SRHI 5 MAR 21 – MENGAPA KITA PERLU SABAR (Ibrani 6:9-15)

“Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan,”
(Galatia 5:22)

Selama beberapa minggu ini kita merenungkan satu  topik yang sangat penting dalam Alkitab dan kehidupan kita,  yaitu “kesabaran”.  Penulis mengharap agar kita benar-benar jadi anak Allah yang penyabar karena minggu ini adalah minggu kedua kita berbicara tentang kesabaran.  Dalam renungan hari ini kita akan menelaah mengapa kita perlu sabar.  Ada beberapa alasan alkitabiah yang menyatakan apa sebabnya kita mesti sabar.

  • Kita perlu sabar karena firman Tuhan menyatakan bahwa Allah yang kita kenal dan percayai adalah Allah yang panjang sabar. Keluaran 34:5-6 menulis: “Turunlah TUHAN dalam awan, lalu berdiri di sana dekat Musa serta menyerukan nama TUHAN.  Berjalanlah TUHAN lewat dari depannya dan berseru: “TUHAN, TUHAN, Allah penyayang dan pengasih, panjang sabar, berlimpah kasih-Nya dan setia-Nya,  Demikian juga Rasul Paulus menulis, “Maukah engkau menganggap sepi kekayaan kemurahan-Nya, kesabaran-Nya dan kelapangan hati-Nya? Tidakkah engkau tahu, bahwa maksud kemurahan Allah ialah menuntun engkau kepada pertobatan? (Roma 2:4). Dalam Roma 3:25 Rasul Paulus masih menulis tentang kesabaran Allah: Kristus Yesus telah ditentukan Allah menjadi jalan pendamaian karena iman, dalam darah-Nya. Hal ini dibuat-Nya untuk menunjukkan keadilan-Nya, karena Ia telah membiarkan dosa-dosa yang telah terjadi dahulu pada masa kesabaran-Nya. Allah memberikan kepada kita kemampuan untuk bersabar melalui Roh Kudus-Nya

“Sabar” dalam Galatia: 5: 22 yang merupakan buah Roh, adalah kata Yunani dalam bentuk kata majemuk aktif “Μακροθυμία à makrothumia = longsuffering, patience. yang secara harafiah dapat diterjemahkan: makro = besar-luas dan thumia = tekanan yang berat, terus menerus dan berkepanjangan.  Jadi kesabaran merupakan kemampuan untuk menunggu dalam keadaan tekanan berat secara terus menerus dalam waktu lama tanpa menjadi frustrasi.

  • Kita perlu sabar karena kita hidup ditengah-tengah dunia penuh dengan keterbatasan.  Rasul Paulus memberikan nasihat kepada kita: “Kami juga menasihati kamu, saudara-saudara, tegorlah mereka yang hidup dengan tidak tertib, hiburlah mereka yang tawar hati, belalah mereka yang lemah, sabarlah terhadap semua orang (1 Tesalonika 5:4). Firman Tuhan ini mengingatkan kita bahwa di sekeliling kita, termasuk di gereja ada orang yang hidupnya tidak tertib.  Ada orang tawar hati, ada orang yang lemah, baik lemah fisik, rohani dan emosional.  Kita harus sabar menghadapi mereka.  Dalam pepatah Yunani dikatakan: “kesabaran satu menit mendatangkan kedamaian selam sepuluh tahun”.  Juga pepatah Cina mengatakan “kesabaran sejenak menghindarkan kita dari seratus penderitaan”.  Dari firman Tuhan serta beberapa pepatah ini kita mengerti bahwa penting sekali adanya kesabaran dalam hidup kita.
  • Kita perlu kesabaran, karena kesabaran merupakan jembatan untuk menggali potensi kita. Rasul Paulus menulis:Sebab barangsiapa menabur dalam dagingnya, ia akan menuai kebinasaan dari dagingnya, tetapi barangsiapa menabur dalam Roh, ia akan menuai hidup yang kekal dari Roh itu.  Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah. Karena itu, selama masih ada kesempatan bagi kita, marilah kita berbuat baik kepada semua orang, tetapi terutama kepada kawan-kawan kita seiman (Galatia 6:8-10).  Menurut firman Tuhan ini Allah melalui Roh Kudus-Nya memberi kepada kita kemampuan atau potensi untuk melakukan kehendak-Nya, yaitu berbuat kebajikan kepada semua orang, terutama kepada saudara saudara seiman.  Untuk mencapainya, amat sangat diperlukan kesabaran.  Kita sering kurang sabar, sehingga kita gagal dalam melakukan kebajikan.  Sangat disayang ya?
  • Satu hal lagi mengapa kita perlu kesabaran, karena kesabaran merupakan kunci pembuka kepada janji-janji Tuhan. Alkitab penuh dengan janji Tuhan.  Itu sebabnya ada  Perjanjian Lama dan ada Perjanjian Baru.  Untuk dapat  mewujudkan janji-janji itu terjadi dalam hidup kita, kita memerlukan kesabaran.  Penulis Ibrani menyatakan kepada orang Kristen Ibrani agar mereka sabar: “Tetapi kami ingin, supaya kamu masing-masing menunjukkan kesungguhan yang sama untuk menjadikan pengharapanmu suatu milik yang pasti, sampai pada akhirnya, agar kamu jangan menjadi lamban, tetapi menjadi penurut-penurut mereka yang oleh iman dan kesabaran mendapat bagian dalam apa yang dijanjikan Allah. Sebab ketika Allah memberikan janji-Nya kepada Abraham, Ia bersumpah demi diri-Nya sendiri, karena tidak ada orang yang lebih tinggi dari pada-Nya, kata-Nya: “Sesungguhnya Aku akan memberkati engkau berlimpah-limpah dan akan membuat engkau sangat banyak.” Abraham menanti dengan sabar dan dengan demikian ia memperoleh apa yang dijanjikan kepadanya (Ibrani 6:11-15).  Abraham adalah contoh orang yang sabar menantikan janji Allah.  Ketekunan, Iman dan Kesabaran merupakan tiga tiang tumpuan kita untuk mengalami mujizat Tuhan.

Sebagai ilustrasi, penulis sering membuat foto keluarga.  Untuk itu kami memerlukan satu alat yang berbentuk kaki tiga three pot di mana kita menempatkan kamera dan dengan demikan semua anggota keluarga dapat berfoto bersama. Saudara-saudara, dengan Ketekunan, Iman dan Kesabaran, maka Anda, saya dan setiap orang dapat berada dalam pemenuhan janji Allah.  Jadi, mari berusaha agar kesabaran ada dalam diri kita dan menjadi sifat kita.
(JET05032021)

Pokok Doa:

  1. Mendoakan semua hamba Tuhan dan misionari dalam menjalankan panggilan melayani selalu mengandalkan dan memuliakan Tuhan Yesus;
  2. Mendoakan pelayanan Panitia kunjungan dan tolong menolong selalu dalam tuntunan Hikmat Tuhan Yesus;
  3. Mendoakan pemerintah yang menjalankan amanat pengabdian bagi kesejahteraan masyarakat NKRI diberi kesehatan dan hikmat Tuhan.