SRHI 16 NOV 20 – BELAJAR DARI NAZAR YAKUB

“Lalu bernazarlah Yakub: “Jika Allah akan menyertai dan akan melindungi aku di jalan yang kutempuh ini, memberikan kepadaku roti untuk dimakan dan pakaian untuk dipakai, sehingga aku selamat kembali ke rumah ayahku, maka TUHAN akan menjadi Allahku.””
(Kej. 28:20-21)

Nazar adalah janji seseorang kepada diri dan atau kepada Tuhan, hendak melakukan sesuatu jika maksud dan keinginannya tercapai. Di sini ada unsur siapa yang bernazar, kepada siapa ia bernazar, apa yang menjadi latar belakang ia bernazar, apa yang menjadi konten nazarnya, dan tidak boleh ketinggalan pemenuhan nazar itu setelah terwujud keinginannya.

Mari kira belajar dari Yakub tentang unsur-unsur yang ada dalam nazar yang diucapkannya.

  1. Siapa yang bernazar? Dengan jelas kita mengatakan bahwa Yakub lah yang bernazar.
  2. Kepada siapa ia bernazar? Dalam kalimat ayat nats tersebut di atas kita bisa menyatakan bahwa Yakub bernazar kepada diri sendiri dan kepada Tuhan.
  3. Apa yang menjadi latar belakang nazarnya? Nazar Yakub dilatarbelakangi oleh keadaan sulit yang dialaminya setelah ia menipu ayah dan kakaknya dalam hal hak kesulungan (Kej. 27: 1-29). Yakub harus meninggalkan ayah, ibu serta kakaknya karena kemarahan Esau kakaknya untuk membunuh Yakub  setelah tahu ia telah ditipu oleh adiknya (Kej. 27:41).
  4. Apa yang menjadi konten nazarnya? Dalam Kej. 28: 20-21 jelas kita bisa mengatakan bahwa konten nazarnya adalah bahwa dalam kondisi saat bernazar yang serba kekurangan dan penuh kelemahan, jika Tuhan menyertai dan melindungi Yakub dalam perjalanan pelarian dari kakaknya Esau dengan memberi makan dan pakaian kepadanya sampai ia selamat kembali kepada ayah dan ibunya, ia akan menjadikan TUHAN sebagai Allahnya. Ini diucapkan setelah bermimpi dalam tidurnya, di perjalanan pelariannya tersebut di daerah Lus, yang kemudian daerah itu diubah namanya menjadi Betel artinya Rumah Allah (Kej. 28:10-19)..
  5. Pemenuhan nazar setelah keinginannya terwujud. Melalui perjalanan panjang hidupnya, akhirnya Yakub yang bekerja pada Laban (pamannya), mendapat dua istri anak-anak Laban yakni Lea dan Rahel (Kej. 29:1-30). Dalam perjalanan pulang ke rumah orangtuanya, akhirnya ia berbaikan dengan Esau kakaknya, sehingga Yakub selamat dari ancaman Esau. Setelah itu Yakub menepati nazarnya, ia mendirikan mezbah di Sikhem dan dinamainya itu: “Allah Israel ialah Allah (Kej. 33: 20).

Pernahkan Bapak, Ibu dan Saudara bernazar? Banggalah kalau Anda rela bernazar, karena itu berarti memiliki keinginan atau harapan tertentu yang terus diserahkan kepada Tuhan dan terus diusahakan untuk mewujudkannya. Jangan takut bernazar, karena nazar memberi semangat hidup untuk mewujudkannya. Tuhan Yesus memberkati, Amin.
(RI16112020)

Pokok Doa:

  1. Doakan Indonesia khususnya Tenaga Kerja tetap tenang, sabar, bijak,tidak mudah di hasut menghadapi masa masa sulit saat ini juga Mentri Tenaga Kerja dapat memberikan kebijaksanaan , menaungi dan menyejukan Tenaga Kerja di Indonesia;
  2. Doakan GBIK dengan segala persoalan , pergululan, tantangan yg di hadapi tetap dapat teratasi berjalan lancar sesuai dengan rencana Tuhan;
  3. Doakan Jemaat yg rindu untuk bersekutu langsung pertemuan tatap muka di beri kesabaran sampai pandemi Covid 19 dapat teratasi (normal seperti biasa).