SRHI 30 NOV 20 – TUHAN BERBICARA SAAT KITA BERIBADAH

Pada suatu hari ketika mereka beribadah kepada Tuhan dan berpuasa, berkatalah Roh Kudus: “Khususkanlah Barnabas dan Saulus bagi-Ku untuk tugas yang telah Kutentukan bagi mereka.”
(Kis. 13:2 )

Pemahaman kita tentang beribadah sudah cukup banyak kita mengerti, Pdt. Agus Panrimo minggu tanggal 29 November 2020 kemarin juga sudah menyampaikan dengan gamblang. Bagi kita tidak asing jika berbicara tentang beribadah. Yang menjadi persoalan sekarang adalah adakah sesuatu yang kita peroleh pada saat kita beribadah?

Sejak kematian, kebangkitan dan kenaikan Tuhan Yesus ke sorga, kelompok orang percaya mendapat tekanan yang sangat berat. Mereka harus sembunyi-sembunyi untuk dapat beribadah. Tetapi sejak pertobatan Paulus dan bergabungnya ke jemaat di Antiokhia atas rekomendasi Barnabas, sekalipun mereka tetap dalam tekanan, mereka tumbuh semangat dan keberanian untuk menyatakan diri dan memperluas pengabaran Injil.

Pada saat jemaat di Antiokhia sedang beribadah dan berpuasa, terdengarlah suara Roh Kudus yang mengatakan seperti yang tertulis dalam ayat nats tersebut di atas: “Khususkanlah Barnabas dan Saulus bagi-Ku untuk tugas yang telah Kutentukan bagi mereka.” Dalam ibadah memang ada pujian, ada doa, ada persembahan dan persepuluhan, ada doa syafaat dan pasti ada khotbah yang disampaikan. Dalam ibadah tersebut Tuhan datang bukan hanya melalui hal-hal tersebut saja, tetapi juga melalui suara Roh Kudus. Tidak dijelaskan di sini suara Roh Kudus itu seperti apa, apakah melalui hati masing-masing tiap orang yang hadir dalam ibadah itu, atau ada suara lembut yang didengar semua yang hadir dalam ibadah tersebut. Namun yang jelas Roh Kudus berbicara kepada mereka.

Memang dalam suatu ibadah yang benar dahulu sekarang maupun yang akan datang, Tuhan hadir dan memperhatikan dengan sungguh-sungguh setiap orang yang hadir. Tuhan menyatakan kehendak-Nya secara langsung maupun tidak langsung kepada mereka yang hadir dalam peribadatan tersebut. Keyakinan Tuhan berbicara dan menyatakan kehendak-Nya dalam ibadah merupakan bentuk kepekaan dan kesiapan menerima firman-Nya, sekaligus membuktikan kedewasaan rohani kita.

Berdasarkan pemahaman tersebut di atas, kita bisa melihat diri kita, sudahkan kita dapat mendengar suara dan kehendak Tuhan dalam setiap ibadah yang kita ikuti? Bersyukurlah jika sudah, tetapi jika belum jangan merasa rendah diri, Tuhan terus memberi kesempatan kita untuk memperoleh semua itu melalui kesetiaan dan ketulusan kita dalam beribadah. Selamat mendengar, mengerti dan memahami firman-Nya dan kehendak-Nya melalui ibadah kita. Tuhan Yesus memberkati.
(RI30112020)

Pokok Doa:

  1. Mari doakan pemerintah selalu tekun mengingatkan warga dan ber sehati dalam mengurangi penyebaran covid19;
  2. Mengucap syukur Ibadah tatap muka se bagian pertama sudah dilaksanakan kemarin;
  3. Mari mendoakan jemaat yang kita ingat sedang mengalami pergumulan ekonomi, kesehatan dan pekerjaan , mendapat hikmat dari Tuhan dan makin mengandalkan Tuhan Yesus.