari segala masalah yang membuat kita tidak tahu apa yang harus kita lakukan (Yak. 5:3), maka jangan lakukan segala sesuatu tanpa petunjuk-Nya!

Kedua, Jangan bersandar pada pengertian sendiri. Tidak salah kita menggunakan sesuatu yang ada pada kita untuk mencapai keberhasilan, misalnya pikiran kita, kreasi, ide-ide yang cemerlang, tetapi jika semuanya tidak sesuai dengan kehendak Allah malah bukan menyelesaikan masalah melainkan menciptakan masalah baru. Jika manusia dan kesanggupannya dapat menyelesaikan masalahnya, Allah tidak mungkin memberikan janji-janji-Nya kepada manusia (Mzm. 127:2; Yoh. 15:5). Dengan memadukan segala yang ada pada kita dengan kehendak Allah akan terbuka hal-hal baru dalam akal dan pengertian kita.

Ketiga, Mengakui Allah dalam segala tingkah laku kita. Mengakui Allah dalam segala tingkah laku kita berarti bersukacita dalam apapun yang Ia izinkan terjadi dalam hidup kita (Flp. 4:4). Sukacita kita adalah kunci untuk membuka pintu kuasa Allah dalam meluluskan apa yang kita harapkan (Mat. 37:4). Mengakui Allah, berarti bersyukur kepada-Nya dalam segala sesuatu (1 Tes. 5:18). Ucapan syukur adalah pengakuan bahwa Tuhan adalah Allah yang duduk di atas takhta (Yes. 6:1), berdaulat atas langit dan bumi (Mzm. 46:11) termasuk dalam hidup kita.

Jadi Saudara yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus. Marilah kita tetap bersyukur dengan apa yang ada meskipun situasi dan kondisi mencengkeram kita dengan percaya sepenuhnya kepada Allah dan tidak berpengertian pada diri kita sendiri.  Tuhan Yesus memberkati.
(AP15072021)

Pokok Doa:

  1. Doakan untuk jemaat yang mencari pasangan hidup yang saling menolong dan pekerjaan yang layak yang dapat memberikan kehidupan untuk pribadi dan orang sekelilingnya serta untuk kemuliaan Tuhan;
  2. Doakan untuk para ibu hamil diberikan kesehatan dan kekuatan dan janin atau bayi yang dikandungnya sehat serta hingga saat melahirkan;
  3. Doakan para lansia, dalam keterbatasan dan penurunan kesehatannya, Tuhan Yesus terus menjaga dan melindungi dari bahaya dan penyakit yang ada serta dikuatkan dalam kasih Tuhan melalui anak dan cucunya serta orang disekelilingnya;
  4. Doakan pertumbuhan balita yang ada terkhusus untuk anggota GBIK;