SRHI 17 APR 21 – PEMBERITAAN SALIB KRISTUS KEKUATAN ALLAH

“Sebab pemberitaan tentang salib memang adalah kebodohan bagi mereka yang akan binasa, tetapi bagi kita yang diselamatkan pemberitaan itu adalah kekuatan Allah”
(1 Korintus 1:18)

Bagi mereka orang-orang dunia berita tentang salib Kristus memang adalah kebodohan. Maka banyak orang dunia yang akan binasa menganggap remeh dan bahkan melecehkan Yesus yang di salib. Mereka mengatakan, bila Yesus adalah Tuhan mengapa Dia tidak bisa membela diri. Bahkan banyak orang Kristen pun tidak berani berbicara atau bersaksi tentang Yesus yang disalib, lalu mati dan bangkit pada hari ketiga.

Di zaman romawi kuno banyak orang menjalani hukuman mati di atas kayu salib. Saat Kristus mati disalib, ada dua orang lain yang juga disalibkan di sebelah kanan dan kiri-Nya, tapi salib kedua orang itu telah dilupakan dari ingatan manusia. Tidak ada hal lain yang dibicarakan mengenai kedua orang itu, kecuali yang seorang menghujat Kristus, sedangkan seorang yang lain berkata, “Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja.” (Lukas 23:42). Berbeda dengan salib Kristus, bukan salib itu yang harus ditinggikan, tetapi sosok yang berada di atas salib itu, yaitu Kristus, yang mengingatkan kita pada kesengsaraan Kristus sebagai pengganti yang berdosa; tapi salib juga mengingatkan kita pada kemenangan yang telah terjadi di atasnya. Iblis dan maut sudah dikalahkan! “Maut telah ditelan dalam kemenangan. Hai maut di manakah kemenanganmu? Hai maut, di manakah sengatmu?” (1 Korintus 15:54b-55).

Salib merupakan kemenangan bagi umat manusia sehingga manusia memperoleh kesempatan untuk bebas dari belenggu dosa dan kematian kekal. Tanpa salib dan darah Kristus yang tercurah tak mungkin kita diperdamaikan dengan Bapa di sorga. Kita patut berbangga dan menghargai arti curahan darah Kristus yang kudus dari kayu salib. Karena pengorbanan yang agung ini, kita dibenarkan dan dikuduskan dari segala dosa.

Membicarakan Yesus yang mati di atas kayu salib, darah Kristus tercurah demi menebus dosa kita dan melepaskan kita dari kutuk, yang seharusnya kita malah berbangga atas peristiwa pengorbanan Yesus di atas bukit Golgota itu.

Salib Kristus, lambang kematian mengerikan yang diderita Juruselamat untuk keselamatan kekal kita. Yang awalnya kita terpisah dari Allah, kini menjadi pemisah yang memisahkan dunia dari kita dan kita dari dunia. Keinginan dunia berarti segala sesuatu yang berlawanan dengan Allah, dan kebenaran-Nya ( 1Kor 3:19 ).

Dunia dengan segenap nilai, patokan, pendapat, kehormatan, dan gaya hidupnya kini tidak lagi didambakan atau dicintai, oleh mereka yang menjadikan salib itu hidup dan kemegahannya.

Bagi kita telah disalibkan dengan Kristus” (Gal 2:19) meliputi disalibkan bagi dunia ini. Kita tidak diperhamba lagi dengan kesenangan dunia, kita dapat mengambil bagian dalam keselamatan dan kemuliaan salib Kristus.

Dan melalui kebangkitannya, setiap orang yang percaya akan hidup yang kekal karena Tuhan Yesus menghadap Bapa di sorga untuk menyediakan tempat bagi kita umat kepunyaan-Nya.

Yohanes 11:25-26 Jawab Yesus: “Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati,
dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya. Percayakah engkau akan hal ini?”
Berbahagialah kita yang percaya kepada-Nya, mari kita bersama-sama memberitakan kebenaran dan menjadi saksi Yesus untuk kemuliaan nama Tuhan.

Tuhan Yesus memberkati.
(MS17042021)

Pokok Doa:

  1. Doakan Gereja GBIK dalam persiapan Ibadah live streaming dan offline, juga Sekolah Minggu dan kebaktian;
  2. Mari kita doakan persiapan Guru-guru Sekolah Minggu dalam Mengajar hari Sabtu dan Minggu. Agar memberi yang terbaik dengan ide-ide yang lebih kreatif;
  3. Mari berdoa bagi keamanan di sekitar gereja dan lingkungan rumah kita masing-masing agar tertib, aman saat menjelang Ramadhan.