SRHI 2 DES 20 – JANGAN MENGHALANG-HALANGI ORANG BERIBADAH

Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: “Firaun berkeras hati, ia menolak membiarkan bangsa ini pergi. Pergilah kepada Firaun pada waktu pagi, pada waktu biasanya ia keluar ke sungai, nantikanlah dia di tepi sungai Nil dengan memegang di tanganmu tongkat yang tadinya berubah menjadi ular. Dan katakanlah kepadanya: TUHAN, Allah orang Ibrani telah mengutus aku kepadamu untuk mengatakan: Biarkanlah umat-Ku pergi, supaya mereka beribadah kepada-Ku di padang gurun; meskipun begitu sampai sekarang engkau tidak mau mendengarkan. Sebab itu beginilah firman TUHAN: Dari hal yang berikut akan kauketahui, bahwa Akulah TUHAN. Lihat, dengan tongkat yang di tanganku ini akan kupukul air yang di sungai Nil dan air itu akan berubah menjadi darah, dan ikan yang dalam sungai Nil akan mati, sehingga sungai Nil akan berbau busuk; maka orang Mesir akan segan meminum air dari sungai Nil ini.”
(Kel. 7:14-18)

Peristiwa berkali-kali Musa dan Harun menghadap Firaun atas perintah TUHAN meminta agar bangsa Israel dibebaskan sangatlah fenomenal. Dikatakan fenomenal karena lebih dari tujuh kali itu dilakukan dan selalu ditolak Firaun. Setiap kali ditolak selalu ada bencana dasyat yang dibuat Tuhan bagi bangsa Mesir (Kel. 7-12). Tulah-tulah itu adalah: Pertama, Air berubah menjadi darah (Kel. 7:19-21). Kedua: Serbuan katak ( Kel. 8: 5-6). Ketiga: Serbuan nyamuk (Kel. 8: 16-17). Keempat: Serbuan lalat pikat (Kel. 8: 20-24). Kelima: Serbuan penyakit sampar pada ternak (kel. 9: 1-6). Keenam: pandemik penyakit barah (Kel. 9: 8-11). Ketujuh: Hujan es (Kel. 9: 22-26). Kedelapan: Serbuan belalang (Kel. 10: 12-15). Kesembilan: Gelap gulita (Kel. 10: 21-23). Kesepuluh: Kematian tiap-tiap anak sulung (Kel. 11: 4-7).

Sebelum Musa dan Harun menghadap Firaun, TUHAN memberi perintah Musa untuk mengatakan apa yang Tuhan ingin katakan kepada Firaun, “Maka engkau harus berkata kepada Firaun: Beginilah firman TUHAN: Israel ialah anak-Ku, anak-Ku yang sulung, sebab itu Aku berfirman kepadamu: Biarlah anak-Ku itu pergi, supaya ia beribadah kepada-Ku; tetapi jika engkau menolak membiarkannya pergi, maka Aku akan membunuh anakmu, anakmu yang sulung.” (Kel. 4:2-23).

Perhatikan ayat tersebut dengan teliti, tujuan TUHAN membawa bangsa Israel keluar dari Mesir adalah supaya mereka bisa beribadah kepada-Nya. Betapa mulianya Tuhan kita, memfasilitasi bangsa pilihan-Nya untuk dapat beribadah dengan baik kepada-Nya sesuai dengan perintah-Nya. LIhatlah kalimat selanjutnya, jika Firaun menghalang-halangi atau menolak melaksanakan firman-Nya, maka malapetaka besar terjadi, TUHAN akan membunuh anak sulung Firaun. Betapa murkanya TUHAN terhadap orang yang menghalang-halangi orang yang mau beribadah kepada-Nya.

Melihat firman Tuhan tersebut di atas, satu segi kita melihat betapa sayangnya Dia terhadap kita, Dia mendorong, mengingatkan dan memfasilitasi agar kita setia beribadah. Dari segi yang lain Dia sangat tegas dengan orang yang menghalang-halangi orang yang mau beribadah (pasti termasuk orang yang malas beribadah). Marilah kita setia senantiasa dalam beribadah, jangan kendor, jangan malas. Ingatlah betapa sayangnya Tuhan kepada kita yang setia beribadah, dan ingat pula betapa murkanya Tuhan terhadap kita yang malas beribadah. Tuhan Yesus memberkati.
(RI02122020)

Pokok Doa:

  1. Doakan Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) agar dapat terus berjalan dengan benar dan membawa hasil perkembangan ekonomi masyarakat;
  2. Mari saling mendoakan untuk jemaat fokus pada Kristus dalam kehidupan sehari-hari;
  3. Doakan lingkungan sekitar gereja kita , agar setiap badan usaha sadar untuk melaksanakan protokol kesehatan dan bisnis nya lancar untuk kemuliaan Nama Tuhan Yesus.