SRHI 15 JUN 21 – MENYANGKAL DIRI DAN MEMIKUL SALIB (BAGIAN 2)

“Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya; “Setiap orang yang mau mengikut aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku.””
(Mat. 16: 24)

Dalam memilih para murid, Tuhan Yesus selalu menyapa dan mengajak mereka, “Ikutlah Aku.” Ini berarti menjadi murid harus mengikut Dia. Apa artinya mengikut Dia? Mengikut Dia berarti rela mengikuti apa yang diajarkan, yang dilakukan Tuhan Yesus dengan kerelaan, seperti domba mengikut gembala, seperti pelayan mengikut tuannya,  seperti prajurit mengikut komandannya. Pengikut Kristus haruslah mau berjalan bersama-Nya, rela hidup dalam pimpinan-Nya dan tunduk kepada perintah-Nya.

Seorang yang mau megikut Kristus apalagi mau melayani-Nya disyaratkan harus:

  1. Menyangkal diri. Artinya mengikut Kristus harus berani melupakan kepentingannya sendiri atau tidak memikirkan lagi kepentingannya sendiri. Penyangkalan diri merupakan hal yang sulit dilakukan, bagaimana mungkin kita dapat melupakan kepentingan sendiri? Tindakan ini tidak lebih dari pada apa yang telah dikerjakan oleh Sang Kristus sendiri. Dia adalah Allah sendiri, Ia rela datang ke dunia dalam wujud manusia. Ia melakukan semua itu karena mengasihi umat manusia yang berdosa, dan bermaksud menyelamatkannya. Dia melupakan kepentingan-Nya sendiri untuk menolong kepentingan manusia yang dikasihi-Nya.
  2. Memikul salib. Artinya mengikut Tuhan Yesus harus rela menanggung penderitaan sebagai manusia maupun sebagai orang percaya. Segala kesulitan yang kita derita karena iman kepada Kristus itulah namanya salib, dan salib itu mau tidak mau harus kita pikul karena kepercayaan kita. Setiap murid Kristus menanggung salibnya masing-masing, hal bergantung pada di mana kita berdomisili, di mana kita bekerja dan di mana kita melayani Tuhan. Namun seberat apapun salib itu, ingatlah apa yang difirmankan-Nya, “Pikullah kuk yang kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Ku pun ringan.” (Mat. 11: 29-30).

Jelaslah sekarang bahwa Tuhan Yesus memanggil kita menjadi murid-Nya, bukan semata-mata untuk mendapatkan keselamatan dari-Nya, tetapi di sana terdapat tanggung jawab untuk menyangkal diri dan memikul salib. Ini bukan beban tapi merupakan kesempatan untuk melakukan yang terbaik sebagai murid. Janji-Nya jelas kita akan mendapat ketenangan. Tuhan memberkati, Amin.
(RI15062021)

Pokok Doa:

  1. Berdoa kiranya penyebaran virus covid tidak meningkat;
  2. Terus doakan para tenaga kesehatan yang bekerja menolong para pasien , kiranya mereka sehat dan semangat;
  3. Doakan para pelayan yang akan melayani di WBI dan PBI hari ini;
  4. Persiapan pembukaan pos PI di Muntilan;
  5. Pokok doa anggota kelompok.