SRHI 21 JUN 21 – TETAP MENYAMPAIKAN KABAR BAIK (BAGIAN 1)

“Akan tetapi orang-orang Yahudi menentangnya dan karena itu terpaksalah aku naik banding ke Kaisar, tetapi bukan dengan maksud untuk mengadukan bangsaku. Itulah sebabnya aku meminta, supaya aku melihat kamu dan berbicara dengan kamu, sebab justru karena pengharapan Israellah aku diikat dengan belenggu ini.”
(Kis. 28:19-20)

Setiap tindakan dilakukan seseorang, pastilah ada motivasi dan tujuan yang mengawalinya mengapa tindakan tersebut dilakukan. Itulah yang banyak orang menyebut dengan istilah perencanaan. Memang merencanakan adalah memikirkan sesuatu yang secara mendalam, dan asil pemikiran itu menjadi dasara untuk bersikap dan melangkah, apa yang harus dilakukan.

Apa yang diucapkan Paulus kepada orang-orang Yahudi di Roma yang tertulis dalam Kisah Para Rasul 28: 17-29, merupakan motivasi dan tujuan Paulus naik banding ke Kaisar di Roma. Hal itu diungkapkan secara langsung kepada mereka dan hasilnya beberapa di antara mereka mengerti apa yang dimaksud  Paulus. Mari kita ungkap apa yang apa di hati dan pikiran Paulus di balik kepergiannya ke Roma.

  1. Paulus tidak bermaksud mengadukan bangsanya. Dengan jelas dikatakan Paulus tidak akan mengadukan bangsanya (Yahudi) kepada Kaisar atas perlakuan kasar terhadap dirinya, sekalipun sebagai orang Yahudi yang memiliki kewarganegaraan Roma ia dapat dan boleh melakukannya. Paulus hanya ingin membela diri atas keberadaannya yang tidak bersalah, tetapi dituduh macam-macam, bahkan ia ditangkap dan dimasukkan penjara di Yerusalem (Kis. 21:27-36). Dalam hal ini jelas hati Paulus bersih, tidak ada dendam dalam dirinya terhadap orang yang menyakitinya. Inilah hati seorang murid Yesus sejati.
  2. Paulus bermaksud untuk berbicara kepada bangsanya di Roma tentang pengharapan Israel. Seperti kita sudah ketahui bersama bahwa sebelumnya Paulus adalah seorang anggota Mahkamah Agama Yahudi yang terkenal dan dengan kecerdasannya yang luar biasa ia menjadi figure yang diharapkan dapat menjaga dengan baik adat istiadat Yahudi. Namun setelah “ditangkap Tuhan Yesus”, Paulus menjadi berbalik dan mengabarkan bahwa jalan keselamatan yang dijanjikan, Mesias yang dinanti-nantikan tergenapi dalam diri Tuhan Yesus. Inilah hati seorang Paulus, ia mau bangsanya mengenal keselamatan yang dijanjikan hanya melalui Yesus (Kis. 28: 23).

Seorang murid Tuhan Yesus sejati hatinya bersih dan selalu diterangi dengan terang Allah, tidak berusaha untuk membalas kejahatan yang dilakukan orang terhadap dirinya, justru ia mau memenangkan dan menyelamatkan mereka sehingga memperoleh keselamatan kekal bersama dirinya. Sebagai murid Tuhan Yesus sudahkan motivasi dan pikiran tersebut ada dalam diri kita? Tuhan Yesus memberkati, Amin.
(RI21062021)

Pokok Doa:

  1. Doakan Kemendikbudristek dalam kebijakan untuk proses belajar mengajar tahun jaran 2021/2022, juga para guru serta pendidik dimasa persiapan tahun ajaran baru, diberikan semangat dan kesehatan;
  2. Doakan pemulihan dari pasien Covid-19 yang sedang meningkat, kiranya Hikmat Tuhan memimpin semua tenaga medis yang sedang melayani dan diberikan kesehatan;
  3. Doakan jemaat dan anggota keluarga pasien covid-19 yang masa pemulihan kesehatan, kiranya mereka terus mengandalkan Tuhan. Turut mendoakan kesembuhan para Pdt. Baptis dan keluarga yang menjadi pasien covid-19;
  4. Doakan jemaat GBIK menerapkan Firman Tuhan yang dipelajari dalam hidup mereka masing-masing;
  5. Pokok doa anggota kelompok.