SRHI 7 JUN 21 – KEHIDUPAN KITA ADALAH MISI

“Dan semuanya ini dari Allah, yang dengan perantaraan Kristus, telah mendamaikan kita dengan diri-Nya dan yang telah memercayakan pelayanan pendamaian itu kepada kami.”
(2 Kor. 5: 18)

Salah satu ciri orang Kristen, orang yang sungguh-sungguh percaya kepada Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamatnya  adalah perubahan hidup dalam dirinya. Ini merupakan hal mutlak yang harus ada, tanpa perubahan hidup diragukan kepercayaannya. Perubahan itu adalah hasil dari kuasa Roh Kudus yang berkuasa atas hidupnya, di antara perubahan itu adalah memiliki hati seperti Kristus yakni melayani Tuhan dan melayani manusia.

Hidup melayani itu merupakan rancangan Tuhan sejak mula pertama Tuhan Allah menciptakan manusia. Manusia yang diciptakan menurut gambar dan rupa Allah (Kej. 1: 26), untuk memberikan kontribusi dalam dunia ini demi kehidupan di dunia yang damai dan tentram. Tugas yang semula menjadi tanggung jawab Tuhan Yesus itu, sekarang telah diestafetkan kepada kita berdasarkan atas ayat nats tersebut di atas. Tugas itu adalah melaksanakan misi Allah di dalam dunia ini untuk menjadikan dunia yang penuh dengan kemuliaan Tuhan. “Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu.” (Yoh. 20: 21b).

Apa yang menjadi misi Tuhan Yesus ketika masih ada dalam dunia ini adalah menjadi misi kita orang percaya, karena kita adalah anggota tubuh Kristus (1 Kor. 12: 27) yang merupakan bagian tak terpisahkan dari Sang Kristus yang adalah Kepala kita. Kita semua adalah anggota tubuh Kristus, maka tidak ada kecualinya kita bertanggung jawab akan misi Kristus. Salah kalau kita mengatakan, persoalan misi, persoalam bersaksi, persoalan menjangkau orang bagi Kristus adalah urusan Pak Pendeta, para Diakon dan Penginjil yang belajar khusus untuk itu. Apa saya bisa dan mampu melakukannya? Pertanyaan klasik yang sering menjadi alasan untuk enggan melakukan misi Kristus. Petrus dan beberapa murid mula-mula, hanya seorang nelayan yang tidak sekolah teologia, tetapi karena dipanggil dan diutus, maka Tuhan memperlengkapi mereka dengan kemampuan dan kemauan untuk bermisi.

Ingatlah jikalau Petrus dan teman-temannya dilengkapi untuk mampu dan mau bermisi, maka pada masa sekarang pun Tuhan melengkapi kita yang dipanggil untuk menjadi percaya dan diutus melaksanakan misi Allah. Tugas melayani Tuhan bukanlah pilihan, himbauan. Ini adalah perintah, amanat, jika tidak melaksanakannya berarti kita tidak taat perintah Tuhan. Tuhan memberkati, Amin.
(RI07062021)

Pokok Doa:

  1. Doakan kegiatan Gereja berjalan dengan baik lancar, aman dan tertib akan Prokes dalam menjalankan ibadah offline dan live streaming;
  2. Doakan jemaat yang hadir saat ibadah offline agar semakin banyak yang hadir di ruang ibadah maupun lewat live streaming.
  3. Jauhkan bangsa kita dari segala kesesatan dunia. Berikan terus damai, persatuan, bagi seluruh rakyat Indonesia, agar patuh dan taat pd hukum yg berlaku, dan kepada pemerintah dalam negara kita RI;
  4. Pokok doa anggota kelompok.