SRHI 16 APR 21 – MAKNA KEBANGKITAN KRISTUS UNTUK KITA di MASA KINI (Lukas 24:13-35)

“Kata mereka seorang kepada yang lain: “Bukankah hati kita berkobar-kobar, ketika Ia berbicara dengan kita di tengah jalan dan ketika Ia menerangkan Kitab Suci kepada kita?””
(Lukas 24:32)

Pemerintah Israel sangat jeli dalam mencari peluang bisnis.  Ketika dunia dilanda Pandemi Covid-19  yang mengakibatkan perekonomian, termasuk industri Pariwisata terpuruk,  pemerintah Israel membuka rute wisata religius baru di negerinya.  Saat ini ada tempat wisata anyar di Israel, yaitu mengunjungi kota Emaus,  kota yang dituju oleh dua orang murid ketika Yesus datang menemui mereka setelah Dia bangkit (24:15).

Kebangkitan Kristus dari dalam makam Yusuf Arimatea  merupakan suatu peristiwa yang jauh lebih berarti dari sekedar kenangan masa lalu  yang tidak memiliki makna atau arti sepenting seperti untuk kita masa kini.  Lebih dari sekadar peristiwa sejarah yang disingkirkan dari kita selama lebih dari dua ribu tahun, Kebangkitan Kristus adalah suatu kenyataan masa kini dalam terang yang harus kita yakini dan jalani.  Hanya ketika kita melihat pentingnya kebangkitan Kristus untuk masa kini dan masa depan, kita dapat benar-benar memahami dan menghargai pesan Paskah.

Kebangkitan Kristus adalah suatu tindakan supranatural yang dilakukan oleh Tuhan. Kebangkitan Yesus membangkitkan semangat murid-murid-Nya.  Kebangkitan Yesus memukau, membungkam dan menaklukkan musuh-musuh-Nya.  Kebangkitan Kristus berbicara tentang sesuatu yang jauh lebih berarti daripada hanya berupa “janji pepesan kosong”, seperti yang dituduhkan beberapa orang.  Kuburan Kristus yang kosong berisi pesan yang sangat penting untuk masa lalu, untuk masa kini, dan untuk setiap masa dan zaman sampai Kristus datang kembali untuk menerima umat milik-Nya.

Pentingnya Kebangkitan Kristus menjelaskan arti kematian-Nya di kayu Salib,

Saat Yesus mendekati akhir pelayanan-Nya, Dia mulai menyiapkan murid-murid-Nya tentang pengorbanan dan kematian-Nya di kayu salib.  Konsep itu sangat asing bagi murid-murid-Nya.  Mereka meyakini bahwa  Mesias adalah seorang raja yang akan membebaskan mereka dari penjajahan Roma.  Tidak mungkin bagi Yesus mati dengan cara yang sangat hina.  Hal itu mendorong mereka melakukan segala cara, membujuk-Nya agar menjauh dari Yerusalem.  Mereka berusaha menjauhkan Yesus dari orang-orang  yang ingin membunuh-Nya.  Terlepas dari upaya mereka, Yesus tetap bertahan dalam rencana-Nya untuk pergi ke Yerusalem.

  • Bagi murid-Nya, kematian Yesus adalah dukacita pribadi yang besar. Mereka telah menjadi sangat setia kepada-Nya selama hari-hari mereka bergaul bersama. Hati mereka diliputi kesedihan karena kematian-Nya.  Mereka kehilangan pujaan pribadi mereka.
  • Bagi murid-Nya, kematian Yesus merupakan kekecewaan pribadi yang besar. Mereka berharap untuk menegakkan kembali kerajaan Daud dan kedaulatan bangsa Israel. Saat mereka menyaksikan Yesus memberi makan yang lapar, menyembuhkan yang sakit, dan membangkitkan orang mati, mereka yakin bahwa tidak ada yang dapat mengalahkan Dia jika Dia ingin membangun pasukan. Murid-murid Yesus  adalah manusia normal yang mengharapkan posisi penting setelah kerajaan politik didirikan. Penyaliban-Nya melenyapkan semua impian itu.
  • Bagi murid Yesus, kematian-Nya merupakan suatu tragedi, karena Yesus adalah pemimpin pujaan mereka dan Yesus itu dikenal serta dikagumi orang banyak.

Namun Dia telah dihukum di muka umum sebagai penjahat.  Dia disalibkan, satu cara penghukuman yang oleh orang Romawi, Yunani dan Yahudi adalah penghukuman yang terkutuk.  Kita mengerti sekarang mengapa murid-murid itu ketakutan dan melarikan diri.

Namun kita membaca bahwa setelah Yesus bangkit, “Ia membuka pikiran mereka“Bukankah hati kita berkobar-kobar, ketika Ia berbicara dengan kita di tengah jalan dan ketika Ia menerangkan Kitab Suci kepada kita?” (Lukas 24:32).  Dari dalam kitab Musa, kitab nabi-nabi serta Mazmur, telah dinubuatkan bahwa kematian Yesus di kayu salib adalah sesuai dengan rencana Allah dari awal mula, yaitu untuk menyelamatkan kita.  Kematian dan kebangkitan Yesus merupakan campur tangan Allah dalam melepaskan kita dari hukuman dosa dan mengaruniakan kepada kita hidup yang kekal.

Kebangkitan Yesus menyatakan bahwa harga yang sangat mahal telah lunas dibayar untuk penyelamatan kita.

Kita diselamatkan oleh karena kasih (Roma 5:8)

Kita diselamatkan oleh karena Yesus yang menggantikan kita (1 Petrus 3:18)

Kita diselamatkan melalui penderitaan Yesus (1 Petrus 2:23-24).

Jadi janganlah meragukan kematian Yesus di kayu salib dan kebangkitan-Nya pada hari yang ketiga, karena itulah KARYA PENYELAMATAN yang telah dilakukan oleh Yesus bagi kita.                     
(JET16042021)

Pokok Doa:

  1. Mari berdoa untuk Gereja, Pendeta dan Diakon kita agar dapat melayani jemaat dengan maksimal melalui cara- cara yang dapat dijangkau oleh jemaat;
  2. Mari Berdoa bagi jemaat senior saat ini sudah mulai dilanda rasa jenuh dan bosan karena belum diperkenankan untuk beribadah secara offline di Gereja;
  3. Mari berdoa bagi Bangsa Indonesia agar di Mampukan pemerintah kita dalam mencari, mengatur, agar Anggaran dpt tersedia untuk memenuhi kebutuhan dana negara, jauh dari korupsi, guna mengatasi situasi yang timbul dan terjadi dalm negara kami dan dunia, agar ekonomi rakyat dapat terpenuhi.