SRHI 14 JUN 21 – MENYANGKAL DIRI DAN MEMIKUL SALIB (BAGIAN 1)

“Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya; “Setiap orang yang mau mengikut aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku.””
(Mat. 16: 24)

Ketika Tuhan Yesus untuk pertama kali mengatakan kepada murid-muridnya bahwa Ia harus pergi ke Yerusalem dan menaggung banyak penderitaan dari pihak tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, dibunuh lalu bangkit pada hari ketiga, Petrus dengan beraninya menegor Tuhan Yesus dengan mengatakan, “Tuhan kiranya Allah menjauhkan hal itu.” (Mat. 1 6:21-22). Mengapa Tuhan Yesus mengatakan hal itu kepada murid-murid-Nya? Apa tujuannya?

Empat kali Tuhan Yesus menyatakan apa yang akan terjadi pada diri-Nya kepada murid-murid-Nya bahwa Ia akan menderita suatu penderitaan besar dan menyakitkan sampai mati (Mat. 16: 21; 17: 22-23; 20: 17-19; 26: 1-2). Nampak sekali para murid tidak siap menghadapi pernyataan tersebut, sehingga Petrus sebagai juru bicaranya menyampaikan keengganannya menghadapi semua itu dengan ucapannya tersebut di atas. Apa yang disampaikan Tuhan Yesus tidak sesuai dengan harapan para murid dalam  mengikut-Nya. Mereka berharap besar untuk menjadi orang keperayaan di saat Tuhan Yesus menjadi raja atas Israel seperti pada jaman keemasan Israel dulu.

Tuhan Yesus menyampaikan pernyataan itu dengan maksud untuk mengajarkan kepada murid-murid-Nya bahwa apa yang dipikirkan mereka selama ini salah. Mengikut Yesus bukan untuk kepentingan diri sendiri secara duniawi, tetapi untuk menjadi saksi-Nya di dunia ini bahwa Dia melakukan perkara ‘kontroversial’ dengan kerelaan-Nya menderita sampai mati di atas kayu salib untuk menyelamatkan manusia secara rohani, bukan secara jasmani. Tuhan Yesus juga sekaligus ingin menyampaikan kepada para murid-Nya bahwa mereka harus juga rela menderita sebagai konsekwensi mengikut-Nya, dengan mengatakan, “….“Setiap orang yang mau mengikut aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salib dan mengikut Aku.”” (Mat. 16: 24).   

Wauw …., ini pernyataan yang membuat banyak orang percaya menjadi berpikir dua – tiga kali sebelum mengikut Kristus, atau setelah mereka mengikut Yesus dan mendengar pernyataan ini, terus berpikir untuk meninggalkan Kristus. Apakah reaksi kita terhadap hal itu? Siapkah kita menghadapi apa yang difirmankan-Nya yaitu rela menyangkal diri dan rela memikul salib ? Besok kita perdalam secara khusus apa itu menyangkal diri dan memikul salib  sehingga kita mengerti dan siap menghadapinya. Tuhan Yesus memberkati, Amin.
(RI14062021)

Pokok Doa:

  1. Mari bersyukur untuk 2 minggu kebersamaan menikmati Doa Berantai Bulan Juni 2021;
  2. Terus doakan para pasien Covid-19 untuk memperoleh kesembuhan;
  3. Doakan Jemaat terus bertumbuh sebagai anak Tuhan yang selalu menjaga hubungan pribadi dengan Tuhan Yesus;
  4. Persiapan Ibadah New Normal GBIK Tahap 2, kiranya dituntun HIKMAT yang berasal dari Tuhan Yesus. Doakan koordinasi dan komunikasi antar panitia terus berjalan dengan baik, jemaat mendukung setiap kebijakan yang diterapkan;
  5. Pokok doa anggota kelompok.