SRHI 13 NOV 20 – LAMBANG-LAMBANG YANG DIPAKAI ALLAH UNTUK FIRMAN-NYA (Yohanes 1:1-14)

“Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah.”
(Yohanes 1:1-2)

Kita patut mengucap syukur kepada Allah,  karena Allah yang kita kenal dan percayai adalah Allah yang komunikatif.  Sejak Allah menciptakan manusia,  Allah selalu berusaha berkomunikasi dengan manusia ciptaan-Nya.  Ketika manusia jatuh ke dalam dosa,  Allah datang mencari dan memanggil manusia : “Di manakah engkau?” (Kejadian 3:9).  Penulis Surat Ibrani menyatakan: Setelah pada zaman dahulu Allah berulang kali dan dalam pelbagai cara berbicara kepada nenek moyang kita dengan perantaraan nabinabi, maka pada zaman akhir ini Ia telah berbicara kepada kita dengan perantaraan Anak-Nya, yang telah Ia tetapkan sebagai yang berhak menerima segala yang ada. Oleh Dia Allah telah menjadikan alam semesta (Ibrani 1:1-2).  Yesus Kristus adalah Firman yang datang untuk berbicara kepada manusia.  Sedemikian rindunya Allah berkomunikasi kepada manusia sehingga dalam Alkitab kita menemukan beberapa lambang yang menyatakan betapa pentingnya firman Allah kepada manusia.

Dalam  Surat Ibrani, firman Allah digambarkan sebagai pedang yang bermata dua:  Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua manapun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita(Ibrani 4:12).  Mari kita perhatikan mengapa firman Allah itu sangat penting dalam seluruh segi kehidupan kita.  Firman Allah sangat penting sebab firman Allah itu “hidup dan kuat” (istilah kuat dalam bahasa Inggris: powerful) serta lebih tajam dari pedang bermata dua. Mengapa firman Allah itu kuat/berkuasa?  Karena Yesus Kristus adalah Firman.  Dia adalah Allah yang Mahakuasa, memberi kita hidup yang kekal.  Karena itu Firman Allah mampu dan mempunyai kuasa untuk menuntun kita ke dalam kehidupan yang kudus.  Dia adalah Allah yang Mahatahu.  Dia mengenal segala isi hati kita.

Dalam Yeremia 23:29 kita menemukan lambang lain tentang firman Allah, yaitu seperti api dan palu: Bukankah firman-Ku seperti api, demikianlah firman TUHAN dan seperti palu yang menghancurkan bukit batu?  Dua lambang yang sungguh luar biasa.  Kita semua tahu api dan palu.  Mengapa Tuhan berkata bahwa firman-Nya seperti api?  Kita faham bahwa api berfungsi membakar dan juga membersihkan.  Di tempat peleburan logam, orang memakai api untuk membersihkan dan memurnikan logam.  Jadi firman Tuhan itu berfungsi untuk memurnikan hidup kita.  Firman Tuhan menunjukkan kepada kita mana yang benar dan mana yang salah.  Mana yang dikehendaki Allah dan mana yang tidak berkenan kepada-Nya, sehingga hidup kita dijauhkan dari berbuat dosa.  Kemudian mengapa firman Tuhan seperti palu?  Palu yang digambarkan oleh Alkitab di sini bukan palu yang kecil tetapi palu yang dipakai untuk menghancurkan batu atau biasa disebut godam/martil.  Firman Tuhan dapat menghancurkan hati yang keras bertahan dalam dosa dan kejahatan.  Firman Tuhan juga dapat menghancurkan hati yang semula keras menolak Yesus sebagai Tuhan dan Juru-selamat.  Melalui pemberitaan firman Tuhan yang disampaikan berkesinambungan, dengan kuasa Roh Kudus, hati seseorang akhirnya runtuh dan terbuka untuk menerima Kristus sebagai Tuhan.  Dalam Mazmur 119:9 tertulis: Dengan apakah seorang muda mempertahankan kelakuannya bersih? Dengan menjaganya sesuai dengan firman-Mu.  Demikian juga dalam Roma 10:17: Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.  Mungkin kita semua punya pengalaman menggunakan palu untuk memasukkan paku kedalam tembok atau papan.  Dengan memukulkan palu pada paku itu berkali-kali akhirnya paku itu dapat masuk ke dalam tembok atau papan yang keras.  Seperti itulah juga ketika kita terus memberitakan atau membaca firman Tuhan.  Lama kelamaan firman Tuhan itu akan tertanam dalam hati kita. 

Satu ilustrasi lagi yang dipakai untuk firman Tuhan adalah: firman sebagai cermin :  “Sebab jika seorang hanya mendengar firman saja dan tidak melakukannya, ia adalah seumpama seorang yang sedang mengamat-amati mukanya yang sebenarnya di depan cermin (Yakobus 1:23).  Kita semua tahu kegunaan cermin.  Setiap hari kita perlu berdiri sejenak di hadapan cermin.  Gunanya adalah untuk memeriksa/ melihat keadaan wajah atau bagian dari tubuh kita. Melalui cermin kita bisa melihat apakah wajah kita bersih, dandanan kita baik dan pakaian kita rapi.  Demikianlah firman Tuhan menolong kita memeriksa apakah hidup kita benar dan baik di hadapan Tuhan.

Masih ada beberapa lagi ilustrasi yang dipakai Allah untuk meyatakan fungsi Alkitab sebagai firman Allah.  Mungkin pada lain kesempatan kita membicarakannya lagi.  Yang penting sekarang ialah mari terus membaca dan merenungkan/mempelajari firman Tuhan agar kita semakin mengenal Allah dan rencana-Nya bagi hidup kita.  Juga agar kita bisa terus memeriksa keadaan hidup kita, semakin sesuaikah dengan kehendak Allah?
(JET13112020)

Pokok Doa:

  1. Hikmat dan kemampuan bagi Pemerintah/aparat penegak hukum (kepolisian, TNI dan unsur lain) dalam menghadapi berbagai demonstrasi; kiranya masyarakat tetap menjaga ketertiban dan tidak bertindak anarkis;
  2. Kondisi masyarakat sekitar Merapi dan para pengungsi kiranya tetap dalam kondisi sehat, dijauhkan dari marabahaya;
  3. Pertolongan Tuhan bagi setiap jemaat agar rindu dan mampu menjaga kekudusan serta terus membangun relasi pribadi dengan Allah.