SRHI 1 DES 20 – JANGAN MENJAUH DARI PERIBADAHAN!

Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.
(Ibrani 10:25)

Manusia lebih banyak dikuasai oleh panca inderanya, maka apa yang dilihat, dirasa, didengar, yang dicium dan diraba, itulah yang lebih banyak menguasai hidupnya. Lalu manusia memusatkan aktivitasnya pada hal-hal lahiriah, yang fana dan tidak membawanya pada pengenalan akan Allah sumber segala-galanya yang diperlukan manusia itu sendiri. Mencari Allah dan beribadah kepada-Nya adalah anjuran Alkitab bagi semua orang; baik secara pribadi (1 Taw. 28:9), secara kelompok umat pilihan Allah (Ul. 4:15-29), dan secara menyeluruh dalam bentuk suatu bangsa dan bernegara (Yes. 11:10). Mencari Allah dan beribadah kepada-Nya adalah kebutuhan pokok manusia karena firman Tuhan berkata demikian, “Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkannya kepadamu” (Mat. 6:33).

Ajaran Alkitab sangat jelas bagi kita, bahwa beribadah kepada Tuhan itu bukan sekedar formalitas. Artinya dilakukan secara pura-pura dan secara lahiriah, sedangkan hati dan pikiran jauh dari Tuhan (Yes. 29:13). Dan jika kita beribadah kepada Tuhan melakukannya dengan cara tersebut di atas, maka sudah dipastikan Tuhan tidak berkenan kepada kita seperti halnya Tuhan membenci cara ibadah bangsa Israel kepada-Nya (Amos. 4:6). Mereka dituntut untuk memberlakukan keadilan (Amos 5:24). Mereka diminta untuk mencari Tuhan dengan sepenuh hati, tenaga, dan pikiran, serta melakukan hukum Tuhan secara terus menerus dalam hidup mereka; terlebih bagi kita yang sudah ditebus oleh Tuhan Yesus dengan darah-Nya dituntut untuk menghadap Tuhan dengan hati yang tulus ikhlas dan keyakinan iman yang teguh (Ibr. 10:22). Itu berarti ibadah dan mencari Tuhan adalah gaya hidup kita sebagai orang percaya dan bukan suatu upacara.

Mengapa kita harus mencari Tuhan dan jangan menjauh dari peribadahan?

  1. Karena di dalam Dia ada kehidupan.
  2. Nabi Amos berkata, “Sebab beginilah firman Tuhan kepada kaum Israel: Carilah Aku, maka kamu akan hidup!” (Amos. 5:4). Itu berarti kehidupan yang sesungguhnya secara berkelimpahan didapatkan manusia, saat ia mencari Allah dan beribadah kepada-Nya. Kepada Adam manusia pertama, Allah memberikan nafas hidup (Kej. 2:7). Tanpa nafas hidup yang diberikan Allah, manusia hanya segumpal tanah yang mati (Ayb. 34:14-15). Kehidupan berasal dan berada dalam kendali kuasa Allah karena Ia adalah sumber kehidupan (Mzm. 36:10; Yer. 2:13), dan Imam Besar sebagai kepala Gereja yang telah menyelamatkan kita manusia berdosa (Ibr. 10:19-20). Ini sangatlah jelas bahwa di luar Dia tidak ada kehidupan (Ayb. 3:16, Mzm. 49:19-20) karena Ia adalah Allah yang bertindak dan mencipta, sekaligus yang memberikan kehidupan (Ayb. 33:4). Dalam Perjanjian Baru, dijelaskan bahwa Allah itu adalah Allah yang hidup (Yoh. 1:4), sekaligus Allah yang memberikan kehidupan segala sesuatu di dunia (1 Tim. 6:13).

  3. Selagi masih ada kesempatan.
  4. Kesempatan mencari Tuhan tidak selalu ada. Bukan karena Allah berubah atau berpindah-pindah tempat. Mungkin karena kita terhadang berbagai kendala misalnya oleh karena pandemic, sakit, bencana alam, keadaan perang, atau meninggal. Maka, selagi kita masih ada kesempatan sebelum hari Tuhan – lakukanlah! (Ibr. 10:25), selagi Ia dapat ditemui – temuilah!” – datanglah! (1 Taw. 28:), dan selama masih siang; akan datang malam, tidak ada seorang pun yang dapat bekerja – bekerjalah!”(Yoh. 9:4).

Marilah kita intropeksi diri baik-baik, apakah sekarang ini kita sudah cukup setia kepada Allah dengan tetap memerhatikan ibadah kita dengan tulus ikhlas dan keyakinan iman yang teguh kepada Tuhan Yesus (Ibr. 10:22)? Kalau belum, mari kita bangun ibadah yang benar kepada Allah, saling memerhatikan satu dengan yang lain supaya kita saling mendorong dalam kasih dan perbuatan baik, saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat (Ibr. 10:24-25). Amin, Tuhan Yesus memberkati.
(AP01122020)

Pokok Doa:

  1. Terus mendoakan Hikmat bagi tim medis Yang mengusahakan vaksin, kiranya juga mengelola dengan takut akan Tuhan;
  2. Mari mendoakan anak-anak dalam mengerjakan UAS mereka di minggu ini , agar mereka tekun dan jujur dalam belajar;
  3. Pertolongan Tuhan bagi setiap jemaat agar rindu dan mampu menjaga kekudusan serta terus membangun relasi pribadi dengan Allah.