SRHI 19 NOV 20 – SEMUA YANG DIPERCAYAKAN KEPADA KITA ADALAH MILIK-NYA YANG HARUS DIPERTANGGUNGJAWABKAN KEPADA-NYA

“Sebab hal Kerajaan Sorga sama seperti seorang yang mau bepergian ke luar negeri, yang memanggil hamba-hamba-Nya dan mempercayakan hartanya kepada mereka.”
(Mat. 25:14)

Dalam seminggu ini kita telah dan akan membahas tentang nazar. Namun sebelum kita berbicara tentang nazar, alangkah baiknya kita berbicara dan merenungkan tentang apa itu persembahan, yang mana kita semua pernah melakukannya minimal dalam setiap kita beribadah. Pada dasarnya persembahan adalah bentuk pemberian tertinggi yang kita berikan kepada Allah sebagai ucapan syukur kepada Allah dan yang kita lakukan dengan tanpa paksaan, kerelaan hati, serta tulus ikhlas. Kalau dalam hal memberikan persembahan saja kita harus melakukannya sebagaimana yang dimaksudkan di atas apalagi dalam hal bernazar. Dalam kamus besar bahasa Indonesia, nazar adalah janji hendak berbuat sesuatu. Namun dalam Alkitab arti nazar lebih dari itu, yakni janji seseorang secara sungguh-sungguh kepada Tuhan dan bukan kepada sesama manusia (Mzm. 50:14; 65:2; 116:14, 18). Maka dari itu sebelum seseorang berucap nazar, harus tahu terlebih dahulu apa itu nazar karena Tuhan tidak pernah meminta umat-Nya untuk bernazar dan sesungguhnya kitalah yang membuat nazar kepada Allah agar kita mendapatkan sesuatu dari-Nya (Mzm. 132:2; Bil. 21:1-3). Dan sebagai orang Kristen mungkin kita pernah bernazar kepada Tuhan, dan jika kita pernah bernazar kepada Tuhan maka harus segera dibayar atau dilaksanakan agar tidak lupa dan mendatangkan dosa (Ul. 23:21-23). Adapun bentuk nazar yang bisa dilakukan antara lain berupa harta benda, korban binatang, hidup kita, dan lain sebagainya, bahkan bernazar untuk menyenangkan orang lain (Ayb. 20:27).

Tetapi sekarang, penulis ingin mengajak dan mengarahkan fokus kita sebagai orang Kristen bukan soal nazar atau tidak bernazar, karena Alkitab dan SRHI beberapa hari ini sudah menjelaskan kepada kita semua tentang nazar dan hukumnya. Penulis ingin mengajak dan mengarahkan fokus kita sebagai orang Kristen hanya kepada Tuhan Yesus Kristus saja dengan cara memberikan yang terbaik kepada-Nya sebagai korban yang hidup dan yang berkenan kepada-Nya, karena Ia sudah memberikan jaminan keselamatan, harta benda, damai sejahtera, dan banyak berkat lainnya kepada kita yang tidak dapat kita hitung.

  1. Bakat dan kemampuan kita. Setiap orang yang lahir dengan bermodalkan pemberian dari Allah. Dan kita harus menemukan dan mengembangkan apa yang sudah diberikan Tuhan kepada kita supaya kita menjadi hidup bermakna (Ams. 22:29)
  2. Pekerjaan dan karir kita. Allah menghendaki kita bersukacita dengan pekerjaan kita. Dan jika kita tidak bergairah setiap saat dengan pekerjaan kita, maka itu kesalahan besar kita yang harus siap menerima konsekuensinya. Oleh karena itu jangan malu untuk kita menimba ilmu dan mencari nasihat kepada sesama kita yang lebih berpengalaman dan mampu supaya kita tetap menikmati apa yang kita kerjakan sehingga membuahkan berkat bagi banyak orang (Ul. 12:7)
  3. Uang kita. Uang dapat berbicara dan melakukan apa saja. Uang juga menggambarkan siapa diri kita dan menentukan hidup kita. Sehingga supaya umat Tuhan tidak terjebak dengan uang, maka Tuhan Yesus Kristus, Rasul Paulus, dan rasul-rasul lainnya juga membicarakan tentang uang (Mat. 21:12-13; 1 Tim. 6:10; Ibr. 13:5). Karena itu pergunakanlah uang dengan baik untuk kepentingan diri sendiri, kepentingan sesama yang memerlukan, serta untuk perluasan kerajaan Allah di dunia ini melalui apa saja dan gereja-Nya.

Jadi Saudara sekalian yang dikasihi Tuhan, siapapun diri kita ini yang sudah menerima jaminan keselamatan dari Tuhan Yesus Kristus selayaknya memberi yang terbaik kepada Tuhan. Bukan oleh karena kita telah bernazar, tetapi oleh karena apa yang ada pada kita baik bakat dan kemampuan kita, pekerjaan dan karir kita, bahkan uang kita semuanya harus kita kembalikan kepada Tuhan sebagai persembahan yang harum dan hidup bagi-Nya sebab semua yang kita miliki adalah modal yang diberikan atau dipercayakan Tuhan kepada kita untuk dimintai pertanggungjawaban dari kita. Amin,  Tuhan Yesus memberkati.
(AP19112020)

Pokok Doa:

  1. Doakan Indonesia dalam pemulihan Ekonomi dan Kesehatan dapat berjalan dengan baik Program dan Anggaran tepat sasaran dapat menyejahterakan rakyat Indonesia;
  2. Doakan GBIK yang akan memulai Ibadah Ofline sesuai dengan standar protokol kesehatan Tuhan memimpin petugas petugas dapat menyiapkan hati pikiran dan tenaga serta berjalan lancar menjadi berkat setiap Jemaat GBIK;
  3. Doakan Jemaat GBIK yg mengalami sakit baik yang di rawat di Rumah Sakit maupun di Rumah masing masing di beri kesembuhan atas kuasa jamahan tangan Tuhan.