SRHI 15 APR 21 – SAAT JIWAKU TERTEKAN DAN GELISAH BERHARAP KEPADA-NYA

“Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada kepada Allah! Sebab aku akan bersyukur lagi kepada-Nya, penolongku dan Allahku!”
(Mazmur 42:6)

Menaikan doa, harapan, dan permohonan kepada Tuhan setiap kali kita berdoa kepada-Nya adalah sesuatu yang tidak pernah kita lupakan sebagai anak-anak Tuhan. Namun apa jadinya jika segala permohonan dan harapan yang kita inginkan akhirnya kandas oleh karena sesuatu hal seperti halnya yang pernah juga dialami oleh para murid Kritus ketika mereka mendengar pengajaran-Nya bahwa tidak lama lagi Ia akan meninggalkan mereka (Mrk. 10:28, 32-34). Tentu kebanyakan kita akan mengalami hal yang sama seperti para murid Tuhan antara lain: kecewa, sedih, bahkan sulit untuk memuji Tuhan karena jiwa kita begitu gelisah dan tertekan.

Namun, dalam situasi yang demikian ini, marilah kita melihat dan belajar dari pengalaman Pemazmur supaya ketika kita berdoa kepada Tuhan bukan hanya kita mencurahkan isi hati dan meminta berkat-Nya saja, melainkan juga harus disertai dengan puji-pujian kepada-Nya yang dilakukan dengan kesungguhan hati sehingga kuasa Tuhan hadir dalam hidup kita (Mzm. 42:5; 104:4). Apapun beban dan persoalan yang terjadi dalam kehidupan kita, hal yang paling penting dan utama yang harus kita lakukan adalah mengarahkan hati dan pikiran kita untuk tetap memuji Tuhan di dalam doa. Jangan biarkan kita hanya fasih memuji-muji Tuhan melalui mulut kita dan saat kita diberkati Tuhan, tetapi biarkan kita terus belajar memuji Tuhan dalam jeritan dan tangisan jiwa, karena disitulah kunci untuk menghadirkan kuasa dan mukjizat Tuhan.  Selain itu Saudara, pujian yang kita naikkan kepada Tuhan akan menyegarkan jiwa kita yang lemah, hati gundah gulana, letih lesu, berbeban berat dan mengalihkan perhatian kita dari berbagai masalah yang ada kepada keperkasaan Tuhan Yesus dalam hidup kita. Dalam Kisah Para Rasul 16: 25-26, kita juga bisa meneladani cara hidup Paulus dan Silas. Dalam situasi mereka menghadapi masalah yang besar yaitu dimasukannya mereka ke dalam penjara, mereka tetap berdoa dan memuji Tuhan. Dan oleh karena doa dan pujian mereka kepada Tuhan, maka dengan kuasa Tuhan mereka dilepaskan dari penjara.

Jadi Saudara, satu peringatan dan perenungan bagi kita semua adalah jika kita menghadapi beban persoalan yang ada bahkan sangat berat jangan kita hanya berdoa meminta berkat dan solusi cepat dari Tuhan tetapi tetap pujilah Tuhan kita di dalam doa, sebab saat pujian dinaikkan kepada Tuhan maka kuasa Tuhan dinyatakan bagi kita sesuai dengan saat dan kehendak-Nya sehingga kita juga dapat menghadapi persoalan dan beban hidup dengan sikap hati dan iman yang tetap terjuju kepada Tuhan. Dalam Mazmur 135:19-21, firman Tuhan juga berkata bahwa pujian adalah korban yang berkenan kepada di hati Tuhan. Amin, Tuhan Yesus memberkati.
(AP15042021)

Pokok Doa:

  1. Berdoa bagi Gereja kita agar melalui semua petugas & pelayan dapat bekerja sama dengan baik untuk kemuliaan Tuhan Yesus;
  2. Berdoa bagi jemaat/orangtua yang sedang mencari Sekolah Lanjutan atau Perguruan Tinggi bagi putra/i dan cukup kan biayanya;
  3. Beri hikmat dan kesehatan kepada Pemerintah kami yg dipimpin oleh Presiden RI, Joko Widodo, dan di bantu Wapres. Maaruf Amin, utk memimpin bangsa dan negara kami, dgn jujur dan adil dan juga dibantu para Menko/Menteri/Wamenteri, para Kepala Daerah, serta semua jajarannya sampai Kepala Desa/RT/RW, yg jujur dan adil.