SRHI 19 APR 21 – PEMBUKTIAN KEMURNIAN IMAN

“Maksud semuanya itu ialah untuk membuktikan kemurnian imanmu –yang jauh lebih tinggi nilainya dari pada emas yang fana, yang diuji kemurniannya dengan api –sehingga kamu memperoleh puji-pujian dan kemuliaan dan kehormatan pada hari Yesus Kristus menyatakan diri-Nya.”
(1 Petrus 1: 7)

Setiap orang siapapun itu pasti senang ketika mendapatkan pujian, kemuliaan dan kehormatan dari siapapun juga, karena itu semua adalah wujud penghargaan pihak lain karena prestasi atau hasil kerjanya. Namun demikian untuk memperoleh puji-pujian dan kemuliaan dan kehormatan sebelumnya diperlukan prestasi kerja dari orang tersebut.

Berdasarkan 1 Petrus 1: 7 tersebut di atas, ada orang-orang pada hari Yesus Kristus menyatakan diri-Nya nanti atau pada saat Tuhan Yesus datang yang kedua kali nanti, akan mendapatkan puji-pujian, kemuliaan dan kehormatan. Tentu saja tidak semua orang mendapatkannya, ini berarti ada persyaratan yang harus dipenuhi oleh orang yang menginginkannya. Apa persyaratan itu? Menurut nats tersebut di atas syarat untuk mendapatkan puji-pujian, kemuliaan dan kehormatan pada saat Tuhan Yesus datang yang kedua kali nanti adalah meraka yang telah dapat membuktikan kemurnian imannya.

Berbicara kemurnia iman berarti berbicara tentang bagaimana orang percaya dapat menjaga dan mempertahankan keyakinannya bahwa Tuhan Yesus adalah Tuhan dan Juruselamatnya secara pribadi. Seseorang dapat dikatakan dapat menjaga dan mempertahankan imannya bila orang percaya tersebut tetap setia sampai akhir hidupnya di dunia yang fana ini. Selama perjalanan hidup orang percaya, selalu ada gangguan, tantangan, ancaman dan halangan dalam usahanya memurnikan imannya. Dengan usahanya sendiri orang percaya yang penuh dengan kelemahan tidak mampu mempertahankannya, tetapi bersyukur Tuhan sendiri yang memberi kekuatan. Bagi Tuhan dan bagi setiap orang percaya, kemurnian iman ini sangat penting. Karena begitu pentingnya maka Paulus mengatakan kemurnian iman itu lebih tinggi nilainya dari pada emas yang fana, yang di dunia ini merupakan logam mulia, yang mahal harganya.

Melalui ayat nats ini, pada saat kita mengingat kematian dan kebangkitan Tuhan Yesus, kita diingatkan agar tetap menjaga kemurnian serta mempertahankan iman kita sampai akhir hayat kita. Sekalipun banyak godaan, kemurnian iman harus kita pertahankan dengan kasih dan pertolongan Tuhan. Tuhan memberkati.
(RI19042021)

Pokok Doa:

  1. Proses pemulihan ekonomi melalui sektor pariwisata dapat berjalan dengan sehat;
  2. Bersyukur pelayanan di Rantau Prapat telah ber jalan dengan baik;
  3. Mendoakan anak- anak dalam menghadapi ujian , melalui daring, terus mengandalkan Tuhan Yesus.