SRHI 24 JUN 21 – SAAT DIHAMBAT MALAH MERAMBAT

“Sementara itu banyak saudara-saudara telah tersebar karena penganiayaan yang timbul sesudah Stefanus dihukum mati. Mereka tersebar sampai ke Fenesia, Siprus dan Antiokhia; namun mereka memberitakan Injil kepada orang Yahudi saja.”
(Kis. 11:19)

Kita sebagai umat baptis perlu berbangga hati oleh karena kita telah memiliki tiga Rumah Sakit Baptis Indonesia yang ada di kota Lampung, Kediri, dan Batu – Malang. Ketiga Rumah Sakit Baptis ini patut kita doakan untuk kemajuan dan kontribusinya kepada masyarakat Indonesia baik dalam pelayanan kesehatan dan sarana penginjilan.  Nah, pada suatu kali ada seorang pasien yang berobat ke salah satu Rumah Sakit Baptis mengeluhkan sulit buang air besar (BAB). Setelah diadakah pemeriksaan secara teliti selama kurang lebih satu bulan, akhirnya tim Dokter Rumah Sakit itu berkesimpulan bahwa pasien itu di dalam ususnya terdapat kanker. Dengan berat hati sang Dokter itu memanggil pasien dan keluarganya dan memberitahukan bahwa sel kanker pada pasien itu ada di usus besar dan sudah menjalar sampai ke hati dan paru-paru. Lebih lanjut lagi, dokter menjelaskan bahwa kanker itu termasuk kanker yang ganas dimana jika kanker itu diangkat maka hasilnya tidak dapat dipastikan bahwa pasien akan sembuh karena sifat dari sel kanker ini semakin dia dibelah maka akan semakin cepat penyebarannya. Akhirnya dengan perasaan sedih sang pasien itu menerima kenyataan itu dan mengambil keputusan untuk tidak dioperasi.

Sel kanker pada pasien itu cara kerjanya mirip dengan iman yang dimiliki oleh para rasul dan jemaat mula-mula. Sama-sama aktif dan tidak mudah dimatikan oleh serangan dari luar. Demikianlah hidup pelayanan para rasul dan jemaat yang setia kepada Kristus, dimana mereka sangat setia dan giat dalam memberitakan Injil walaupun mereka selalu dihalang-halangi dari pihak luar dan bahkan dihentikan dengan aniaya, siksa dan penjara, tetapi tidak satupun mereka yang merasa takut dan berhenti memberitakan Injil. Dalam kata lain, semakin mereka dihambat, mereka semakin menyebar ke berbagai penjuru kota dan memberitakan Injil kepada banyak orang. Inilah kuasa Roh Kudus yang senantiasa bekerja secara luar biasa untuk setiap hamba-hamba-Nya yang setia memberitakan Injil.

Saudara yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus, dengan situasi dan kondisi sekarang ini apakah kita sebagai orang Kristen masih memiliki semangat yang menyala-nyala dalam memberitakan Injil? Memang harus kita akui bahwa banyak orang Kristen telah mati karena memberitakan Injil, bagaimana perasaan dan hati kita mendengar dan melihat mereka yang mati di dalam Kristus? Ingat Saudaraku, kita semua pada dasarnya dipanggil untuk memberitakan Injil Tuhan supaya dunia tidak binasa, maka marilah kita tetap bersemangat dan jangan padamkan Roh Kudus supaya banyak jiwa percaya kepada Tuhan Yesus dan diselamatkan bagi kemuliaan-Nya. Amin, Tuhan memberkati.
(AP24062021)

Pokok Doa:

  1. Doakan damai sejahtera dari Tuhan menyertai kita semua masyarakat di masa pandemi yang saat ini sedang banyak orang yang terjangkit;
  2. Doakan pemulihan dari pasien Covid-19 yang sedang meningkat, kiranya Hikmat Tuhan memimpin semua tenaga medis yang sedang melayani dan diberikan kesehatan;
  3. Doakan jemaat dan anggota keluarga pasien covid-19 yang masa pemulihan kesehatan, kiranya mereka terus mengandalkan Tuhan. Turut mendoakan kesembuhan para Pdt. Baptis dan keluarga yang menjadi pasien covid-19;
  4. Doakan program Panitia dan organisasi GBIK selalu dalam hikmat Tuhan Yesus untuk mendukung pertumbuhan rohani jemaat;
  5. Pokok doa anggota kelompok.