SRHI 22 APR 21 – SAATNYA MENJADI ORANG KRISTEN YANG DEWASA

“Sebab itu marilah kita tinggalkan asas-asas pertama dari ajaran tentang Kristus dan beralih kepada perkembangannya yang penuh. Janganlah kita meletakkan lagi dasar pertobatan dari perbuatan-perbuatan yang sia-sia, dan dasar kepercayaan kepada Allah…..”
(Ibr. 6:1)

Setiap kita semua terlahir oleh karena orang tua kita. Dan lambat laun kita juga akan menjadi orang tua. Dengan menjadi orang tua tentunya mengerti bahwa merawat seorang bayi itu menyenangkan meski begitu melelahkan. Namun di zaman ini, banyak produk-produk bayi lebih hebat dan berteknologi tinggi dibanding ketika zaman kita dulu apalagi yang hidup di pedesaan. Bahkan orang tua sekarang dapat memilih benda-benda bermain yang menyertai proses tumbuh kembang bayi atau anak.

Awalnya, bayi tidak bisa melakukan banyak hal dan mereka sepenuhnya bergantung pada orang tua, khususnya ibu mereka. Tapi kemudian usia mereka mulai bertambah dan mulai makan makanan bayi, setelah itu, mereka bisa makan makanan yang sudah dicincang-cincang kecil, bahkan kalau si anak lagi susah makan orang tuanya dengan telaten menirukan suara pesawat menggunakan sendok supaya anaknya tertarik dan mau makan. Berbagai cara yang digunakan itu tidak menjadi masalah, tetapi akan menjadi masalah jika ketika anak kita sudah berusia 13 tahun dan kita sebagai orang tua masih harus menirukan suara pesawat untuk membuatnya makan. Sebagai orang tua pasti ingin mengajarkan anak-anaknya untuk mandiri. Kita pastinya ingin mengajarkan anak untuk makan makanan orang dewasa. Kita pastinya ingin mengajarkan anak untuk menjadi orang dewasa yang pada akhirnya bisa mengurus diri sendiri bahkan orang tua mereka kelak. Ini adalah bagian dari proses menjadi dewasa.

Sekarang ini jika masih ada orang yang telah mengenal Allah selama puluhan tahun tetapi mereka masih layaknya bayi, yang masih membutuhkan makanan rohani dalam bentuk potongan-potongan kecil, semuanya harus menghibur, semuanya harus selalu menyenangkan, maka berubahlah dan tinggalkanlah kebiasaan itu, sebagaimana Alkitab katakan, “Sebab itu marilah kita tinggalkan asas-asas pertama dari ajaran tentang Kristus dan beralih kepada perkembangannya yang penuh. Janganlah kita meletakkan lagi dasar pertobatan dari perbuatan-perbuatan yang sia-sia, dan dasar kepercayaan kepada Allah,.. (Ibrani 6:1). Lihat pertumbuhan rohani atau kedewasaan rohani Petrus! Dari murid yang menyangkal Tuhan ketika Tuhan Yesus ditangkap dan diadili, murid yang kembali kepada masalalunya menjadi penjala ikan, tetapi setelah ia dijumpai Tuhan Yesus untuk yang ketiga kalinya dan menghayati panggilan Tuhan itu akhirnya ia menjadi pribadi yang mengalami pertumbuhan rohani atau dewasa rohani secara mantab.

Jadi, sekarang ini sudah saatnya bagi kita semua untuk menjadi umat Allah yang matang dan dewasa, sebab kehidupan kristen adalah soal mengikut Yesus bukan hanya sebagai Juruselamat kita, tetapi juga sebagai Bapa kita. Amin, Tuhan Yesus memberkati.
(AP22042021)

Pokok Doa:

  1. Mari doakan pelaksanaan KTT ASEAN untuk perdamaian di Myanmar , kiranya terselenggara dengan aman dan sehat;
  2. Mari mendoakan kondisi menjelang Lebaran di seluruh wilayah NKRI , kiranya masyarakat terus ingat menjaga kesehatan dan keamanan wilayah mereka;
  3. Mendoakan kaum wanita Baptis dipakai Tuhan Yesus menjadi pendoa keluarga juga penginjil bagi generasi selanjutnya.