SRHI 20 NOV 20 – BERNAZAR DAN MENEPATI

“Lebih baik engkau tidak bernazar dari pada bernazar tetapi tidak menepatinya. Janganlah mulutmu membawa engkau ke dalam dosa, dan janganlah berkata di hadapan utusan Allah bahwa engkau khilaf. Apakah perlu Allah menjadi murka atas ucapan-ucapanmu dan merusakkan pekerjaan tanganmu?”
(Pengkhotbah 5:4-5)

Nazar dalam kamus bahasa Indonesia diartikan sebagai janji ( pada diri sendiri ) hendak berbuat sesuatu jika maksud tercapai. Sebagai umat percaya, nazar dapat diartikan dengan maksud dan tujuan kita berjanji kepada Allah,  sehingga kita mengikat diri dan harus berbuat seperti yang diucapkan. Kita bisa bernazar dengan tenaga,  waktu, keuangan dan sebagainya. Kita mempunyai keinginan dan mempunyai cita cita yang akan kita capai. Dalam pelaksanaan kita berusaha dan berdoa memohon kepada Tuhan agar keinginan kita dapat tercapai. Sewaktu ada kesulitan bahkan hal tersebut dirasakan tidak mungkin terjadi, tanpa dipikir lagi kita bernazar kepada Tuhan.

Karena luapan emosi sesaat atau karena terdesak suatu hal, ada banyak orang Kristen mudah sekali bernazar kepada Tuhan. Kita berharap Tuhan akan mengabulkan keinginan kita, ketika kita bernazar.

Firman Tuhan mengingatkan dengan keras agar kita berpikir dan tidak gampang untuk bernazar bila kita sendiri tidak bisa menepatinya.

“Suatu jerat bagi manusia ialah kalau ia tanpa berpikir mengatakan “Kudus”, dan baru menimbang-nimbang sesudah bernazar”. ( Amsal 20:25 ).

Suatu yang tidak baik (berdosa) bagi kita, apabila kita sudah bernazar kepada Allah, tapi kita menimbang kembali untuk mengelak dan mencari alasan untuk melanggarnya. Itu adalah kebodohan bagi Allah dan kita tidak dapat menghindari murka dan hukuman Allah. Kita harus berpikir dengan pertimbangan dan kerelaan dari hati nurani sebelum kita bernazar.

“…sebab tentulah TUHAN, Allahmu, akan menuntutnya dari padamu, sehingga hal itu menjadi dosa bagimu.” ( Ul 23:21 ). Adalah “Lebih baik engkau tidak bernazar dari pada bernazar tetapi tidak menepatinya. Janganlah mulutmu membawa engkau ke dalam dosa, dan janganlah berkata di hadapan utusan Allah bahwa engkau khilaf. Apakah perlu Allah menjadi murka atas ucapan-ucapanmu dan merusakkan pekerjaan tanganmu?” (Pengkhotbah 5:4-5). Pikirkan masak-masak sebelum bernazar, lebih

baik tidak bernazar daripada tidak bisa menepati. Cita cita atau keinginan kita dikabulkan oleh Tuhan ketika kita  bernazar, maka Tuhan ingin kita menepatinya. Dengan menepati janji kita, menunjukkan satu ketaatan dan kesetian kita kepada Allah.

Tuhan Yesus memberkati.
(MS20112020)

Pokok Doa:

  1. Doakan Keamanan Bangsa dan Negara Indonesia dari gangguan beberapa propokasi dari kelompok masyarakat dan lembaga kemasyarakat yg sengaja menabrak aturan dan perundangan di Indonesia;
  2. Doakan GBIK dalam Misi dan Visinya tahun anggaran 2021 dapat di laksanakan dengan baik berkat pimpinan dan campur tangan Tuhan;
  3. Doakan Jemaat GBIK dari pribadi lepas pribadi dengan segala kekurangan dan kelebihanya tetap Setia kepada Tuhan serta Gerejanya.