SRHI 14 APR 21 – AKU YANG PALING HINA

“Dan yang paling akhir dari semuanya Ia menampakkan diri juga kepadaku, sama seperti kepada anak yang lahir sebelum waktunya. Karena aku adalah yang paling hina dari semua rasul, bahkan tidak layak disebut rasul, sebab aku telah menganiaya Jemaat Allah.”
(1 Kor. 15: 8-9)

1 Korintus 15: 1-11 merupakan pengalaman dan pengakuan Rasul Paulus tentang siapa dirinya sebenarnya di hadapan Tuhan Yesus. Pengalaman dan pengakuan ini menjadi sangat penting bagi Paulus sendiri dan bagi kita pada masa sekarang. Dengan pengakuan itu kita bisa melihat dengan jelas jati diri Paulus yang sesungguhnya. Dengan mengetahuinya kita dapat bersikap dan bertindak yang terbaik di saat memperingati kebangkitan-Nya.

Beberapa hal yang dapat kita ketahui dari jati diri Paulus adalah:

  1. Paulus yang dahulu dikenal dengan nama Saulus adalah seorang anggota Sanhedrin/Makhamah Agama Yahudi yang giat sekali dalam menganiaya anak Tuhan (1 Kor. 15: 9; Kis. 9: 1-2).
  2. Paulus dalam perjalanannya untuk menangkap dan menganiaya anak-anak Tuhan, Tuhan Yesus menampakkan diri dalam bentuk cahaya terang di siang bolong dan suara yang dapat bertanya jawab dengan Paulus. Dalam Tanya jawab tersebut akhirnya Paulus merasakan panggilan menjadi hamba-Nya. (Kis. 9: 1-6).
  3. Melalui perjalanan yang tidak mudah setelah dijamah Tuhan, akhirnya Paulus dapat melayani Tuhan dengan baik, mula-mula bersama sahabatnya Barnabas, tetapi akhirnya berpisah dengan arah pelayanan yang berbeda. (Kis. 9: 19b-31; 13: 1-3; 15: 35-41).
  4. Dalam melaksanakan tugas dari Tuhan Yesus Paulus mengalami banyak ancaman dan aniaya sehingga hidupnya keluar masuk penjara, namun demikian Tuhan selalu menolong dan menyelamatkannya. (Kis. 9: 23-25; 13: 50-51).
  5. Akhir Paulus setelah di penjara kedua kali di Roma, menurut tradisi Yahudi dia dihukum mati pada tahun 64 pada masa pemerintahan kaisar Nero yang terkenal kejam.

Perjalanan hidup Paulus mengalami perubahan mendasar dariĀ  separuh pertama ke separuh kedua hidupnya. Itu terjadi karena perjumpaannya dengan Tuhan Yesus. Ini berarti perjumpaan dengan Tuhan Yesus mengubah 180 derajat jalan hidupnya. Sejauhmana perubahan hidup Anda setelah dijamah Tuhan Yesus? Apakah Anda juga merasa seperti Paulus yang merasa paling hina di antara para rasul? Rasanya benar jika demikian, karena sebelumnya kita juga manusia hina, tetapi karena kasih-Nya Dia menjamah kita. Tuhan Yesus memberkati.
(RI14042021)

Pokok Doa:

  1. Mari kita doakan Gereja supaya bisa merangkul jemaat untuk bertumbuh dalam iman melalui pelayanan yang semakin baik dan dapat diakses dengan mudah;
  2. Mari berdoa bagi anak muda Gereja kita agar dapat menjaga kekudusan mereka dan dapat menjaga diri dari pengaruh yang tidak baik;
  3. Berdoa bagi bangsa dan Negara dalam menjaga stabilitas Pangan Nasional dalam masa puasa dan menjelang hari Raya.